Pesantren harusnya memberikan pengetahuan tentang kesehatan, bukan hanya 
bagaimana mendirikan negara islam. Lihatlah, mati gara gara buka puasa pakai 
kuku bima+hemaviton...
 
===============
STOP PRESS : Santri di Jember Tewas Minum ED
Brur & Sis, hari ini saya baca di situs Jawa Pos edisi Radar Jember tanggal 1 
Maret 2009 ada berita yang menyebutkan seorang santri tewas setelah 
mengkonsumsi ED bermerek KB yang diproduksi salah satu  pabrik jamu. 
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
[ Minggu, 01 Maret 2009 ] 
Diduga Over Dosis, Santri Tewas 
JEMBER - Pondok Pesantren (Ponpes) 
Syalafiah di Dusun Curahkates, Desa Klompangan berduka. Imam Mustaqim, 23, 
salah seorang santrinya tewas. Diduga, pria asal Desa Tamanan Desa Wuluhan yang 
sudah mondok beberapa tahun ini, meninggal karena over dosis.
Menurut informasi, Mustaqim sering melakukan puasa selama berdiam di pondok. 
Nah, saat berbuka puasa itulah, dia minum Kuku Bima yang dioplos dengan 
Hemaviton. 
Awalnya, tak ada keluhan dialami Mustaqim.. Baru malam harinya, seluruh 
badannya terasa meriang dan panas. Hal itu kemudian dilaporkan temannya ke 
pengasuh Ponpes.
Lantaran kondisinya mengkhawatirkan, Mustaqim langsung dilarikan ke Puskesmas 
Ajung. Nahas, belum sempat ditangani, Mustaqim mengembuskan napas terakhirnya, 
sekitar pukul 03.00.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Jenggawah Ali Hakim, korban memang sering berpuasa 
menjelang khataman Al Quran. "Diduga, korban saat berbuka puasa, minum dulu 
Kuku 
Bima yang sudah dioplos dengan Hemaviton. Karena dosis terlalu tinggi, 
jantungnya tidak kuat," katanya.
Sementara itu, jenazah korban kemarin langsung dibawa keluarganya di Desa 
Tamansari, Kecamatan Wuluhan untuk dimakamkan. (jum)
http://www.jawapos. co.id/radar/ index.php? act=detail& rid=69071


      

Kirim email ke