Yang namanya rokok haram itu artinya dilarang merokok, tapi yang dikeluarkan 
MUI sama sekali bukan larangan merokok melainkan aturan bagaimana caranya 
merokok.  Antara lain dilarang merokok ditempat tertentu yang ada tulisan 
dilarang merokok, menaikkan cukai rokok, dll, dan hal seperti inilah yang anda 
namakan fatwa haram rokok.

Jelas, fatwa mengharamkan rokok itu sifatnya mutlak seperti mengharamkan babi.  
Jadi apa yang tertulis dalam berita yang anda cantumkan bukanlah fatwa 
mengharamkan rokok meskipun ditulisnya rokok haram karena kenyataannya masih 
boleh merokok asalkan menuruti aturan rambu2 yang ditentukan oleh MUI.

Juga hal yang penting anda ketahui, fatwa itu sifatnya mutlak tidak bisa 
di-tawar2, padahal apa yang diberitakan MUI tentang larangan merokok ini selain 
terbatas ditempat tertentu, juga ditentang oleh MUI dari lain daerah2.  Banyak 
wilayah MUI yang tidak meresponi perintah fatwa MUI pusat, lebih banyak MUI 
yang menetapkan merokok itu makruh bukan haram.

Jadi, jangan debat kusir masalah seperti ini, MUI tetap belum bisa memaksakan 
fatwa mengharamkan rokok karena umat Islam masih dibolehkan merokok.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














--- In zamanku@yahoogroups.com, "Supriyadi" <supriy...@...> wrote:
>
> Ny. Mus,
> 
> Berikut saya sertakan file dari Okezone.com News tanggal 28 Januari '09, 
> tentang fatwa haram rokok yang telah dikeluarkan oleh MUI untuk bahan bacaan 
> sampeyan.
> 
> http://news.okezone.com/read/2009/01/28/1/186925/1/fatwa-haram-rokok-bisa-jadi-bukti-tambahan
> 
> Kalau saya disuruh debat sama kusir saya ogah soalnya kusirnya ternyata 
> gampang marah marah mengatakan debat kampungan segala. Tidak seimbang dengan 
> kata kata sampeyan yang pedas pedas selama ini.
> 
> Sampeyan menyuruh saya baca koran dulu kalau mau berdebat sama sampeyan. Lha 
> jelas saja nggak klop, orang sampeyan bacanya koran tahun lalu sih.
> 
> Kalau waktu sampeyan betul berharga, cobalah tulis yang bener. Jangan tebar 
> bualan thok !
> 
> Salam,
> Supriyadi
>


Kirim email ke