Rekan sekalian,

 

Bagaimana kalau kita membicarakan "anjing". Tak dapat disangkal bahwa jumlah
penggemar "anjing" semakin meningkat. Berbagai ras anjing telah masuk ke
Indonesia, dan telah pula dikembang biakkan. Mungkin dalam waktu yang tak
begitu lama lagi kita juga akan mampu mengembangkan "anjing" campuran yang
boleh dinamakan "anjing Indo".

 

Dan melihat keadaan ekonomi sekarang ini mungkin bisnis "anjing" lebih baik
dari mendirikan sebuah industry. Apalagi yang mau diharap? Ekspor menurun,
walaupun ini bukan berita baru dan ditutupi terus toh akhirnya keluar juga,
dan karena sudah basi hingga walaupun dimuat sebagai berita utama sudah
tidak diperdulikan lagi.

 

Yang kita nantikan bagaimana fatwa baru MUI terhadap "anjing", misalnya
apakah anjing itu haram? Lalu bagaimana cara membersihkan diri kalau
tersentuh "anjing", kena liur "anjing". Misalnya pakaian harus dicuci 7 kali
dan kena liur harus mandi kembang 7 rupa, 7 x 7 hari. 

 

Apabila sudah demikian lalu bagaimana dengan para  "anjing -anjing"?
Tentunya gampang memberikan amplop 7 x 7 kali dengan berisi lembaran yang
nilainya tidak boleh dibawah angka 7 x 7 ribu dan tebalnya 7 cm dan harus  7
x. MUI sudah menyiapkan Hadis yang berhubungan dengan anjing dan angka 7
ini. Dan para Dokter Hewan khusus "anjing" harus mendapatkan sertifikat MUI.

 

"Anjing"

 

Ini bukan lelucon atau lucu-lucuan ini soal "anjing"

 

HH

Kirim email ke