Refleksi : Bagaimana dengan hasil korupsi  mantan jenderal TNI, mantan presiden 
NKRI yang bernama Muhammad Soeharto? Bukankah sesuai daftar Stolen Assets 
Recovery (StAR) dari PBB dinyatakan bahwa harta hasil korupsi yang 
disembunikannya diberbagai penjuru dunia berjumlah antara US$ 15 - US$ 30,-- 
milyar? Daftar ini menenmpatkan Soeharto sebagai koruptor  nomor wahid dalam 
skala international.  Apakah sedang dilakukan jihad untuk dikembalikan harta 
curian yang disembunyikannya itu? Ataukah jihad ini hanya suatu sepuhan 
kampanye Pemilu?

http://www.detiknews.com/read/2009/03/08/164510/1096361/10/ajak-jihad-lawan-korupsi-sby-tak-akan-lindungi-koruptor

Minggu, 08/03/2009 16:45 WIB


Ajak Jihad Lawan Korupsi, SBY Tak Akan Lindungi Koruptor
Muchus Budi R. - detikNews




Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji tidak akan 
melindungi siapapun termasuk kader Partai Demokrat (PD) yang melakukan tindak 
pidana korupsi. Ketua Dewan Pembina PD ini akan meminta KPK menindak siapapun 
yang terlibat dalam aksi jahat merugikan uang negara.

"Saya mengajak jihad melawan korupsi. Semua pejabat baik yang ada di eksekutif, 
legislatif dan yudikatif, jangan menyalahgunakan jabatan. Saya akan meminta 
kepada KPK untuk bertindak tegas dan adil kepada siapapun," kata SBY dalam 
sambutannya di depan jamaah Majlis Tafsir Alquran (MTA) di depan Alon-alon 
Mangkunegaran, Solo, Jateng, Minggu (8/3/2009).

Menurut SBY, seluruh uang negara pada dasarnya adalah uang rakyat yang harus 
digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, para pejabat 
harus memahami posisi ini dan menjauhkan diri dari mental dan watak koruptif 
dengan selalu menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi. 

"Mari kita mencari rezeki di jalan yang halal. Jangan menggunakan jabatan untuk 
korupsi. Itu yang membikin negara kita gelap. Uang negara itu seluruhnya untuk 
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," terangnya.

Presiden yang akan maju lagi sebagai capres PD ini membanggakan hasil 
kinerjanya selama mempin Indonesia 5 tahun ini. Menurutnya, dalam 
kepemimpinannya sekarang, Indonesia mampu mengintensifkan pendapatan pajak 
sehingga tidak perlu lagi berutang ke luar negeri.

"Kita bisa mengintensifkan pendapatan termasuk dengan memaksimalkan penerimaan 
dalam negeri melalui pajak. Kita tidak perlu lagi utang," paparnya.

SBY menambahkan, utang luar negeri Indonesia saat ini sudah menurun dari 
tahun-tahun sebelumnya. Karena itulah, SBY menyindir mantan Presiden Megawati 
yang untuk membayar utang harus menjual BUMN.

"Utang kita sekarang sudah menurun. Kita bisa membiayai kehidupan kita sendiri 
tanpa perlu lagi menjual aset negara seperi yang dulu-dulu," pungkas SBY. 
(yid/iy)

<<sby-batik.jpg>>

Kirim email ke