Refleksi:  Jika bahasa Indonesia diganti dengan bahasa Arab, mungkin lebih 
bermanfaat, karena selain bisa membaca Al Quran juga bisa berkomuniksi  tanpa 
halangan dengan orang-orang dari negeri berbahasa Arab. Apa pendapat Anda?

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=63233


Pemberantasan Buta Huruf Alquran tanpa Dana APBD
Minggu, 08 Maret 2009 , 00:12:00
BANDUNG, (PRLM).- Gerakan pemberantasan buta huruf Alquran di Jawa Barat belum 
didukung dana, padahal dana pemberantasan buta huruf latin meningkat dua kali 
lipat. Akibatnya, Lembaga Studi Alquran (LSQ) Dewan Masjid Indonesia (DMI) 
Jabar mengandalkan dana dari kasnya.

"Untuk pemberantasan buta huruf latin pemerintah pusat mengalokasikan Rp 
450.000 per orang pada tahun 2009 ini. Dana ini naik dari sebelumnya Rp 
300.000/orang," kata Ketua LSQ DMI Jabar, H. Abdul Madjid Sofie, di sela-sela 
pelatihan tutor pemberantasan buta huruf Alquran, Sabtu (7/3).

Pelatihan di Hotel Kanira tersebut dihadiri 11 perwakilan dari 11 
kabupaten/kota dari rencananya 26 kabupaten/kota. "Kabupaten/kota belum 
sepenuhnya mendukung pemberantasan buta huruf Alquran sehingga alokasi dananya 
belum ada sama sekali," katanya.

Diberitakan "PR" (Kamis, 15/1), tingkat buta huruf Alquran di Jabar masih 
tinggi sehingga Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan mendeklarasikan "Jawa Barat 
Bebas Buta Huruf Alquran Tahun 2013". Mesjid-mesjid diharapkan menjadi ujung 
tombak dalam pemberantasan buta huruf Alquran tersebut.

Gerakan itu sudah diikuti beberapa kabupaten/kota seperti Pemkab Bandung yang 
menargetkan 25.000 orang PNS nya terbebas dari buta huruf Alquran pada April 
ini. Sedangkan sampai akhir tahun 2009 diharapkan semua aparat desa di Kab. 
Bandung sudah bebas dari buta huruf Alquran.

Menurut Abdul Madjid, tingkat buta huruf Alquran di kalangan remaja dan dewasa 
masih tinggi sekitar 50 persen. "Kalau jumlah remaja dan dewasa mencapai 20 
juta diperkirakan ada 10 juta yang buta huruf Alquran. Gerakan TK Alquran 
sehingga anak-anak bisa membaca Alquran tidak dilanjutkan saat anak tersebut 
masuk SD karena pelajaran agama hanya dua jam," ucapnya.

Akibat pengetahuan baca tulis Alquran terhenti sampai TK, maka anak-anak lupa 
lagi dengan huruf-huruf Alquran. "Gerakan baca tulis Alquran harus bersambung 
dari TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi malah sampai dewasa. Kalau ada mata 
rantai yang terputus, maka bisa jadi buta huruf Alquran," katanya. (A-71/

Kirim email ke