http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/07/21253997/tolak.politisi.busuk.dan.politik.uang..


Tolak Politisi Busuk dan Politik Uang 

MEDAN, SABTU - Ratusan aktivis perempuan dan puluhan caleg perempuan dari 
daerah pemilihan Sumatera Utara menghimbau masyarakat menolak politisi busuk 
dan politik uang. Mereka menggelar demontrasi damai di jalanan Kota Medan 
setelah sebelumnya berdikusi di Pendopo Lapangan Merdeka, Medan Sabtu (7/3). 
Aksi ini juga merupakan rangkaian perayaan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh 
hari Minggu besok.

Perayaan kali ini difokuskan untuk memberi dukungan para caleg perempuan yang 
menghadapi banyak hambatan, seperti dana yang minim.  

Selepas diskusi di Pendopo Lapangan Merdeka, para caleg dan aktivis berkampanye 
damai dengan jalan kaki dari Lapangan Merdeka menuju Bundaran Mayestik, Medan. 
Sepanjang jalan mereka membagikan stiker bertuliskan Apapun Partainya, Pilih 
dan Menangkan Perempuan .

Para aktivis yang tergabung dalam Pendukung Penguatan Perempuan itu juga 
menyerukan agar masyarakat tidak golput, namun memilih caleh perempuan. Hindari 
caleg yang terlibat dalam korupsi, kekerasan, premanisme, perselingku han, 
pemalsuan identitas, dan tindak tak terpuji lainnya. Selama ini terbukti caleg 
perempuan tidak kotor dalam berpolitik.

Koordinator Jaringan Aktivis Perempuan/Pendukung Penguatan Perempuan Sumut 
mengatakan tuduhan yang menyatakan politik uang telah membuat masyarakat 
pragmatis dalam menentukan pilihannya dan apatis dan memilih golput. Para 
pemilih yang kurang memperoleh sosialisai akan banyak mengalami kebingungan 
karena pemilih boleh mencontreng parpol, nomor, atau nama caleg yang jumlahnya 
sangat banyak.

Sejumlah polisi yang menjaga demonstrasi mengatakan sangat senang jika yang 
berdemonstrasi adalah para perempuan, sebab mereka tertib dan teratur.

Artikel Terkait: 
  a.. Mampus Umumkan 19 Politisi Busuk 
  b.. Mampus dan Caleg Bandung Diajak Berdialog 
  c.. Caleg Ramai-ramai Lapor Polisi 
  d.. Dituding Busuk, Caleg Datangi Mampus 
  e.. Beberapa Caleg Tuntut Mampus Minta Maaf 

Kirim email ke