http://bandung.detik.com/read/2009/03/09/174047/1096707/486/nasib-buruh-perempuan-lebih-buruk-daripada-laki-laki

Senin, 09/03/2009 17:40 WIB



Nasib Buruh Perempuan Lebih Buruk Daripada Laki-laki
Aji Hutomo Putra - detikBandung

Bandung - Nasib buruh sampai saat ini masih jauh dari sejahtera. Keadaan ini 
diperparah dengan adanya sistem upah murah dan sistem kerja kontrak. 
Dibandingkan dengan buruh laki-laki, kesejahteraan buruh perempuan lebih buruk. 
Padahal 70 persen buruh adalah perempuan.

"Realita yang ada sekarang adalah buruh dirugikan dengan adanya sistem upah 
murah dan sistem kerja kontrak," kata Rahmat Sodikin (33), Divisi Kampanye 
Paguyuban Pekerja Muda Peduli (PPMP) di sela-sela Sidang Nasional PPMP di Hotel 
Bumi Kitri, Jalan Cikutra, Senin (9/3/2009).

Sodikin lebih lanjut menerangkan terjadi diskriminasi upah yang diberikan 
kepada buruh laki-laki dan perempuan. Jika buruh laki-laki, ada perbedaan gaji 
buruh lajang dengan yang sudah berkeluarga. Tetapi tidak demikian dengan 
perempuan. Masih sendiri maupun sudah berkeluarga digaji sama.

"Ini karena wanita masih belum dianggap pencari upah utama dalam suatu 
keluarga, mereka hanya tambahan," ujar Sodikin.

Jumlah buruh sendiri mayoritas adalah perempuan. "Saat ini jumlah buruh wanita 
sebanyak 70 persen baik di industri garmen maupun tekstil," tambah Nanang 
Ibrahim, buruh salah satu peserta sidang.

Pelanggaran lainnya, kata Nanang,? biasanya buruh tidak mendapatkan uang lembur 
yang sesuai. "Buruh bisa bekerja terus menerus 24 jam dua kali dalam seminggu," 
kata Nanang. Namun, uang lembur tidak dibayar sesuai dengan aturan yang ada.

Padahal khusus untuk buruh wanita tidak boleh bekerja sampai larut malam karena 
menyangkut keselamatan. Hal itu diatur dalam UU No 12 tahun 1948. "Pernah 
terjadi dua kasus pemerkosaan buruh perempuan yang pulang pada malam hari, yang 
satu malah sampai dibunuh," kata Nanang.

Sodikin menambahkan buruh wanita juga tidak mendapatkan cuti hamil dan haid 
sesuai dengan UU No 13 tenaga kerja. "Mereka tidak mendapatkan cuti, kalau 
minta cuti bisa-bisa dipecat malahan," kata Sodikin.
(ern/ern)

++++

http://bandung.detik.com/read/2009/03/09/152157/1096657/486/empat-tahun-bekerja-gaji-euis-tak-pernah-dibayar

Senin, 09/03/2009 15:21 WIB



Empat Tahun Bekerja, Gaji Euis Tak Pernah Dibayar
Andri Haryanto - detikBandung




Bandung - Selain disekap dan hanya diberi makanan basi, selama bekerja empat 
tahun di Batam, gaji Euis Mulyati (35) tak pernah dibayarkan oleh majikannya.

"Empat tahun saya kerja enggak ada gaji sama sekali," ujar Euis yang terbaring 
lemah di kediamannya, Kampung Cikawati RT 3 RW 3 Desa Pakuhaji, Kecamatan 
Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/3/2009).

Euis menuturkan selama bekerja di rumah majikannya, dia hanya diberi nasi basi. 
Itu pun hanya empat bulan sekali. Sehari-hari, Euis hanya diberi sepotong roti 
yang harus dia bagi dengan dua pembantu lainnya. "Kalau kita minta nasi baru, 
suka dimarahi majikan," katanya.

Setiap selesai mengerjakan tugasnya, Euis mengaku langsung disekap di ruang 
bawah tanah. "Kalau sudah kerja, langsung dimasukin ke ruang bawah tanah," kata 
Euis terbata-bata.

Saat ini Euis ditangani oleh Dinas Kesehatan Bandung Barat. Rencananya untuk 
pemulihan kondisi Euis, dia akan dirujuk ke RS besar. Senin siang, Wakil Bupati 
Bandung Barat Ernawan Natasaputra beserta isi melaklukan kunjungan ke kediaman 
Euis.
(ern/ern)



<<tkw-batam-isi.jpg>>

Attachment: lg.php?bannerid=612&campaignid=304&zoneid=152&loc=http%3A%2F%2Fbandung.detik.com%2Fread%2F2009%2F03%2F09%2F152157%2F1096657%2F486%2Fempat-tahun-bekerja-gaji-euis-tak-pernah-dibayar&referer=http%3A%2F%2Fbandung.detik.com%2F&cb=fdcf93196f
Description: Binary data

Kirim email ke