Islam Adalah Agama Tafsir Menafsir Akibatnya Gontok2an !!!
                                                
Islam Ahmadiah menafsirkan bahwa diakhir zaman akan ada nabi lain yang turun 
setelah nabi Muhammad, dan nabi itu disebutnya "Mahdi" atau "Imam Mahdi".  
Kemudian Ghulam Ahmad itulah oleh umatnya dipercaya sebagai sang Mahdi.

Namun tafsir seperti ini ditolak Islam Sunni, karena mereka menolak semua yang 
bukan Arab.  Dan Ghulam Ahmad itu orang murtad bukan nabi.

Islam Syiah punya tafsir lain lagi yang menyebabkan Islam Sunni adalah murtad.

Demikianlah, agama tafsir mempunyai aktivitas hanyalah saling memurtadkan yang 
solusinya adalah dipenggal kepalanya.

> Abbas Amin <abas_amin08@> wrote:
> Heman moderate ????? Itu bukan moderate
> tapi menentang Islam dari dalam .


Sebenarnya bukan berarti menentang Islam dari dalam, karena kalo menentang 
Islam dari dalam sama saja artinya bukan Islam.

Sebenarnya hal seperti ini adalah umum pada ajaran2 yang tidak sempurna 
sehingga menimbulkan aneka tafsir.

Padahal, ajaran atau ideology yang bisa sukses haruslah absolut tidak boleh 
bisa ditafsirkan seperti contohnya ideology komunis yang semuanya jelas aturan 
mainnya sehingga target perjuangan yang akan dicapainya itu bisa solid, fokus 
dan kuat landasannya.  Oleh karena itu dalam ajaran komunist maupun ajaran2 
agama yang landasan filsafatnya kuat tidak ada yang ditafsirkan semuanya jelas 
maknanya.

Beda dengan Islam, untuk menyampaikan isi Quran saja harus menggunakan tafsir, 
padahal tafsir itu sama sekali rapuh, tidak solid, dan tak punya landasan yang 
kokoh.

Akibatnya, umat Islam selalu gontok2an sejak munculnya pertama kali dizaman 
nabi.  Satu kelompok menafsirkannya "begini" dan kelompok lainnya 
menafsirkannya "begitu" dan bila ada yang menentangnya maka solusinya adalah 
dianggap murtad dan saling memusnahkan.

Agama lain seperti Kristen juga memiliki sifat seperti itu, namun mereka 
memiliki solusi yang tidak berbentuk saling memurtadkan sehingga tak perlu 
saling memusnahkan seperti dalam ajaran Islam yang penuh kekerasan dan 
kebiadaban2 yang tidak bisa ditolerir oleh masing2 pihak karena tafsir2 yang 
tidak jelas tadi.

Yang namanya ajaran harus jelas bukan bisa ditafsir seperti halnya Islam.  
Islam itu agama tafsir sehingga selalu terjadi pertentangan karena tafsir itu 
sama saja dengan tebak2an.  Misalnya, 1+2 bisa ditafsirkan sebabai 4, bisa 
ditafsirkan sebagai 8, bisa ditafsirkan sebagai 12.  Bisa ditafsirkan bukan 
berarti benar, juga bukan berarti mendekati kebenaran, melainkan berarti 
pemahaman si penafsir itu sendiri yang tidak mungkin bisa diterima penafsir 
lainnya.

Tetapi kalo kita menyatakan 1+2=3, maka hal ini bukan tafsir melainkan solusi 
yang punya landasan kuat untuk diterima oleh semua pihak tanpa perlu tafsir2 
lagi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke