Penghargaan Yang Berharga Tergantung Pemberinya
                                             
Penghargaan yang tidak berhargapun menjadi tinggi harganya kalo pemberinya 
punya kehormatan yang tinggi !!!

Andaikata Osama bin Laden atas nama AlQaida memberi penghargaan "Aisyah Award" 
kepada Ny. Muslimah anggauta Muhammadiah, maka harga diri Ny.Muslimah malah 
bukan makin tinggi tapi makin rendah dihina seluruh dunia sebagai pendukung 
terrorist padahal belum tentu Ny. Muslimah ini pendukung terrorist. Hanya gara2 
salah menilai kehormatan yang diberi organisasi yang tidak terhormat 
mengakibatkan kehormatan Ny. Muslimah malah jadi hancur lebur.  Itulah 
sebabnya, sewaktu Bill Gate datang ke Indonesia, ITB yang merupakan pusat 
teknologi RI memberi penghargaan kepada Bill Gate berupa gelar Doctor yang 
bukan Honoris Causa, tapi oleh Bill Gate ditolak mentah2, apa sebabnya dia 
menolak, tidak mau dia berkomentar, namun akibatnya semulanya dia menerima 
undangan dari ITB akhirnya dia batalkan untuk hadir di ITB takut diberi 
penghargaan !!!  Artinya, ITB yang terhormat di Indonesia, dimata Bill Gate dan 
Internasional bisa jadi sangat hina dina, mungkin karena rajin jadi tukang 
bajak software kelas rendah, atau pusat pendidikan ini dianggap rasis oleh 
Cina2 yang pengalaman, atau juga karena tidak punya prestasi tingkat apapun.

Oleh karena itu, banyak pejabat2 tinggi, banyak orang2 terkenal, banyak orang2 
terhormat yang menolak pemberian penghargaan terhadap dirinya apabila status 
sipemberinya hina dina seperti organisasi Muhammadiah yang merupakan organisasi 
terkenal sarang koruptor dengan tertangkapnya Hadi Jalal anggauta 
legislatif-nya.


> "Sunny" <am...@...> wrote:
> Kamis, 12 Maret 2009 , 17:48:00
> YOGYAKARTA, (PRLM).- Ny.Muslimah,
> tokoh sentral yang disapa Bu Mus
> dalam novel dan film Laskar Pelangi,
> meraih Universitas Muhammadiyah
> Yogyakarta (UMY) Award. Bagi
> perempuan asal Belitung yang dikenal
> sebagai guru SD Muhammadiyah Gantung,
> Dia sebelumnya mendapat Aisyiah Award,

Memang, mendapatkan penghargaan dari organisasi yang dihargai Internasional 
pasti merupakan kebanggaan.  Namun organisasi Muhammadiah yang scope-nya cuma 
di Indonesia, bahkan di Indonesiapun terpusat hanya di Jawa, apalagi yang 
diberi penghargaan itu bukanlah seorang yang memang patut dihargai karena orang 
yang diberi penghargaan itu hanyalah orang2nya sendiri, anggautanya sendiri dan 
penghargaan itupun diberikan atas pengabdian orang itu bukan kepada masyarakat 
umum melainkan kepada anggauta2nya sendiri.  Jadi kalo untuk pengabdian seperti 
itu kemudian diangkat jadi PNS atau dianugerahi Satyalencana, maka bisa 
disimpulkan negara ini milik organisasi Muhammadiah.

Lalu dengan tertangkapnya legislatif Hadi Jamal yang juga anggauta Muhammadiah 
akibat korupsi sebenarnya menjadi Muhammadiah cemong moreng2 yang tidak layak 
untuk dibanggakan terbukti isinya memang koruptor seperti Amien Rais yang 
melindungi pemerkosaa amyo2, membiayai laskar Jihad untuk menteror di Ambon dan 
di Poso, mengirimkan pasukan jihad ke Afghanistant untuk mati konyol dibunuhi 
oleh Osama bin Laden maupun oleh bomb2 Amerika.

Seharusnya Amien Rais mendapatkan Jihad Terror Award produksi Muhammadiah.  Dan 
negara RI syah dalam hal ini memberi Satyalencana kepada ketua MUI yang juga 
anggauta Muhammadiah sebagai Satyalencana Keagamaan Islam karena berjasa 
mengeluarkan dan memproduksi berbagai fatwa yang menghancurkan identitas bangsa 
ini untuk menjadikan identitas bangsa lebih Arab dari orang2 Arab.

Hidup Muhammadiah, bantai Ahmadiah, dan mayat2 PKI adalah Hidayah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.















Kirim email ke