> "Sunny" <am...@...> wrote:
> Refelksi : Apa kata bahasa Arab
> unutk "demokrasi" dan apa komentar
> Anda tentang tulisan dibawah ini?

> Tohir Bawazir *
> Dalam sistem demokrasi, ada
> kekurangan yang cukup fundamental
> yaitu "one man one vote", satu
> orang satu suara.  Tidak peduli
> apakah orangnya sama moralnya,
> ilmunya, kedudukan  maupun tingkat
> pendidikannya dsb.  Suara seorang 
> ustadz disamakan dengan suara
> pelaku maksiat, orang kafir, munafik
> dsb. Suara seorang profesor sama
> bobotnya dengan suara orang yang
> tidak tamat SD, dsb. Sehingga pernah
> ada yang mengusulkan agar rakyat yang
> berhak ikut pemilu (punya hak pilih)
> tidak cukup sekedar sudah cukup dewasa
> umurnya, namun juga pendidikannya
> minimal lulusan SMP, agar punya
> kapasitas ilmu yang lebih memadai
> sehingga dapat menentukan hak pilihnya
> lebih baik lagi.


Lebih focus lagi kalo cara pilih Syariah yang digunakan yaitu yang berhak 
memilih hanyalah mereka yang beragama Islam dan yang bukan Islam tidak berhak 
untuk memilih.  Tidak bisa suara seorang muslimin disamakan dengan suara orang 
murtad, disamakan dengan suaranya orang kafir, jelas cita2 Syariah akan gagal 
kalo cara2 seperti itu diterapkan.

Itulah sebabnya cara2 Syariah tidak pernah dinamakan Demokrasi dan system 
Demokrasi memang bukan cari Islam, apalagi dicuri, bahkan Quran itu sendiri 
hasil tulisan pendeta Katolik di Vatican sebagai sumbangannya kepada umat Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke