Nasionalisasi Perusahaan Asing = Penjarahan Rakyat Sendiri !!!
                                            
Dulu sebelum kejatuhan Bung Karno lebih dulu dilakukan Nasionalisasi 
perusahaan2 asing.  Saya masih ingat semua kantor2 dan gudang2 perusahaan2 
asing didatangi demo oleh anggauta2 PKI yang membongkar dan mengambil berbagai 
barang yang ditemukan mereka untuk dibawa pulang kerumah masing2.  Demo2 ini 
dikawal dan dilindungi pasukan polisi dan tentara2.  Setiap rakyat yang lalu 
lalang diajak untuk ikut membongkar dan menjarah isi gudang2 dan kantor2 asing 
tsb.

Demikianlan, istilah "Nasionalisasi" memang terdengar mentereng, tetapi hal ini 
merupakan perbuatan yang sama sekali tidak mentereng karena artinya tidak lebih 
daripada penjarahan oleh rakyat yang dibenarkan dan dilindungi oleh negara. 
Jadi nasionalisasi ini sama sekali bukan kebijaksanaan politik, juga bukan 
strategi politik, dan sama sekali bukan juga kebijaksanaan ekonomi karena 
tindakan ini hanyalah ventilasi akibat meledaknya kemelaratan rakyat yang 
kelaparan yang daripada menghancurkan negara maka lebih diarahkan kepada 
perusahaan2 asing sebagai kambing hitamnya.

Oom2 dan Opa2 yang pernah mengalami kehidupan dizaman Bung Karno tentu masih 
teringat bagaimana getirnya nasib bangsa Indonesia, dari kota2 hingga 
ke-kampung2 sulit mencari sebutir beras.  Satu2nya sumber beras hanyalah dari 
pemerintah yang mendapat bantuan dari negeri Cina dengan beras yang ber-batu2, 
dan beras inipun hanya bisa didapatkan oleh para pegawai negeri.  Semua yang 
bukan pegawai negeri harus mendaftarkan diri sebagai anggauta koperasi dan 
setiap orang hanya mendapatkan jatah 3 kg beras perorang dengan harus mengantri 
dimuka koperasi menunjukkan kupon tanda dia cuma mengambil hak beras 
pembagiannya yang syah.  Meskipun ini merupakan pembagian tetapi tetap harus 
dibeli dengan uang yang tidak sedikit.

Secara politis dikatakannya bahwa nasionalisasi adalah negara mengambil alih 
segala aktivitas perusahaan2 asing, dan hasilnya semua perusahaan2 asing 
bangkrut karena tidak satupun dari pegawai2 pemerintah yang bisa mampu memutar 
roda kerja semua perusahaan2 asing akibat pasokannya distop dan pemasarannya 
terhenti total.

Prabowo dengan partai Gerindranya mengkampanyekan bahwa dia akan 
menasionalisasi perusahaan2 asing, lalu mau jadi apa negeri ini???  Sama saja 
dia mengkampanyekan penjarahan untuk menjadi presiden.  Ini namanya presiden 
penjarah.

Rupanya Prabowo belum pernah mengalami kehidupan pasca nasionalisasi dizaman 
Bung Karno karena Sumitro sekeluarga yang merupakan ayah ibu Prabowo waktu itu 
sudah melarikan diri ke Malaysia karena mau ditangkap oleh Bung Karno karena 
mengkhianati bangsa dan negara ini.

Entah bagaimana bisa Prabowo berpikiran seperti ini, tak terpikir olehnya 
kampanye nasionalisasi adalah kartu mati, karena siapapun yang pernah hidup 
dizaman Bung Karno sangat mengenal tindakan nasionalisasi ini mematikan rakyat 
sendiri.  Menghancurkan negara melalui nasionalisasi adalah cara yang paling 
cepat dan jitu.

Dulu semua perusahaan2 asing yang kena nasionalisasi seingat saya adalah Shell, 
Mobile Oil, CalTex, Sepatu Bata, Pabrik Gula Oey Tiong Ham, dan semua pabrik2 
Obat Belanda, Unilever, Phillips, dan lain2.

Setelah terjadinya nasionalisasi, semua pabrik2 dan perusahaan itu tutup tidak 
berproduksi sama sekali, pegawai2nya tidak ada yang dipecat tapi tidak satupun 
yang mendapatkan gaji lagi.

Di-mana2 hanyalah ada demo2 untuk menjarah siapa saja yang bisa dijarah, 
kejadian ini benar2 melumpuhkan negara Indonesia waktu itu dan hal ini berakhir 
setelah terjadinya G30S dimana ekonomi kembali bergerak membuat rakyat kembali 
bernafas.

Entahlah....  Aku heran kalo Prabowo itu begitu bodoh dengan kampanye 
Nasionalisasi ini, karena tak ada satupun yang akan memberikan suara kepada 
dirinya untuk ide2 yang menghancurkan negara ini, apakah memang dia ingin 
meneruskan cita2 bapaknya dalam mengkhianati bangsa Indonesia seperti yang 
dilakukannya dizaman Bung Karno???  Sejarahlah yang akan menjawabnya.

Katanya dia mau menasionalisasi perusahaan asing dan imperialistis, padahal 
perusahaan asing yang tersebar diseluruh Indonesia sekarang adalah dari Korea, 
Taiwan, China, Singapore, Jepang, Thailand, dan India.  Sedangkan investasi 
bule hampir boleh dikatakan semuanya sudah cabut.  Lhaaa.....  perusahaan2 
sesama Asia ini akan dijarah lalu mau makan apa bangsa ini kalo seluruh negara2 
asia ikut akhirnya memboikot dan mengembargo ekonomi akibatnya ??????  Apalagi, 
perusahaan2 asing yang masuk Indonesia sekarang ini selalu harus ada partner 
Indonesianya sehingga kebanyakan perusahaan Jepang bermitra dengan Astra, 
dengan IndoMotor, dan lain2 lagi.  Maka dengan penjarahan yang disebutnya 
nasionalisasi sama artinya juga menjarah perusahaan bangsanya sendiri disamping 
perusahaan2 asing.

Nasionalisasi atau penjarahan perusahaan2 asing akan selalu diikuti korupsi 
besar2an karena dalam proses nasionalisasi ini kontrol pemerintah benar2 tak 
terkendalikan, jadi bisa dibayangkan dalam keadaan biasa sajapun korupsi sudah 
merajalela apalagi setelah terjadinya nasionalisasi.  Memang penjarahan 
Nasionalisasi ini boleh dinamakan "Pesta Rakyat".

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke