Aturan Traffic Kanan-Kirinya Harus Ada Alasan Logis
                                
Semua aturan itu datangnya dari pemerintah, dari penguasa, dan penguasanya juga 
mengumpulkan pendapat dari rakyatnya.

Kalo pemerintah bikin aturan pajak, mungkin dizaman raja2 cuma untuk kekayaan 
sang raja saja pajak itu dipungut.  Alasan pajaknya naik gampang jawabnya yaitu 
untuk memperkaya sang raja. Kemudian kenapa raja itu kepingin kaya juga gampang 
jawabnya yaitu karena dia raja tentunya butuh bayar ini dan itu dimana 
kebutuhannya lebih banyak, tapi yang penting dari semua kebutuhannya adalah 
mempertahankan kedudukannya sebagai raja dan inilah biaya yang paling mahal 
yang selalu bersedia dibayar oleh sang raja.  Masalah ada yang berpendapat 
bahwa raja naikan pajak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, itu cuma 
reklame sang raja saja, karena menaikkan pajak itu kesejahteraan rakyatnya 
enggak mungkin jadi naik tapi malah anjlok.

Demikianlah, berbeda asal usul membuat aturan pajak dan membuat aturan traffic. 
 Karena kalo membuat aturan pajak pasti ada vested interest sang penguasanya.

Berbeda dengan aturan traffic disebelah kanan atau kiri, enggak ada bedanya 
kalo ditinjau dari sudut penguasa.

Jadi aturan traffic yang mengharuskan kendaraan itu berjalan dikanan disetu 
negara dan berjalan dikiri dinegara lain bisa dipastikan bukan vested interest 
sang penguasa melainkan ada pertimbangan2 teknis sehingga keputusan kanan atau 
kiri ditetapkan jadi aturan.  Yang pasti tidak mungkin ditetapkan jalan 
ditengah.

Ini cuma pertanyaan untuk membuktikan bagaimana logika anda dirusak oleh 
kepercayaan.  Memang banyak orang mengaku atheist juga dirusak, tetapi 
sebenarnya orang atheist itu juga dirasuk kepercayaannya yang kebetulan bukan 
berupa agama.  Membenci dan memusuhi agama seperti orang atheist itupun 
sebenarnya sama dengan agama.

Ada juga pembaca yang menjawabnya hampir benar, sayang enggak logis karena 
enggak menunjang kenapa harus kiri atau kenapa harus kanan.

Contohnya, ada pembaca yang menjawab, "itu aturan lalu lintas" jadi karena 
aturan itu merupakan UU lalu lintas otomatis semua harus mematuhinya saja.

Jawabannya memang bagus, bahkan benar sekali, tapi biarpun jawabannya benar, 
sayang enggak logis karena enggak menjawab kenapa kanan dan kenapa kiri.  
Dengan kata lain si penjawab tidak menjawab pertanyaannya melainkan melenceng 
ketempat lain yang tidak ditanyakan.


> feifei_fairy <feifei2...@...> wrote:
> Sebenarnya cara pemikiran barat mengenai
> mengemudi disebelah kanan adalah
> terbaik refleksi kesadaran otak dibandingkan
> jika mengemudi disebelah kiri, ini reflek
> khusus tubuh manusia bagian otak kiri dan
> kanan agar dampak kecelakaan minim.
> Ini bukan teori dan dapat di buktikan kebenaran
> ilmiah ini.
> 

Lhaaa..... dimana logikanya??  Menurut anda jawaban anda itu logis enggak 
berkaitan dengan pertanyaannya ???

Pertanyaannya khan bukan masalah reflex otak, bukan masalah pembuktian ataupun 
kebenaran ilmiah, masalahnya cuma jawaban yang logis untuk pertanyaan yang 
sederhana.

Masalah otak dominan yang kanan itu hanya pada orang kidal.  Pada orang yang 
dominan tangan kanan, maka otak yang dominant itu justru sebelah kiri.

Jadi, urusan aturan lalu lintas mobil di Amerika berjalan dikanan dan di 
Indonesia berjalan dikiri kalo anda pikir dengan tenang, bebaskan dari 
kepercayaan apapun juga, langsung aja terjawab dengan logis enggak ada yang 
bisa membantah.

Karena enggak ada hubungan mana yang lebih baik dikanan atau dikiri, karena 
terbukti kayaknya cuma Amerika yang kendaraan itu harus jalan disebelah kanan, 
sedangkan Indonesia cuma melanjutkan saja dari aturan Belanda yaitu berjalan 
disebelah kiri, bahkan di Eropah kabarnya semuanya jalan disebelah kiri.

Saya kasih petunjuk untuk menemukan jawabannya, yaitu enggak ada diseluruh 
dunia yang aturan lalu lintasnya harus berjalan ditengah.  Aturan lalu lintas 
itu jalannya cuma satu sisi saja yaitu dikanan atau dikiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke