*Pak ketut,*

Anda ini lucu...Sudah Jelas anda masuk di konteks pembicaraan saya dan
A...namun secara sepihak, anda buat kesimpulan yang semena2..



mari kita lihat kesalahan anda:

 *Ketut:*

Pak Eka,



Saya tidak akan minta maaf untuk sesuatu yang saya tidak merasa bersalah.
Anda bahkan terlalu PD menuntut maaf sebelum anda membuktikan apa-apa.



Mari kita lihat pengakuan anda :



*A:* Kalau pak eka mau merobek-robek BG dan gambar krisna, ya tidak akan ada
yang melarang kok toh itu cuma gambar dan kertas biasa, beda kalau misalnya
*yang bapak robek dan kecingi misalnya oatung yang ada dikuil*...bla..bla

*Saya: wah saya jadi pengen ngencingin nih...*pengen tahu ucapan sama
perbuatan sama tidak...biar tahu aslinya pengikut krisna itu tidak beda
dengan muslim...penyembah berhala tok.



Pada konteks ini, tidak ada kata "BILA" Pak.

Anda jelas mengatakan "wah.. saya jadi pengen ngencingin nih". Cobalah anda
renungkan apa arti kata2 anda itu dikaitkan dengan paragraf diatasnya yang
anda tanggapi. Mengenai object yang ingin dikencingi, kalau bukan BG dan
gambar krisna, lalu apa ? Patung yang ada di kuil ? kalau begitu kenapa ada
kata "pengen tahu ucapan sama perbuatan sama tidak...biar tahu aslinya
pengikut krisna itu tidak beda".. Sementara si A sudah mengatakan "beda
kalau misalnya *yang bapak robek dan kecingi misalnya oatung yang ada
dikuil". *


**

*
*

*Saya:*

*Ini adalah pembicaraan antara saya dan A, bahkan si A pun bertanya “mau
mengencingi apa nih?”*

**

*Lantas mengapa anda yang masuk dari tengah ngga tahu ujung pangkalnya
berani2nya mengambil kesimpulan BG dan gambar dora emon eh salah gambar
kresna?*

* *

*Ingat anda dengan gegabah mengatakan ini:*


"*Maka yang B maksudkan ingin dikencingi adalah gambar kelinci. Tidak
mungkin gambar yang lain, tidak mungkin object yang lain, karena tidak ada
obyek apapun yang masuk dalam pembicaraan itu selain gambar kelinci.*"**

* *

*Bukankah anda sudah lihat ada obyek yang lain disitu selain BG dan gambar
dora emon…eh maksudnya gambar kresna?*

* *

* *

*Ketut:*

Justru karena dalam hal yang menurut saya terang benderang begini anda masih
berkilah, maka saya merasa begitu bodoh, meski anda menghibur saya dengan
mengatakan "cuman melebih2kan". masih ingat ketika anda menyimpulkan teman
saya sebagai bodoh dan tidak menggunakan akal pikiran, karena menurut anda
dia sedang mengarahkan toa ke atas ? Menurut anda, lebih parah mana cara
menyimpulkan anda itu dengan cara menyimpulkan saya dalam konteks diatas ?
Ayolah pengikut budha, lihat kedalam hatimu !!



*Saya:*

Cara menyimpulkan anda sangat parah pak!.

Saya menggunakan titik pada kalimat ini:”* wah saya jadi pengen ngencingin
nih...” memang ada maksud tertentu…yaitu menunjukan bahwa anda semua yang
pikiran2nya terganggu akan bereaksi seperti yang kaya anda lakukan ini…dan
terbukti 100% saya benar, bukan?!*

* *

*Dan Jangan lupa..sudah saya jawab di milis itu bahwa di kolom KTP, agama
tertulis HINDU!..jadi tidak perlu melebar kemana2 deh..bukankah hindu dan
anda mengakui Buddha adalah Avatara Tuhan Hindu?!
*
**

*Anda tidak membaca dengan baik karena pikiran2 anda terganggu!*




Ketut:

Mengenai subject "curiga", anda sendiri sudah membaca dengan jelas apa yang
saya tulis disitu. Komentar yang anda cuplik *"....Bisa saja kecurigaan saya
benar. Dari blog yg dia buat,
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-veda.html,
sepertinya jelas ke mana arah tujuannya.]"
*itu memang benar. Tapi apakah itu yang menyebabkan anda di-ban dari milis ?
Saya katakan, BUKAN. karena tulisan yang anda cuplik itu tidak dibuat oleh
administrator yang mem-ban anda. Administrator jelas mengatakan, anda di ban
karena cara berdiskusi anda.





*Saya:*

Wah, kapan pernah saya mengatakan bahwa itu adalah tulisan ADMINISTRATOR?
Ini saja sudah membuktikan bahwa cara anda menarik KESIMPULAN adalah sangat
PARAH!


Saya tulis dengan jelas koq seperti ini,


“saya tetap berterima kasih atas bantuan klarifikasi pada email menggalang
kecurigaan orang pada saya yang dikirim secara PERSONAL kepada beberapa
orang member milis itu [11 orang] dengan menyampaikan fitnahan kejinya
terhadap saya di SUBYEK: CURIGA.
[note: anda bisa lihat ulang lihat lagi SUBYEK: CURIGA, [pengirim pertama]
di bagian paling bawah email itu tertera kalimat ini:...”



Lihatlah dengan baik...ada saya mengatakan ini dari ADM?. Dibagian lain saya
justru katakan bahwa,


” Mengapa saya katakan bukan alasan utama, karena di face book saya pada
kolom komentar, yaitu PERSIS dibawah komentar saya yang ini: "hasil dari
tulisan ini bagi orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai
berikut...dst..dst"]:


kemudian, Moderatornya menulis ini:

quote>
xxxxxxxx pada 21:45 11 Maret
Ha ha ha... sebuah keputusan yang sulit, karena tidak bisa menyenangkan
banyak orang. Jadi administrator memilih menyelamatkan suasana diskusi...
begeto. Silahkan menjadi peran lainnya lagi Eka... Damai saja..
 <unquote



Lihat, jelas sekali ia menanggapi komentar saya yang ini, “hasil dari
tulisan ini bagi orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai
berikut dst..dst”


Perlu anda CATAT..sebelum banned itu dilakukan ada email dengan SUBYEK:
CURIGA, yang dikirim personal *kepada 11 orang, termasuk pada ANDA, kepada
ADM, kepada petinggi PHDI, yang merupakan pengikut aliran HARE KRESNA!*



Ketut:

Kalau mengenai kontent, *saya jelas pernah mengatakan ingin menyobek satu
lembar MDS. Teman2 ada pro kontra, tapi saya tidak di ban tuh*. *Hindu jelas
sekali tidak memberhalakan BG, MDS, bahkan Veda sekalipun. Saya juga sudah
pernah tulis menanggapi salah satu email anda, silakan beli satu truk veda
dan BG, kencingi semua.* Penjual buku pasti senang karena bukunya laris,
lalu besoknya pesan lagi ke tukang cetak. Tukang cetak juga senang. *Veda,
BG, tidaklah suci karena ditulis dibuku. Ia suci karena kami menganggapnya
suci.* *Kencing anda pada buku dimana cloka2 itu dicetak tak akan mengurangi
kesuciannya.* Kesuciannya, bagi kami, tak terletak pada benda dimana dia
dicetakkan, tapi pada makna dan pengetahuan spiritual yang ada pada cloka2
itu.





*SAYA:*

Jelas  sekali bahwa:

TIDAK ADA sama sekali saya mengatakan  “ingin mengencingi BG”..

Yang saya katakan adalah “*bagaimana perasaan bapak bila gambar krisna saya
robek2**...dan saya sirami air kencing*” dan “Wah saya ingin
mengincingi…[titik-titik]”



Dan ternyata Tulisan anda di atas *MALAH MEMPERTEGAS bahwa SAYA TIDAK DI
BANNED karena “kencing dan robek”…*



So, apa lagi yang perlu anda bantah?! Silakan anda meminta maaf sepatutnya
kepada saya sekarang.





*Ketut:*

Itulah mengapa anda  tidak perlu mengalami ancaman pembunuhan di milis Hindu
atau tidak ada yang menghalalkan darah anda karena tulisan2 anda itu.
Dimilis hindu anda subscribe lalu anda ingin mengencingi BG dan gambar
krisna, anda di-ban. Cobalah anda lakukan itu di komunitas lain, saya ingin
tau apa yang akan mereka lakukan pada anda :)



*Saya:*

Hehehe…komentar anda ini bertentangan tuh dengan komentar anda
sebelumnya..anda tidak KONSISTEN dengan alasan anda sebelumnya..sebelumnya
kata2 kencing dan robek tidak akan ini saja sudah membuktikan bahwa alasan
kencing dan ROBEK adalah alasan sayur!... Silakan anda meminta maaf
sepatutnya pada saya sekarang.





*Ketut *

Tapi saya tidak ingin berdebat tentang ini lagi. Terserah tanggapan anda
seperti apa. Saya mohon maaf kepada audience zamanku karena membawa diskusi
di milis lain kesini. Saya hanya ingin mengklarifikasi sesuatu yang menurut
saya tidak sesuai. Bila si pengirim merasa tidak ada yang tidak sesuai, ya
itu terserah dia. Jaman ini, bahkan koruptorpun masih bisa merasa suci dan
tampil sok religius. Jadi, peran saya cukup sampai disini. Banyak hal yang
lebih penting untuk saya kerjakan.



*Saya:*

Hehehe…Bukti kronologis dibawah sudah menunjukan bahwa anda 3 kali sudah
mempermasalahkan masalah ini dan BERUPAYA KERAS MENGALIHKAN alasan BANNED
milis karena TULISAN SAYA yaitu: *Bhagavad GITA bukan Pancama Veda [Veda ke
5]* menjadi kearah kata-kata yang TIDAK PERNAH SAYA UCAPKAN!



Silakan anda laporkan upaya2 JIHAD yang telah anda lakukan pada ADM,
petinggi PHDI [yang juga petinggi ALIRAN HARE KRESNA yang jelas2 bahkan
PENDIRINYA SENDIRI-pun Menyatakan alirannya bukan BAGIAN dari HINDU,Note:
silakan lihat tulisan itu yang merupakan bagian dari BG bukan Pancama Veda]
dan anggota milis lainnya dalam membela kehormatan milis yang tidak
terhormat itu?



Mengapa?



Karena kebenaran tulisan saya hingga saat inipun tidak pernah DAPAT kalian
BANTAH ISINYA kecuali Mempermasalahkan yang bukan SUBSTANSI ISI!


Salam.


------------------------------------------------------------------------

* *

Ketut ke...@infracell.net”



http://groups.yahoo.com/group/zamanku/message/54614





Wirajhana:

http://groups.yahoo.com/group/zamanku/message/54590





Ketut:

http://groups.yahoo.com/group/zamanku/message/54578





Wirajhana:

http://groups.yahoo.com/group/zamanku/message/54501





Ketut:

http://groups.yahoo.com/group/zamanku/message/54481



* *

*From:* Wirajhana <wirajh...@gmail.com>

*Bhagavad Gita bukan Pancama
Veda!<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-veda.html>
*


*Pengantar*
Konon katanya, Pesamuan Campuan Ubud-Bali entah tahun yang mana [mungkin
pada 17-23 November 1961] menghasilkan piagam Tjampuhan, salah satu hasilnya
adalah menetapkan Bhagavad gita sebagai pancama Veda. Karena itu sudah
merupakan keputusan, maka marilah kita uji benarkah Bhagavad Gita merupakan
Pancama Veda [Veda yang ke-5].

Umumnya kita mengenal bahwa Bhagavad Gita merupakan bagian dari Kitab
sejarah [Itihasa] MahaBharata, tepatnya di bagian Bhisma Parwa. Pada
literatur religius Hindu India, kisah-kisah digolongkan menjadi:

   - Kavya (isinya bisa jadi tidak benar namun dituliskan dengan cara yang
   sungguh Indah),
   - Purana (Cerita-cerita yang tidak sungguh-sungguh terjadi namun memiliki
   nilai pendidikan, tujuannya agar orang mengerti bahwa dengan berbuat baik
   akan mendapat pahala baik),
   - Itikatha merupakan kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis
   ataupun kejadian-kejadian yang berbeda-beda dan
   - Itihasa berasal dari kata ‘hasati’ = tertawa, merupakan bagian Itikata
   yang mempunyai nilai pendidikkan

Mahabharata sebagai Itihasa diyakini umum dituliskan oleh Begawan Byasa atau
Vyasa [artinya Pembagi/Pembelah/penyusun].

Benarkah Vyasa merupakan pengarang Veda?
----*

Tulisan diatas, merupakan cuplikannya...hasil dari tulisan ini bagi
orang-orang hindu dimilis Hindu-Dharma Net adalah sebagai berikut:*

----- Forwarded Message ----
From: xxxxxxx, 
"xxxx...@...<http://groups.yahoo.com/group/zamanku/post?postID=frapoLNNhLWLIcEQk5GZg03rC9L3AWwgzS08Q59yjEYDd3F9uuAGFdSqUQeNwcDUz5FIq1g1TwuI7ghI>
"
To: HDNet 
"hindu-dha...@...<http://groups.yahoo.com/group/zamanku/post?postID=lZEYMWn2w4kJgKobdFMQJwEAkhR8ZyWdGbQApCOlBbcqRfEnN1LdCULQNgNSdWlPEBT-eWxZCmEcrrfz>
"
Sent: Wednesday, March 11, 2009 9:22:24 PM
Subject: [hindu] Banned untuk member yang tidak Santun

Om Svastyastu,

Setelah diskusi beberapa kali, kami administrator dengan sangat menyesal
mencekal anggota (bp.Wirajhana) yang secara sengaja menulis dengan kata2
yang tidak santun dan menghina. Apalagi secara sengaja dan berkali2 menghina
kitab yang dianggap suci oleh umat hindu pada umumnya (seperti Veda dan
Bhagawadgita) . Jadi bagi rekan2 lainnya, tolong tetap dijaga sopan santun
dalam berdiskusi.

Selamat melanjutkan diskusi,
Namaste,
xxxxxxxxx
--------------------------------------------------------
*
Benarkah ini merupakan penghinaan dan tidak santun?

Jika tertarik mengetahui lebih lanjut silakan lihat di:

http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/03/bhagavad-gita-bukan-pancama-veda.html
*
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke