Syariah Islam Harus Anti-Nasionalisme
                                              
Nasionalisme melindungi batas negara.
Islam menolak batas negara.
Nasionalisme dipersatukan oleh satu bahasa Indonesia.
Islam dipersatukan dengan satu bahasa Arab.

Nasionalisme merupakan kerja sama gotong royong sesama bangsa meskipun 
berlainan agamanya.

Islam merupakan saling tolong sesama umatnya meskipun berlainkan kebangsaannya.

Nasionalisme berjuang memajukan bangsanya agar sederajat dengan bangsa2 lainnya.

Islam berjuang memajukan umatnya agar lebih tinggi derajatnya dari umat agama2 
lainnya.

Nasionalisme mempersyaratkan kesadaran akan kepentingan bangsanya.

Islam mempersyaratkan kesadaran akan kepentingan keimanan agamanya.

Kalo anda beragama Islam, maka anda wajib atau harus membela sesama Islam 
meskipun tidak harus memusuhi yang bukan Islam.

Aikibatnya, karena orang Yaman dan orang Pakistant itu beragama Islam, maka 
mereka itu wajib anda membela, membantu, dan menyelamatkan mereka misalnya, 
membuatkan ktp palsu agar mereka selamat tidak dipenjara karena masuk ke 
Indonesia.  Membuatkan paspor palsu agar bisa menyelamatkan mereka tinggal di 
Indonesia.

Yang paling celaka, anda harus menyelamatkan mereka agar jangan ditangkap 
polisi karena meledakkan bomb2.  Anda menyelamatkan sesama Islam bukan 
menyelamatkan penjahat.  Jadi meskipun mereka adalah penjahat tetapi karena 
beragama Islam, maka kacamata anda bukan kepada kejahatannya tetapi kepada 
agama Islamnya.

Padahal kalo dikaitkan tindakan kejahatan orang asing dengan negara, maka 
tindakan pengeboman oleh orang Asing termasuk rongrongan terhadap kepentingan 
nasionalis.  Sedangkan sikap anda yang membela penjahat yang merongrong 
keamanan nasional negeri anda merupakan pengkhianatan.

Kesimpulannya, menjadi muslimin tidak mungkin bisa menjadi nasionalis karena 
untuk menjadi seorang nasionalist kepentingan agama malah harus dikorbankan.

Tetapi Gus Dur berpendapat bahwa menjadi muslimin dan menjadi nasionalist bisa 
berjalan bersama.  Dilain pihak kaum muslimin menuduh Gus Dur bukan Islam dan 
Gus Dur menuduh mereka bukan nasionalist.

Kaum muslimin yang bersebrangan dengan Gus Dur tidak keberatan dituduh Gus Dur 
sebagai bukan nasionalist, tetapi Gus Dur sendiri kebakaran jenggot karena 
dituduh bukan muslimin.  Wajar kalo akhirnya Gus Dur lebih suka mempertahankan 
ke muslimin-annya daripada ke nasionalis-an-nya karena menjadi muslimin banyak 
yang membayar dirinya, sebaliknya menjadi nasionalist malah dikejar pajak.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke