Quran Membenarkan Kitab2 Terdahulu Yang Salah !!!
Membenarkan yang dahulu sama sekali bukan berarti benar. Yang terdahulu pasti
lebih salah dari yang lebih baru, dan yang terbaru pasti lebih benar daripada
yang terdahulu.
Oleh karena itulah manusia yang menjadi lebih maju karena mereka selalu
berusaha menemukan yang lebih baru dan memperbaiki yang terdahulu.
Sebaliknya mereka yang tetap mempertahankan yang lama akan terikat kepada yang
terdahulu, terbelenggu oleh masa lalu yang penuh kesalahan2 yang tidak bisa
disadarinya pada waktu itu dan tidak bisa disadari karena tidak pernah masuk
kedalam hal2 yang lebih baru.
Mempertahankan ajaran yang lama bukan menjadikan ajaran itu menjadi baru tapi
menjadikan mereka lebih mundur dari mereka dimasa yang lama itu sendiri.
> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Dulu baru saya sebut ttg Kitab Perjanjian
> lama padahal Quran membenarkan kitab2
> yang terdahulu,la mana yang Perjanjian
> Baru?
Meskipun Quran membenarkan kitab2 terdahulu yang sudah lama, bukan berarti kita
harus membenarkan Quran. Justru itulah kita jadi tahu pasti bahwa Quran salah
karena isinya membenarkan kitab2 terdahulu yang sudah dipastikan salahnya.
Dizaman sekarang semua orang sudah tahu, semua yang baru itu diterbitkan selalu
untuk memperbaiki yang lama yang sudah dianggap salah. Kalo Quran membenarkan
yang salah, maka artinya Quran itu pasti salah. Semua manusia dizaman sekarang
cuma menggunakan yang benar bukan menggunakan yang salah, itulah sebabnya Quran
tidak pernah digunakan manusia diseluruh dunia kecuali umat Islam yang
diracuninya tentunya sehingga selalu juga berbuat salah yang sama dengan
kesalahan Quran itu sendiri.
Kenapa perlu dilanjutin ???
> Yesus pesan kpd muridnya bahwa ajarannya
> belum selesai padahal life timenya sudah
> hampir habis. Apa yang dimaksud tdk berkata
> kata dari dirinya sendiri? Ya kan Muhammad
> denger dari Jibril baru dikatakan pada
> umatnya,
Karena sekarang life time-nya sudah habis tidak bisa dikatakan hampir habis.
Waktu itu dilanjutkan kepada Muhammad, tapi harusnya juga sama, life time-nya
juga sudah habis, dilanjutkan kepada Ghulam Ahmad yang life time-nya juga sudah
habis sekarang ini.
Tapi life time-nya ibu Lia belum habis jadi tak perlu dimusuhi apalagi
menghukumnya seperti halnya memusuhi atau menghukum Yesus, Muhammad, dan Ghulam
Ahmad yang memang sudah habis life-time-nya.
Khan sudah saya katakan, tidak ada kitab2 terdahulu yang pernah dibenarkan oleh
semua negara2 diseluruh dunia yang menjadi anggauta UN. Jadi untuk apa
membicarakan kitab2 terdahulu yang tidak pernah dibicarakan lagi itu ???
Kitab2 terdahulu itu hanya dibicarakan dulu ribuan tahun yang lalu, dan
sekarang kita cukup membicarakan kitab2 penerbit luar negeri yang terbaru saja.
Bagi orang2 Kristen, kitab perjanjian lama dianggapnya hanya sebagai kitab
sejarah yang salah yang harus diperbaikinya dalam kitab perjanjian Baru. Jadi
ajaran Kristen bertujuan membawa umat Kristen untuk meninggalkan ajaran dari
kitab perjanjian lama dan mengimani kitab perjanjian baru. Kenapa mereka
menamakannya "Kitab Perjanjian Lama" ???, bukan lain karena segala yang
dinamakan "lama" itu harus ditinggalkan dan diganti yang "baru".
Celakanya, anda itu bukan beragama Kristen tapi beragama Islam sehingga
tersesat memahami keimanan orang2 Kristen yang sekarang ini, karena dalam
kenyataannya, meskipun kitab itu hingga detik ini dinamakan "Kitab Perjanjian
Baru", tetapi karena berasal dari penerbitan ribuan tahun yang lalu, maka sudah
tidak lagi "baru" melainkan kitab perjanjian Baru ini sudah dianggap lama dan
juga tidak lagi dipertahankan oleh mereka.
Jadi karena kitab yang baru ini sekarang ini sudah menjadi lama, maka tidak
lagi dianggap benar karena semua kitab2 terdahulu yang dibenarkan Quran tidak
mungkin dibenarkan lagi oleh dunia manusia sekarang yang banyak memiliki kitab2
yang lebih baru lagi.
Untuk lebih mendalam dan detail memahami perbedaan kitab2 lama yang terdahulu
itu yang sudah tidak berlaku, sebaiknya anda berkunjung kepenjara untuk beriman
kepada nabi yang baru yaitu ibu Lia. Beliau inilah yang membawa kitab2 yang
terbaru bukan melalui penderitaan dikayu salib di Golgota di Israel, melainkan
penderitaan penjara Islamiah di Indonesia dikota suci Jakarta.
Ny. Muslim binti Muskitawati.