Enggak Mungkinlah IGGI Dibubarkan Suharto !!!
                                               
IGGI itu hanyalah gabungan negara2 yang memberi kredit kepada Indonesia.  Bukan 
berarti organisasi ini dibentuk oleh pemerintah RI.  Negara2 yang bersedia 
memberikan kredit kepada Indonesia melakukan pertemuan untuk saling tukar 
informasi mengenai penggunaan kredit yang diberikan, mengenai tujuan kebutuhan 
kredit, dan mengenai jumlah kebutuhan kredit yang diminta.

IGGI itu dibentuk karena negara2 yang tergabung didalamnya bersedia memberi 
kredit.  Tetapi kalo ada negara yang mulanya bersedia memberi kredit tapi 
kemudian membatalkan kredit yang mau diberikannya, otomatis negara ini akan 
keluar dari IGGI, tapi bukan berarti negara ini ditendang keluar karena tak ada 
yang bisa menendangnya ataupun berhak menendangnya karena kumpul2 antar negara 
IGGI cuma sebatas tukar informasi dari calon penerima kredit.

Apabila semua negara sudah menolak memberikan kredit kepada RI, otomatis saja 
semuanya bubaran bukan dibubarin tapi bubar dengan sendirinya.

Lalu kenapa koran2 di Indonesia memberitakan bahwa RI atau Suharto membubarkan 
IGGI ????  Inilah yang namanya politik banggakan diri menutupi buruknya 
perbuatan sendiri yang korupsi, yang maling atau memalingi dana orang luar.


> "Sunny" <am...@...> wrote:
> Terlalu miskin pengetahuanmu.
> 


Kalo anda memang berusaha mengejar pengetahuan, tetapi karena sensor dari 
negara dan agama yang ketat sehingga anda jadi kurang tahu mengenai ilmu 
pengetahuan, maka kondisi ini cukup tepat kalo disebut sebagai "ILMU 
PENGETAHUAN"

Sebaliknya kalo kurangnya pengetahuan anda akibat kepercayaan dan keimanan anda 
kepada Islam yang selalu menganggap Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan dan 
semua ilmu pengetahuan yang dikuasai orang kafir itu berasal dari menjiplak 
ajaran Islam, maka kekurangan anda dalam ilmu pengetahuan disini bukan disebut 
sebagai miskin ilmu pengetahuan, melainkan "TUNA PENGETAHUAN"

Tuna pengetahuan berbeda dari miskin pengetahuan, karena kalo miskin 
pengetahuan diberi kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan melalui belajar 
ataupun membaca maka akan menjadikan anda tidak lagi miskin pengetahuan.

Sebaliknya dalam tuna pengetahuan, bukanlah berarti kekurangan pengetahuan 
melainkan semua pengetahuan itu tidak bisa masuk, tidak bisa dicerna, tidak 
bisa dipahami karena logika otaknya sudah dirusak oleh kepercayaan dan keimanan 
Islam yang menganggap agamanya sebagai pengetahuan.

Miskin artinya "kekurangan"
Tuna artinya "cacat".

Misalnya, memahami bahwa pemerintah RI membubarkan IGGI termasuk tuna 
pengetahuan, karena sebenarnya justru bahwa IGGI membubarkan dirinya karena 
sudah tidak bersedia memberikan kredit2 baru yang diminta pemerintah Suharto 
waktu itu akibat korupsinya yang luar biasa.

Karena IGGI itu dibentuk cuma bertujuan untuk memberikan kredit kepada 
Indonesia.  Tapi kenyataannya Mr.Pronk naik pitam sewaktu menemukan bahwa 
kredit itu dikorupsi sehingga menolak permintaan kredit baru oleh Presiden 
Suharto.

Kalo anda bisa berpikir logis, mana mungkin Suharto bisa membubarkan IGGI ????  
Karena pada hakekatnya dibentuknya organisasi gabungan negara2 yang memberikan 
kredit kepada Indonesia justru untuk mempermudah negara2 tsb saling tukar 
informasi kalo ada kecurangan dan korupsi dari Indonesia yang mendapatkan 
pinjaman itu sehingga bisa ditangani secara ber-sama2.  Itulah sebabnya begitu 
ditemukan korupsi, mereka langsung membubarkan diri bukan dibubarkan Suharto.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke