Hukum/Aturan/UU Salah Harus Dilarang Bukan Disyahkan !!
                               
Kalo memang pernikahan dibawah 17 tahun itu dilarang oleh UU atau dilarang 
secara hukum, maka pernikahan seperti ini jangan disyahkan Dept.Agama tetapi 
dinyatakan terlarang.

Karena Syariah Islam membolehkan bahkan memberi pahala kepada mereka yang 
menikahi gadis2 dibawah 17 tahun, maka seharusnya Syariah Islam ini dilarang 
karena melanggar Hukum Negara.

Kalo kita tahu bahwa HAM melarang menikahi anak dibawah umur 17 tahun padahal 
Syariah Islam bukan cuma membolehkan bahkan menganugerahi pahala kepada 
muslimin yang menikahi gadis2 dibawah 17 tahun, maka harus dinyatakan bahway 
Syariah Islam melanggar HAM.

Semua ini diperlukan ketegasan untuk menghindari double standard dalam 
pelaksanaan hukum negara yang berakibat jatuhnya korban2 yang tidak berdosa 
seperti yang dialami Syech Pujiono yang kaya raya ini.  Akibatnya, Syech 
Pujiono ini hanyalah jadi bulan2an pemerasan aparat dan sama sekali bukan 
contoh penegakkan hukum bahkan merupakan pelanggaran hukum oleh negara itu 
sendiri.

> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Jane kalau Syech itu taat Islam
> kepenak hidupnya.Kan Islam nyuruh
> warganya mentaati kepala negaranya
> (Khalifah),kan selama ini semua
> Presidennya RI Islam.

Presiden itu bukan caliph, jangan mudeng2, bukankah ente sendiri yang bilang 
kalo umat Islam masih menunggu datangnya khilafah Islamiah??

Kenyataannya Syech Pujiono yang mentaati hukum Islam tidak bisa disalahkan 
karena memang hukum Islam itu diakui dalam hukum negara sendiri.

> La pemerintah sekarang ini melarang
> perkawinan dibawah 17 th,

Lhaaa....  kalo memang pemerintah melarang perkawinan gadis dibawah 17 tahun, 
kenapa Dept.Agama yang merupakan pelaksana yang memeriksa dan mengsyahkan 
perkawinannya itu malah mengizinkannya ???  Lalu dimana salahnya Syech Pujiono 
yang cuma melaksanakan apa yang sudah ribuan tahun diketahuinya dan dijalankan 
jutaan orang2 di Indonesia dan di-negara2 Islam lainnya ????

UU negara melarang pernikahan dibawah 17 tahun tapi Syariah Islam membolehkan, 
maka kalo menurut umat yang taat kepada Islam yang benar adalah Syariah Islam.  
Lalu kenapa aturan yang salah itu justru tidak dilarang ???  Yang tidak benar 
atau yang melanggar itu khan harus dilarang bukan malah disyahkan !!!!

> Dulu jaman Londo orang malah bebas mau
> kawin umur berapa,mbah saya dan orang2
> pada jaman itu kawin dalam keadaan belum M

Jangan nyasar, yang jadi pembicaraan itu adalah yang berlaku sekarang ini bukan 
zaman dulu.  Dulu juga di Amerika boleh melakukan perbudakan, dulu tahun 50-an 
di Amerika ini isteri yang serong boleh ditembak ditempat oleh suaminya, dan 
cowoknya juga boleh langsung ditembak ditempat.

Naaah.....  kita bukan memperbincangkan dulu2nya, tapi sekarang ini.  Secara 
hukum negara, Syariah itu diakui negara, dan melalui pendidikan SD hingga SMA 
enggak pernah ada pendidikan pengetahuan tentang HAM melainkan wajib mengerti 
dan melaksanakan ajaran Islam, begitulah alam kehidupan Syeh Pujiono yang tidak 
bisa disalahkan.

Kalo memang UU negera melarang pernikahan dibawah 17 tahun sedangkan Syariah 
Islam justru membolehkannya, maka kalo mau dipakai kedua hukum ini hasilnya 
kayak si Syeh Pujiono ini.  Yaitu kalo pelakunya kaya raya maka dia ditangkap 
dituduh pelanggar UU pernikahan dibawah umur.  Tetapi kalo pelakunya miskin, 
dibiarin aja enggak ada duitnya buat diperes rame2, padahal khan juga melanggar 
Syariah yang mempersyaratkan mereka yang menikahi wanita wajib mampu memberi 
nafkah.

Begitulah, yang namanya UU negara enggak boleh double standard, dan kalo 
terjadi double standard bukan tertuduh yang melanggar yang disalahkan dan 
dihukum tetapi kesalahan negara dan pejabat2nya.

Itulah sebabnya agar bisa syah, sudah berulang kali saya katakan, ajaran agama 
Islam harus dilarang disemua sekolah2 yang dibiayai negara.  Agama Islam cuma 
boleh diajarkan di-mesjid2 atau di-sekolah2 swasta yang dananya berasal dari 
umat Islam sendiri.

Pemerintah harus menyatakan bahwa Syariah Islam bukan hukum negara dan dilarang 
untuk ditegakkan dinegara ini karena hukum negara cuma ada satu bukan ada tiga 
atau empat.  Semua sekolah yang dibiayai negara hanya mengajarkan UU dan hukum 
negara yang berdasarkan Pancasila bukan berdasarkan Syariah Islam.  Juga semua 
sekolah harus mengajarkan HAM dan penegakkannya yang nyata2 bertentangan dengan 
Syariah Islam.

Pemerintah harus menekankan bahwa Syariah adalah melanggar HAM.

Demikianlah kalo semua yang saya katakan itu bisa dijalankan, maka kasus 
penangkapan se-wenang2 dan pemerasan2 yang terjadi seperti yang dialami oleh 
Syech Pujiono tidak akan mungkin bisa terjadi.

SEKALI LAGI SAYA TEKANKAN, Pelanggaran ini bukan dilakukan oleh Syech Pujiono 
melainkan oleh Dept. Agama yang mengesyahkan pernikahan ini.  Jadi kalo mau 
dianggap salah, tangkap dan penjarakan saja petugas2 Dept. Agama tsb.  Syech 
Pujiono hanyalah korban dari tindakan2 korup para petugas di Dept. Agama.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke