Cengkeraman Kapitalisme Global dan Potensi
Perlawanannya



 

……. kini etos infatilisme seperti kata Barber, menjadi
semacam ideologi untuk memelihara kegairahan dunia konsumsi untuk
keberlangsungan kapitalisme global masa kini. Dan masyarakat ‘konsumen’ 
Indonesia sadar atau tidak sadar telah
dikendalikan dan dicekoki untuk mengkonsumsi komoditi-komoditi, gaya hidup, 
selera yang
semakin memerosotkan kemanusiaan dan menghancurkan karakter. 



Sementara itu wilayah-wilayah inti yang membentuk kebudayaan kita telah pula
secara dalam di obok-obok oleh Kapital. Joost Smiers melalui bukunya “Art Under
Pressure” (Insist Press 2009) memaparkan bagaimana segelitir korporasi budaya
(perusahan transnasional, konglomerasi budaya dan korporasi-korporasi raksasa
lainnya) telah memaksa kita untuk hanya menyukai (mengkonsumsi) karya-karya
seni tertentu, dari mulai film, buku, tari, kerajinan, patung hingga seni
pertunjukkan. Sekali lagi semata-mata untuk memelihara kegairahan dunia
konsumsi untuk keberlangsungan kapitalisme global.

 

Selanjutnya silah kunjung

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/03/sihir-konsumsi-dan-masyarakat.html

 




      

Kirim email ke