Bung Karno Jadi Korban Ganefo dan Conefo Akibat Ditipu Arab
                            
Arab tetap Arab, sejak zaman jahiliah memang mendominasi dunia tipu menipu.  
Tetapi menipu itu bukanlah kepandaian melainkan karena tidak punya kepandaian.

Bung Karno keluar dari PBB karena janji bohong Arab dan Islam, namun terlambat 
menyadarinya, devisa habis, harga diri di-injak2, rakyat dan pendukungnya 
dijagal ber-juta2 dan mayat2nya memenuhi semua sungai2 dan kali2 diseluruh Jawa.

> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Makane Bung Karna itu walaupun Nasionalist
> dia menolak Israel di Asian Game ke-4 di
> Jakarta.


Bung Karno sudah jelas melakukan kesalahan, dia memang menolak Israel masuk ke 
Asian Games di Jakarta, akibatnya rekor2 Asian Games di Jakarta yang dipecahkan 
oleh Sarengat tidak diakui dunia Internasional.

Sebetulnya bukan maksud Bung Karno ingin menolak Israel, karena Indonesia 
termasuk Bung Karno enggak ada urusan apapun dengan Israel.  Justru penolakan 
terhadap Israel itu sebenarnya strategi politik untuk membujuk negara2 Arab dan 
Islam agar mendukung rencana Bung Karno dalam membubarkan Olympiade.  Caranya 
Bung Karno dibantu Cina waktu itu menghamburkan uang untuk pesta olah raga 
Ganefo yang direncanakan untuk memboikot Olympiade.

Negara2 Arab dan Islam berjanji akan mensukseskan Ganefo dan akan keluar dari 
IOC tapi dengan syarat Bung Karno menolak dan mengisolasi Israel.

Demikian juga dengan Cina, mereka berjanji membantu dana dan fasilitas alat2 
olah raga untuk suksesnya Ganefo, tapi juga dengan Syarat yaitu menolak 
masuknya Taiwan dalam Asian Games.

Karena kemakan janji, atau tertipu janji2 Arab itu, akhirnya Bung Karno yang 
sangat ambisius itu mengikuti permintaan mereka.

Akhirnya Israel dan Taiwan ditolak berpartisipasi dalam Asian Games di Jakarta 
yang mengakibatkan semua prestasi yang dihasilkan dalam Asian Games di Jakarta 
dianulir, tidak diakui sehingga nama Indonesia dalam prestasi Olah raga tidak 
menonjol sama sekali.

Celakanya, janji2 Arab itu ternyata bohong, padahal mereka janji akan memboikot 
Olympiade dan akan mesukseskan Ganefo tapi justru sebaliknya semua negara2 Arab 
dan Islam justru mengirimkan atlit2 mereka yang kelas satu ke Olympic Games, 
dan tidak mengirimkan atlit2 ke Ganefo sehingga bukan Olympiade-nya yang 
diboikot oleh Arab dan Islam ini melainkan Ganefonya yang diboikot sehingga 
arena pertandingan cuma terisi oleh atlit2 Cina dan Indonesia saja dalam 
berbagi Medali2 itu.

Namun negara2 seperti Mesir yang katanya sahabat dengan RI yaitu presiden Gamal 
Abdul Nasser, masih juga mengirimkan atlit2 tingkat juara2 keluarahan disana 
sedangkan atlit2 kelas satu mereka tetap bersaing merebut medali2 di Olympiade.

Bung Karno betul2 kenyang ditipu oleh Arab2 Islam diseluruh dunia, duit habis 
yang tinggal cuma hutang, janji Arab mau bantu dana buat Ganefo tidak pernah 
dikirimkan.  Padahal untuk membujuk negara2 Arab Islam itu saja perlu 
menghabiskan uang rakyat hingga rakyat disuruh mengencangkan ikat pinggang demi 
kebanggaan Ganefo.

Demikianlah Ganefo benar2 memalukan, dan Bung Karno juga benar2 malu.  
Subandrio yang memimpin team Safari untuk membujuk negara2 Afrika dan Arab 
semula yakin kalo mereka akan benar2 setia kepada janji2nya.  Ternyata meskipun 
Indonesia sudah banyak berkorban untuk mereka, justru mereka menghancurkan 
mimpi Bung Karno dengan membebani hutang2 yang tak kuat dibayar rakyat kita 
waktu itu.

Pengkhianatan negara2 Arab bukan cuma di Ganefo, Indonesia waktu itu oleh Bung 
Karno setelah berembuk dengan negara2 Arab semuanya kompak mau keluar dari PBB, 
bubarkan PBB bangun Conefo yaitu Konperensi New Emerging Forces.

Pada hari D, Bung Karno berpidato dimuka rakyat Amerika disidang Dewan Keamanan 
PBB, beliau mengajak semua negara2 Asia, Afrika, dan Amerika latin untuk sama2 
keluar dari PBB dan mendirikan Conefo yang pusatnya di Jakarta.  Tempik sorak 
gemuruh se-olah2 langit di Amerika ambruk.  Semua menyatakan mendukung Bung 
Karno, dan Bung Karno bersumpah serapah dimuka podium Dewan Keamanan PBB 
menyatakan kami negara Republic Indonesia dengan ini menyatakan keluar dari 
United Nation.  Dibawah tempik sorak orang2 Arab dan Islam Bung Karno langsung 
balik kembali ketanah air yang disambut massa PKI dan NU yang semuanya 
mengibar-ngibarkan sang saka dengan penuh kebanggaan se-olah2 kemenangan sudah 
ditangan.

Ternyata apes lagi, Indonesia keluar dari PBB, tapi arab2 itu enggak ada 
satupun yang keluar malah makin lekat dengan PBB hingga detik ini.

Bung Karno betul2 bermuka gedek, dibikin malu habis2an, muka dicuci dengan 
lumpur masih diguyur ketawa ketiwi oleh orang2 Arab diluar negeri.  Setiap 
ketemu orang Indonesia si Arab mengacungkan jempolnya tinggi2, tapi mendadak 
jempolnya dibalikan nukik kebawah sambil ketawa ter-bahak2.

Bagaimana dengan Cina???  Cina memang ditolak untuk jadi anggauta PBB meskipun 
demikian setiap tahun Cina itu masih terus saja mendaftarkan diri, sampai 
akhirnya mereka diterima di PBB sementara Indonesia diluar PBB.

Akibatnya bukan main, ekonomi Indonesia betul2 hancur setelah keluar dari PBB, 
penderitaan rakyat RI yang sudah tidak tahan lagi akhirnya dituntaskan oleh 
Suharto, keluar dari mulut singa masuk kemulut Buaya, demikianlah nasib bangsa 
yang revolusioner ini dibawah Bung Karno yang kenyang ditipu oleh Islam.

Belum cukup Sukarno di-ulek Arab, G30S Pecah, massa Islam membantai orang2 PKI 
dan pengikut Bung Karno, singkat ceritanya habislah Bung Karno akhirnya.

Namun kita generasi muda harus belajar dari pengalaman, pengalaman2 buruk yang 
dialami Bung Karno boleh dianggap sebagai ketololan, namun ketololan itu bukan 
berasal dari otaknya yang tolol melainkan berasal dari orang2 dan negara2 yang 
tidak seharusnya dia percaya.  Akibatnya, seorang pemimpin bangsa ditipu Arab, 
maka yang jadi korban tentu rakyatnya juga.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke