Kalo lawan cuma satu dua, tiga, empat, atau sepuluh oleh Yesus
ditantang duel karena badanya memang tegap kuat lebih hebat daripada
gladiator dan ini bahkan dibuktikannya sewaktu memanggul kayu salibnya
ke puncak Golgota.



Ah, mbah musk, percaya aja sama film the passion of the Christ. James Caviezel  
yang berperan sebagai Jesus dalam film tersebut lumayan  tegap dan gantenglah, 
namun jangan percaya Yesus itu seperkasa gladiator. Mana ada seorang pun 
gladiator dari keturunan bangsa Yahudi yang pernah terkenal di jaman kekuasaan 
kaisar Romawi. Gladiator-gladiator ada karena ambisi untuk mengusai dan 
menaklukkan.  Dari perjanjian lama kita tahu bahwa bangsa Yahudi itu hanyalah 
bangsa yang bodoh, keras kepala, selalu dijajah bangsa lain, pintar 
merengek-rengek pada TuhanNya, Yahwe. Untung saja Tuhan mendengarkan 
seruan-seruan mereka kalau tidak bangsa ini sudah lama punah.

--- Pada Jum, 27/3/09, Hafsah Salim <muskitaw...@yahoo.com> menulis:

Dari: Hafsah Salim <muskitaw...@yahoo.com>
Topik: [zamanku] Beda Sintong dan Prabowo Cuma Terletak Pada Backingnya !!!
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Tanggal: Jumat, 27 Maret, 2009, 10:23 AM











    
            Beda Sintong dan Prabowo Cuma Terletak Pada Backingnya !!!

                                 

Pendidikan tentara dimanapun sama saja, yaitu sama seperti mendidik terrorist.  
Oleh karena itulah, agar tentara ini tidak merugikan rakyat jelata maka UU 
Negara mengharuskan semua tentara tidak boleh keluar dari tangsi.



Memang jadi tentara yang dipenjara di tangsi setiap hari betul2 membosankan dan 
penuh penderitaan, oleh karena itulah mereka butuh kebebasan, dan negara 
memberikan kebebasan tentunya dengan mengirimkan mereka berperang, daripada 
memerangi rakyat sendiri lebih baik memerangi rakyat tetangga.



Pendidikan tentara tentu bertujuan utama mendidik keberanian, yaitu berani 
membunuh, berani merampok, berani memperkosa, termasuk tentunya berperang tanpa 
alasan.  Jadi enggak mungkin tentara itu dididik HAM, dididik cinta kasih, 
dididik lemah lembut, dan dididik jadi penakut.....  Bagaimana negara bisa 
menang perang kalo tentaranya dididik seperti ini????



Jadi kalo sampai terjadi seperti peristiwa Santa Cruz, yang salah bukanlah 
tentaranya tapi komandan2nya yang sengaja melepas mereka untuk menyalurkan 
kebosanan di tangsi mereka.



Jadi demikianlah, kalo anda sebagai muslimin menyadarinya, jangan sekali2 
bergabung mendukung komando Jihad karena komando Jihad tidak mungkin bisa 
menang, memang kelihatannya saja menang membunuhi rakyat jelata yang tak 
berdosa, tapi sampai kesamplok tentara yang tidak mengenal Allah, habislah 
mereka yang diciptakan Allahnya.



> Lawrence Lim <limawrence@ ...> wrote:

> Kalau sdh baca buku Sintong Panjaitan,

> akan bisa teraba bhw Prabowo agak

> sakit jiwa. Begitu bencinya dia pd LB

> Moerdani (rupanya) sampai-sampai

> tercipta kondisi Mei 98. Kesamaannya

> dg Bung Karno adalah..... tega

> mengorbankan rakyat (spt Romusha) utk

> mencapai cita-cita/mimpinya. 

> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _



Masalahnya bukan terletak pada kebencian melainkan terletak pada ambisi 
seseorang dalam bersaing.  Kalo lawannya atau saingannya lemah, maka bisa 
digeser dengan cara2 halus, sebaliknya kalo lawannya atau saingannya sangat 
kuat bahkan kadang2 lebih kuat dari dirinya, maka cara melawannya tidak bisa 
dengan cara2 halus, tidak bisa memakai cara basa basi, tidak bisa dengan pura2 
cinta kasih, tapi satu caranya yaitu libas dan hancurkan tanpa ampun jangan 
diberi kesempatan untuk bisa bangkit lagi.



Contohlah Yesus dan nabi Muhammad, keduanya pakai rumus yang sama.  Yesus 
sewaktu masih sendirian belum punya pengikut selalu mengajarkan cinta kasih, 
tapi waktu sudah punya pengikut, pertama yang dilibas adalah pedagang kaki lima 
dimuka gereja yang bukan miliknya.



Kalo lawan cuma satu dua, tiga, empat, atau sepuluh oleh Yesus ditantang duel 
karena badanya memang tegap kuat lebih hebat daripada gladiator dan ini bahkan 
dibuktikannya sewaktu memanggul kayu salibnya ke puncak Golgota.  Padahal 
biasanya hakim2 Romawi itu mewajibkan para terhukum yang disalib untuk 
memanggul sendiri kayu salibnya itu sambil dicambuki dengan tujuan sebelum 
sampai ditempat penyaliban si pesakitan sudah mati.  Tapi beda dengan Yesus, 
hingga sampai kayu salib yang begitu beratpun berhasil dipanggulnya sampai 
kepuncak dalam keadaan masih segar bugar.  Demikianlah sekedar gambaran 
performa fisikal daripada Yesus ini.  Jadi lawan cuma dibawah sepuluh orang 
saja tidak ada artinya bagi dia, dan tidak ada tawar menawar, tidak ada basa 
basi kasih sayang, tapi libas, demikianlah caranya, "Aku datang kedunia ini 
dengan Pedang".



Tapi sewaktu malem2 dia ber-indap2 mau melarikan diri dengan melalui keluar 
dari taman karena mengetahui bahwa rumahnya telah diblokir oleh ratusan pasukan 
Romawi, maka dia cuma mengajak Petrus yang juga ber-indap2 untuk mengawalnya 
melarikan diri dari kepungan ini ditengah malah sekitar jam 2-an..  Mendadak 
dicegat oleh dua orang tentara Romawi denggan tombaknya, cepat dan sigap Petrus 
yang ahli silat pedang ini mencabut pedangnya, bahkan kedua tentara ini 
terpaksa lompat mundur untuk menghindari kesigapan pedang kilat Petrus ini.  
Maklum dalam urusan lwekang, khikang dan ginkang, Yesus lebih tinggi daripada 
Petrus sehingga Yesus bisa tahu dan mendengar meskipun gelap gulita bahwa 
tempatnya itu sudah rapat terkepung rapat oleh ratusan serdadu romawi dengan 
tombak dan panahnya.  Petrus karena cuma mengandalkan gwakang kurang peka 
pancainderanya sehingga main serbu saja, apalagi dia lihat cuma dua tentara 
saja yang mencegatnya sehingga cukup dibawah 5
 jurus juga kedua tentara ini pasti melayang jiwanya.



Tapi dengan secepat kilat Yesus itu menangkis dengan pukulan jarak jauh yang 
diarahkan kepada tangan Petrus yang menggenggam pedang, akibatnya pedang itu 
meleset gagal memenggal kepala kedua tentara Romawi itu.  Kedua serdadu Romawi 
yang mencegat Yesus dan Petrus ini berhasil diselamatkan jiwanya..  Petrus 
keheranan kenapa Yesus malah membela kedua serdadu kuku garuda ini yang selalu 
mengintil, memusuhi, dan cari gara2 ????  Dengan bisikan Im-yang-jib- bit yaitu 
bisikan jarak jauh yang hanya bisa didengar oleh Petrus saja, Yesus berkata, 
masukkanlah pedangmu, jangan melawan, kita menyerah saja karena ada ribuan 
tentara Romawi yang mengepung kita berdua dan kalo kita melawan masih sih ada 
kemungkinan lolos, tapi kita berdua juga akan divonis mati in absentia sehingga 
hidup kita jadi pelarian yang akhirnya juga ketangkep dan disiksa lebih 
mengerikan daripada kalo kita menyerah saja baik2 dan membela diri dimuka 
pengadilan.  Apalagi yang menjadi pembela kita
 nantinya juga pengikut aliran kungfu kita yang bersimpat sekali dengan 
perjuangan kita untuk mendirikan kerajaan nenek moyang dari dinasty Jew.  
Akhirnya Petrus menurut perintah suhunya Yesus dan menyerah secara baik2.  Jadi 
kalo kemudian terjadi Yesus malah disalib, maka hal itu bukan direncanakan 
melainkan merupakan kecelakaan atau kebetulan karena ada kasus korupsi 
dipengadilan dimana dibarter dengan penjahat Barabas yang harus dihukum mati, 
tapi karena adanya uang sogokan, maka Barabas itu diseludupkan selamat keluar 
penjara dan Yesus jadi penggantinya.  Masalah ini sudah diluar management 
kerajaan Romawi dimana rajanya sama sekali tidak tahu menahu bahwa yang disalib 
itu bukanlah Barabas si pemberontak tetapi justru Yesus, jagoan dari Nazareth 
yang kabarnya selalu membela para pelacur yang biasa dirajam masyarakat.



Jadi cerita tentang Yesus disini sekedar contoh bagaimana gambaran Yesus secara 
fisikal dimana kalo belum berkuasa tidak boleh se-mena2 tapi membela rakyat 
kecil dan memeras orang2 kaya.



Sebaliknya, Muhammad juga memakai cara2 yang sama, dia sangat welas asih, penuh 
kasih sayang, adil selalu dalam mengambil keputusan, tidak pernah curang.  
Demikianlah sikap Muhammad hingga umur lebih 50 tahunan.  Barulah setelah 
banyak pengikutnya, kuat, merasa berkuasa, mulailah dia unjuk kekerasan, tak 
ada yang diampuni, semua penggal kepala.  Setelah Siti Khadijah isterinya yang 
kaya raya itu meninggal dunia, semua kekayaannya itu dihabiskan untuk membiayai 
tukang2 pukul kawakan yang kejam2 untuk menciptakan wilayah baru di Madinah.  
Dengan kekayaannya inilah, musuh juga jadi teman, bekas2 perampok padang pasir 
yang dulunya memusuhi pedagang2 seperti isteri nabi ini, sekarang malah jadi 
anak buah sang nabi.  Akibat kekuatan dan keperkasaan inilah nasib orang2 
Yahudi yang pedagang itu habis dirampok.  Karena tidak ada lagi yang bisa 
dirampok, tentu anak buah ini cuma makan gaji buta, dan oleh karena itulah agar 
jangan nganggur, mereka diharuskan keluar
 wilayah mencari korban2 baru, dan jatuhlah kerajaan2 sekitarnya Persia babak 
belur, Babylonia yang sulunya menjadi sarang preman diduduki dan semua preman2 
disana dipekerjakan untuk merampok lagi ke-tetangga2 lainnya hingga ke Yunani.



Sayang, Yesus sudah mati dalam umur 35 tahun sehingga dia cuma dikenang ajaran 
kasih sayangnya saja.  Berbeda dengan nabi Muhammad, karena dia berhasil 
melewati usia 35 tahun dan mencapai puncak sukses kekuasaannya, maka semua 
ajaran2nya jadi lebih lengkap yaitu ajaran kasih sayang dimasa mudanya, dan 
ajaran2 biadab dimasa tuanya.



Step2 yang dilalui keduanya jelas sekali sama, tetapi keberhasilan mencapai 
puncaknya itu yang berbeda sehingga se-olah2 ajarannya jadi berbeda.  Kalo saja 
Yesus bisa mencapai usia 60 tahun seperti usia nabi Muhammad dipuncak 
suksesnya, saya jamin Yesus bisa punya isteri lebih banyak daripada Muhammad, 
karena wajahnya lebih ganteng, badannya lebih tinggi, dan lebih kuat dalam 
segala hal.  Selain itu, kalo saja Yesus benar2 bisa berumur lebih dari 50 
tahun, maka jangan ditanya lagi soal kebiadabannya, tak mungkin Muhammad yang 
pendek dan jelek wajahnya ini bisa menandingi kekejamannya karena bukan lagi 
pedagang kaki lima yang dirotannya, melainkan pedagang2 Yahudi juga bisa 
dipanggangnya, sayang dia mati muda.  Memang ada issu2 yang mengatakan bahwa 
Yesus itu sebetulnya tidak mati tapi diselamatkan oleh muridnya yang juga 
menyogok penjaga penjara sehinggga si kepala penjara melaporkan keatasannya 
dengan laporan bohong bahwa Yesus sudah disalib dan waktu
 ditanya mana mayatnya, si kepala penjara itu menceritakan bahwa setelah mati 
disalib Yesus itu begitu sakti sehingga bisa hidup lagi dan terbang kelangit 
biru sehingga mayatnya menghilang.  Namun kesemua issue2 itu tidak ada 
bukti2nya dan juga cuma berdasarkan cerita dari mulut kemulut yang diabadikan 
oleh para murid dan para pengagumnya.  Ada juga yang bilang bahwa setelah 
terlepas dari penjara, maka Yesus akhirnya mengasingkan diri bertapa 
dipegunungan Himalaya diPakistant untuk memperdalam ilmu2 kebatinan sehingga 
bisa hidup seperti dewa2.



Yesus beruntung, meskipun mati muda, dia meninggalkan nama baik, ajaran2 kasih 
sayangnya jadi dikenang untuk diteruskan oleh murid2nya.



Muhammad agak kurang beruntung, karena selain dia dikhianati anak buahnya, juga 
dia meninggalkan nama buruk karena dianggap mengajarkan tindakan2 biadab kepada 
para pengikutnya yang memang biadab karena mereka adalah preman2 padang pasir 
yang sebelumnya memang memusuhi nabi Muhammad.  Kebiadaban anak buah nabi 
Muhammad ini pun sebetulnya diluar pengetahuan nabi Muhammad, namun nama jelek 
anak buah itu harus ditanggung pemimpinnya.



Naaah.....  Sejarah kedua pentolan yaitu Yesus dan Muhammad ini merupakan 
cermin daripada perjalanan Prabowo yang ingin meraih puncak suksesnya dalam 
persaingan merebut singgasana kepemimpinan yang memang merupakan impian semua 
partai2 preman.



Artinya, ilmu preman itu harus kejam dan tidak kenal ampun pada saat berhadapan 
dengan lawan yang sesunggunya.  Tapi kalo lawannya cuma kroco2 tak perlu 
kekerasan, ajak damai saja dengan beberapa keping uang perak.  Lain kalo 
lawannya itu memang kelas berat, tak mungkin bisa dibereskan dengan lempengan 
emas sekalipun melainkan harus betul2 adu jiwa.  Jadi, Sintong Panjaitan juga 
tidak berbeda, tapi karena dia kalah backing, maka dia cuma bisa tulis buku, 
sebaliknya Prabowo tak perlu tulis buku sekalipun anak buahnya lebih tangkas 
untuk mengatasinya.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan 
Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox

Kirim email ke