Palestina Sudah Tidak Perlu Diberitakan Lagi !!!
                                    
Berita2 mengenai keadaan di Palestina sudah mereda, sudah hampir tidak 
diberitakan lagi oleh semua media diseluruh dunia.

Meskipun tidak ada beritanya bukanlah berarti situasinya sudah mereda, situasi 
tetap sama, masih ada tembakan roket dari pihak Hamas meskipun tidaklah 
segencar semasa sebelum serangan Israel.  Pertikaian antara Abbas dan Hamas 
masih belum mereda bahkan makin meningkat karena pertemuan2 di Cairo diboikot 
bergantian oleh kedua belah pihak, sementara itu pihak Mesir sudah makin jemu 
untuk menjadi penengah.

Hamas menyambut baik pernyatan Obama tentang keinginan Amerika untuk 
memperbaiki hubungannya dengan Islam, namun Obama juga dengan tegas menyatakan 
tidak akan berhubungan dengan Hamas karena Hamas bukan negara melainkan 
organisasi terroris.

Israel masih menguasai semua jalur supply ke Gaza sehingga Hamas terbelenggu 
tidak bisa bergerak meskipun masih bisa menembaki roket2nya secara acak2an.  
Sementara itu Hamas makin banyak membunuhi orang2 yang dicurigai menjadi mata2 
Israel.  Yang dibunuh itu tentunya sesama Arab Palestina juga.  Masyarakat 
akibatnya makin takut terhadap Hamas karena sekarang Hamas sudah tidak dianggap 
tempat berlingung bagi Arab Palestina.

Yang berhak menyuarakan Arab Palestina ini adalah mereka sendiri tidak boleh 
diwakili oleh Arab Saudia, Mesir, Syria, Libanon, Iran, ataupun Indonesia.  
Selama pemerintah resmi Palestina bungkam, tak ada yang bisa mewakilinya untuk 
meminta bantuan kepada siapapun.

Kondisi krisis ekonomi global betul2 menguntungkan posisi Israel dalam 
melumpuhkan Hamas tanpa peluru dan tanpa membahayakan jiwa prajurit2nya.  
Tindakan Hamas yang Islamiah dalam merampok bantuan dari United Nation malah 
makin menguntungkan Israel karena hingga sekarang tidak ada lagi bantuan United 
Nation yang berani memasuk Gaza untuk memberi bantuan kemanusiaan.

Meskipun sekarang ini Israel sudah menarik sebagian besar pasukannya dari 
wilayah Gaza, namun rencana serangan baru besar2an kabarnya sedang direncanakan 
dan usul penyerangan baru secara besar2an ini masih belum mendapat persetujuan 
senat Israel.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke