> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> TV One pagi ini nyiarkan banjir yang
> korbannya kok seperti Tebang Pilih.

Korban2nya semuanya muslimin dan muslimah, tidak ada korban2 orang Yahudi, 
tidak ada korban2 yang beriman Shinto atupun Jehova.

Memang merupakan tebang pilih bukan dalam memilih korban2nya melainkan memilih 
lokasinya.  Misalnya, di Aceh baru saja dinyatakan sebagai wilayah otonomi 
Syariah, mendadak dibantai Tsunami.

Demikian juga, baru beberapa tahun Pemda Tanggerang memberlakukan Syariah Islam 
diwilayah ini, maka terjadilah tanggul jebol.

Memang, akibat Tsunami Aceh, tersenggol juga Thailand yang Buddha, maupun India 
dan Ceylon yang Hindu.  Tapi tujuan Allah sebenarnya cuma Aceh, dan yang 
lainnya hanyalah terkena getahnya saja.

Lebih parah lagi ternyata bantuan2 orang2 kafir kepada korban2 di Aceh 
dikorupsi oleh sesama muslimin yang bukan orang Aceh dan juga bukan korban 
Tsunami yang ber-pura2 menjadi sukarelawan untuk memberi bantuan, sambil 
memfitnah dan mengutuki orang2 kafir.  Mereka bukan memberi bantuan melainkan 
mencuri bantuan untuk korban2 Aceh, tetapi mereka dianggap pahlawan karena 
mereka muslimin, sementara para sukarelawan yang bukan muslimin malah diusir 
dan sumbangannya harus diserahkan kepada sukarelawan muslim yang bukan orang 
Aceh untuk dikirim ke Jawa.

Beruntung nasib para korban di Thailand, di India, maupun di Ceylon, mereka 
menerima bantuan yang sepenuhnya diterimanya dari para penyumbang karena para 
sukarelawan yang bukan muslim diperbolehkan untuk memberi bantuan langsung.

Dari KENYATAAN2 ini, silahkan saja anda menilainya, apakah Islam itu ajaran 
yang membawa berkah atau membawa bencana ????  Hanya hati nurani yang jujur 
yang bisa menjawabnya, Islam agama bencana, yaitu bencana bagi umat yang bukan 
Islam dan juga bencana kepada sesama umat Islam itu sendiri.

Ini bukan kenyataan generalisasi karena istilah generalisasi itu artinya kalo 
satu Yahudi bersalah maka semua Yahudi harus dibunuh, bahkan Quran mewajibkan 
umat membasmi habis Yahudi dari muka bumi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke