Israel Mempersiapkan Serangan2 Baru !!!
                                       
Kalo dulu sebelum serangan Israel ke Gaza dilakukan, Hamas menembakkan 
roket2nya ke Israel dalam sehari kira2 antara 30-100 roket2 yang ditembakkannya.

Namun sekarang setelah serangannya ke Gaza, jumlah roket yang ditembakkan 
sangat menurun drastis, kira2 cuma satu roket dalam seminggu.

Namun badan intelligent Israel menginformasikan bahwa Hamas berhasil 
menyelundupkan bahan2 peledak untuk membuat roket2 baru sebanyak lebih dari 260 
ton banyaknya dari Iran.  Hal ini tentunya memerlukan kewaspadaan bagi tentara 
Israel untuk ber-siap2 menyusun serangan2 baru untuk menghancurkan roket2 tsb.

Pemimpin Hamas tetap menyerukan anak buahnya untuk menghentikan sementara 
serangan2 roketnya kepihak Israel, tetapi seperti yang telah saya laporkan 
sebelumnya, kondisi organisasi Hamas memang chaos, para pemimpin saling 
berebut, saling menyalahkan, dan yang satu mau mendominasi yang lain dan 
menolak perintah gencatan senjata sehingga Israel sama sekali tidak bisa 
melakukan negosiasi ini kepada Hamas tetapi menyerang secara langsung para 
pelakunya tanpa mempedulikan pemimpin2 Hamas.  Pemimpin Hamas itu cuma cuap2 
saja se-olah2 memang pemimpin organisasi ini, tetapi ternyata cuap2nya tak 
dihiraukan anak buahnya sendiri dibawah.  Kalo pemimpin Hamas menyerukan 
gencatan senjata, sebagian malah sengaja menembakkan lebih banyak roket2nya.  
Dilain pihak sewaktu pemimpin Hamas memerintahkannya untuk maju meluruk 
menyerang keperbatasan israel mereka malah melarikan diri untuk menyelamatkan 
diri dari terjangan serdadu Israel sehingga pertahanan Hamas dengan mudah saja 
dibobolkan oleh serdadu Israel akibat ditinggalkan begitu saja oleh para 
mujahidin ini.

Organisasi Hamas dan anak buahnya benar2 tidak ada disiplinnya, organisasi ini 
betul2 khas cuma organisasi terror saja yang tidak bisa dikendalikan.  Entah, 
mungkin karena anak buah Hamas yang sekarang sudah menyadari bahwa pemimpin2 
muda Hamas yang sekarang adalah agen2 Mossad, mereka hanya tunduk kepada 
pemimpin seniornya ulama buta Yasin itu yang mati diroket oleh Israel beberapa 
tahun yang lalu.

Namun meskipun organisasi Hamas ini tetap merupakan ancaman bagi Israel, dari 
sudut pandang lain malah menguntungkan politik Israel dalam mempertahankan 
status quo ini sehingga antara Fatah dan Hamas tetap terjadi gap besar yang 
bisa dipertahankan selama mungkin sehingga kursi negara Palestina di UN tetap 
kosong dan pihak UN tidak bisa mengakui pihak manapun untuk merepresentasikan 
negara Palestina.

Apalagi, status Abbas sebagai presiden sudah kadaluwarsa sejak bulan February 
yang lalu sehingga pemilu baru seharusnya dilaksanakan.  Namun karena faktor 
biaya dan faktor perpecahan yang terjadi, maka pemilu sama sekali tidak mungkin 
dilaksanakan.  Oleh karena itu Abbas menganggap dirinya tetap jadi presiden 
Palestina karena pemilu belum bisa dilaksanakan.  Namun dilain pihak, Hamas 
yang lebih banyakj pengikutnya sudah tidak mau mengakui lagi Abbas sebagai 
presiden, dan bahkan mereka mau melakukan pemilunya sendiri terlepas dari 
Abbas.  Akibatnya situasi makin kacau, makin tidak menentu, segala upaya 
perdamaian tetap membutuhkan biaya untuk mengadakan pertemuan2, namun karena 
biaya dari Internasional belum bisa diberikan hingga terbentuknya persatuan 
dari kedua kelompok Palestina yang berseteru, mengakibatkan situasinya tetap 
kacau, chaos, semua jalan jadi buntu.  Bahkan mau berperang juga tidak cukup 
biayanya.

Dengan kondisi menguntungkan inilah Israel tidak mau menghancurkan Hamas, 
karena sekali Hamas dihancurkan, maka Abbas melenggang masuk menduduki kursi 
Palestina di UN.  Israel tidak akan mau dimanfaatkan Abbas dengan menghancurkan 
Hamas.  Artinya, kalo Israel menghancurkan Hamas sama saja artinya mengeluarkan 
dana besar untuk kepentingan Abbas yang justru akhirnya merugikan politik 
Israel dalam mencegah terbentuknya negara Palestina yang diakui oleh dunia.

Hal yang menguntungkan lainnya bagi Israel adalah, para pendukung Hamas maupun 
Abbas sekarang betul2 impotent mereka tidak bisa berbuat apapun selain menunggu 
kedua faksi itu melakukan perdamaian bersatu kembali.  Keseimbangan inilah yang 
sekarang dipertahankan dan dimanfaatkan Israel.  Sikap Israel hanyalah 
menggebah serangan2 kecil dari kelompok2 kecil dibawah Hamas ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke