Refleksi: Jelas! Kalau pinjam duit atau gadai rumah dan harta  untuk  menjadi 
caleg, lantas tidak terpilih, orang bukan saja bisa mendapat tekanan darah 
tinggi, tetapi juga bisa menjadi sinting bin gila atau dalam bahasa Illah 
dikatakan "magnun", karena hilang kesempatan memperoleh sumber rejeki untuk 
membayar hutang caleg. 

Tetapi, kalau dipilih, wah bukan rejeki bin berkat nomplok.  Jadi janganlah 
keliru, karena orang dipilih akan menjadi wakil  rakyat. Mana bisa tukang catut 
 yang berlomba-lomba untuk mendapat kedudukan dalam aparat kekuasaan negara 
adalah wakil rakyat. Lihat saja mereka kaum elit nan berada, suami, istri, 
anak, adik, kakak, cucu dan  gundik, kekasih, pendeknya seluruh keluarga  turut 
berlomba-lomba untuk menduduki kursi empuk  aparat kekuasaan pembawa rejeki 
bagi keluarga. Pemilu membuat Anda keliru, karena adalah sendiwara rebutan 
rejeki dimana   yang tidak beruntung disediakan tempat di rumah gila.  

http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&newsid=25889

      Selasa, 31 Mar 2009, | 9 

      Aneh, Pencalegkan Tanpa Tes Kejiwaan
      RSJ Nania Siap Tampung Caleg Gila 
     
     
      Ambon, AE.- Tak hanya DPR, DPRD dan DPD yang menanti kursi diisi oleh 
anggota legislatif, bilik-bilik di rumah sakit jiwa juga telah disiapkan untuk 
menanti hadirnya caleg yang tak berhasil menjadi wakil rakyat.  Tim dokter 
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Nania menyatakan telah siap menampung dan merawat para 
caleg yang mengalami gangguan jiwa atau gila akibat kegagalan dalam proses 
pemilu legislatif.

      Direktur RSJ Ambon Dr David Santoso Sp.Kj kepada Ambon Ekspres, 
mengatakan pihaknya telah mengantisipasi sejak awal bila ada caleg yang menjadi 
stress atau gila bila tidak lolos dalam pertarungan memperebutkan kursi 
legislatif. Menurut dia, potensi terjadinya hal seperti itu ada, apalagi bila 
caleg yang gagal sudah mengorbankan cukup banyak uang agar bisa menjadi anggota 
dewan. ''Kondisi ini sangat rentan bagi para caleg untuk mengalami gangguan 
jiwa dan bisa menjadi sangat berbahaya,'' ujar Dr David di RSJ Nania, Senin 
(30/3). 

      Dia tak bisa memprediksi banyaknya para caleg yang akan mengalami ganguan 
jiwa pasca proses pemungutan suara. Pasalnya selama ini RSJ tidak memiliki data 
akurat mengenai kondisi kejiwaaan para caleg. ''Untuk pemilu legislatif 2009 
ini RSJ tidak dilibatkan dalam pemeriksaan kejiwaan para caleg. Dengan demikian 
kita juga tidak memiliki data mengenai kondisi jiwa mereka,'' kata Dr David.

      Saat pemilu 2004 lalu, RSJ dilibatkan untuk memeriksa kondisi kejiwaan 
para caleg sehingga mereka yang dalam kondisi stabil dan baik bisa lolos untuk 
mengikuti pemilu. ''Kalau kita memeriksa kondisi jiwa para caleg, datanya akan 
kita miliki. Saat 2004 lalu bila hasil pemeriksaan menunjukan kondisinya tidak 
stabil, mereka tidak diperbolehkan ikut mendaftarkan diri menjadi caleg,'' 
jelasnya.

      Dengan adanya pemeriksaan kondisi kejiwaan sejak awal, kata Dr David, RSJ 
bisa mencegah terjadinya gangguan jiwa bagi para caleg. ''Kalau sebelumnya 
mereka sudah diperiksa kejiwaannya, kita dapat memprediksi kondisinya setelah 
pemilu. Tapi saat ini yang terjadi justru para caleg ini tidak pernah diperiksa 
kejiwaan sehingga akan sulit mengantisipasinya,'' tandasnya.

      Namun demikian, dia mengaku RSJ tetap siap mengantisipasi kondisi 
terburuk, termasuk merawat para caleg yang gagal dalam pemilu legislatif 2009. 
''Pada dasarnya kami sudah siap dengan 2 tenaga dokter umum, 1 tenaga psikiater 
dan sekitar 50 tenaga perawat dan didukung ruang perawatan untuk sekitar 28 
pasien,'' pungkas Dr David Santo 

Kirim email ke