Om tawang,
apakah maksud anda Islam hanya mengakui "lingkungan" hanya arafah? dan
menghargai hanya di daerah haram saja?
kalau benar islam cinta lingkungan, maka anda tentu tahu riwayat Nabi
menghancurkan pembakaran kebun kauk yahudi [anda boleh berkilah itu
adalah siasat perang]

Kalau benar islam menghargai lingkungan maka

    * tidak akan menimbulkan manusia2 seperti amrozy yang bahkan terhadap
manusia pun tidak sayang?
    * tidak akan muncul manusia2 seperti syeh puji yang dengan alasan
"uang" dan sunnah rasul menggagahi kegadisan seorang anak batute [baru
tumbuh tete]
    * tidak akan muncul ajaran2 sontoloyo yang menhalalkan pembunuhan
kafir hanya karena tidak mengakui Allah dan nabi muhammad?
saat din menyatakan "Aneka krisis ini disebabkan sistem dunia yang anti
Tuhan,"  Ia juga mewakili semua agama yang BERTUHAN!

Ia telah melakukan pembenaran sendiri seolah2 orang yang anti tuhan
doyan korupsi, mencuri, membunuh, menganiaya orang lain dan lingkungan!

tidak ada yang lebih buruk dari tindakan menyalahkan orang lain tapi
tidak instropeksi diri!

Etika,moral dan keadilan tidak memerlukan keberadaan tuhan namun
membutuhkan pijakan hati nurani dalam menghargai diri sendiri dan orang
lain/lingkungan, berbuat yang menguntungan diri sendiri dan orang
lain/lingkungan  serta
menghindari melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang
lain/lingkungan

Itulah mengapa saya katakan din itu cupat.


--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
> Bung Wiraj perlu tahu bahwa jane Islam itu ada ajaran
lingkungan,ketika haji di Arofah maka calon haji tsb dilarang membunuh
binatang selain nyamuk gigit kita,dilarang memetik daun atau ranting dan
mulut gak boleh rafats (ngucap kotor).
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> - In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka wirajhana@ wrote:
> >
> > Cara pandang din cupat
> > Bangsa 2 yang bertuhan hanya menyebarkan KEmatian demi kematian
dengan
> > perang dan bom bunuh diri!
> > mereka memuja tuhan pembunuh!
> >
> > Bangsa yang bertuhan..membabati HUTAN secara membabibuta, binatang
untuk
> > pengobatan dan fashion...manusia2 yang dibayar tidak sesuai dengan
harkat
> > martabatnya, perempuan2 yang hanya dijadikan objek nafsu bukan kawan
> > beriring dan tingkatnya 1 tingkat lebih tinggi dari hewan menyusui
> >
> >
> > 2009/3/27 Made Bali madebali@
> >
> > >   Din itu salah lihat, dia baru pulang dari Paris dan pasti kagum
pada
> > > keindahan Paris lalu dia baca berita Afganistan, nah dia dapet
pencerahan,
> > > dia sedih melihat orang Afghanistan, Pakistan dan negara Muslim
lainnya yang
> > > kacau balau, rakyatnya miskin, bodoh, terbelakang maka dia
berkeseimpulan
> > > tragedi itu karena banyak orang anti Tuhan, artinya para penyembah
Awloh swt
> > > itu bukan menyembah Tuhan tetapi menyembah berhala yang berpusat
di Mekah
> > > dan mereka anti Tuhan karena mengutuk negara barat.
> > > Salam Damai
> > >
> > >
> > > --- On *Thu, 3/26/09, Sunny am...@* wrote:
> > >
> > > From: Sunny ambon@
> > > Subject: [zamanku] Din: Krisis Disebabkan Sistem Dunia yang Anti
Tuhan
> > > To: Undisclosed-Recipient@
> > > Date: Thursday, March 26, 2009, 8:43 PM
> > >
> > >    Refleksi : *NKRI mengalami krisis berkepanjangan. Apakah krisis
tsb
> > > karena pro Tuhan?*
> > >
> > > http://www.detiknew s.com/read/ 2009/03/27/ 021525/1105571/
10/din-krisis-
> > > disebabkan- sistem-dunia- yang-anti-
tuhan<http://www.detiknews.com/read/2009/03/27/021525/1105571/10/din-kri\
sis-disebabkan-sistem-dunia-yang-anti-tuhan>
> > >
> > > Jumat, 27/03/2009 02:15 WIB
> > >
> > > Din: Krisis Disebabkan Sistem Dunia yang Anti Tuhan
> > > *Laurencius Simanjuntak* - detikNews
> > >
> > >
> > > **
> > >
> > > *Jakarta* - Dunia Islam harus mengajukan solusi bagi kerusakan
peradaban
> > > yang ditandai dengan kemiskinan, kebodohan, kesenjangan, kerusakan
> > > lingkungan hidup,  selain kekerasan dan perang. Kerusakan ini
diperburuk
> > > oleh aneka krisis pangan, energi, lingkungan hidup dan keuangan.
> > >
> > > Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin,
usai
> > > menghadiri World Islamic People's Leadership atau Kepemimpinan
Rakyat Islam
> > > Sedunia (KRIS). Din yang juga wasekjen KRIS baru saja selesai
mengikuti
> > > Sidang  Dewan Eksekutif World Islamic People's Leadership, yang
berlangsung
> > > di Paris, 24-25 Maret.
> > >
> > > "Aneka krisis ini disebabkan sistem dunia yang anti Tuhan," tegas
Din dalam
> > > rilis yang diterima detikcom, Kamis (26/3/2009)
> > >
> > > Menurut Din, saat ini dunia memerlukan sistem alternatif yang
tidak hanya
> > > mengedepankan aspek materiil, tapi juga spirituil. Saat ini
diperlukan
> > > paradigma pembangunan baru yang dapat membawa manfaat bagi manusia
dan
> > > kemanusiaan.
> > >
> > > "Paradigma baru itu dapat disebut *sustainable development with
meaning*atau pembangunan berkelanjutan dengan makna," jelasnya.
> > >
> > > Dalam bidang ekonomi, lanjut Din, sistem ini memadukan pertumbuhan
dan
> > > pemerataan, dan dalam bidang politik mendorong demokrasi yang
tetap bertumpu
> > > pada nilai etika dan moral.
> > > *(lrn/lrn)*
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>

Kirim email ke