Refleksi : Merahnya cuma warna baju, bukan merah darahnya. 

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0904/03/pol02.html

Kampanye Akbar
PDIP Siap Merahkan Jakarta

Oleh
Vidi Vici



Jakarta-Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menargetkan akan menghimpun 
satu juta orang dalam kampanye rapat akbar partai tersebut di Gelora Bung 
Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/4) besok. 

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan memberi orasi politik dalam 
kampanye ini. "Kami akan merahkan Jakarta," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah 
(DPD) DKI Jakarta Adang Ruchiyatna, Kamis (3/4). Menurut perkiraan Adang, biaya 
perhelatan itu akan mencapai Rp 4 miliar. Panitia juga akan menyediakan 
helikopter bagi jurnalis yang ingin mengamati jalannya kampanye akbar dari 
udara. "Kami memohon maaf jika ada aktivitas kampanye besok yang menganggu 
kenyamanan warga Jakarta," tutur Adang. Ketua Panitia Pelaksana Kampanye Akbar 
Effendi Simbolon mengatakan, akan menyediakan 3.000 bus untuk mengangkut 
simpatisan PDIP dari berbagai pelosok Jakarta. "Kami usahakan tidak akan 
menganggu aktivitas warga, lagi pula itu hari libur kerja," ujarnya.

Target Realistis
Dalam kesempatan itu Adang menyatakan, PDIP DKI Jakarta menargetkan meraih 5 
kursi dari 21 kursi DPR-RI yang disediakan di tiga daerah pemilihan DKI 
Jakarta. Sementara itu, untuk kursi DPRD DKI Jakarta, target yang ditetapkan 
adalah 22 kursi dari 94 kursi yang tersedia. Mantan Pangdam Udayana ini 
menegaskan, target tersebut cukup realistis untuk diraih. "Itu target yang 
realistis bagi kami," paparnya.


Perkiraaan tersebut, kata Adang, berdasarkan prediksi setiap Dewan Pimpinan 
Cabang se-Jakarta, selain berdasarkan jumlah pemegang kartu anggota partai. 
Mengenai orasi politik Megawati Soekarnoputri, Adang mengaku tidak tahu apa 
yang akan disampaikan Ketua Umum PDIP tersebut. Namun, menurutnya, selama ini 
banyak orang yang keliru memaknai orasi politik Mega di sejumlah kampanye 
mengenai program bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah. Dia menegaskan 
Megawati sama sekali tidak menolak pemberian BLT, namun ketika harga minyak 
sudah turun seharusnya dana BLT dialihkan kepada sektor-sektor yang lebih 
produktif, seperti pembangunan infrastruktur. Lagi pula pemberian tersebut 
sangat politis karena masih dilakukan menjelang pelaksanaan pemilu dan harga 
minyak sudah turun.

Digembosi
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Murdoko dalam orasi kampanyenya di 
Lapangan Trilomba Juang Semarang, Kamis (2/4), mengatakan, cara memilih dengan 
memberi tanda centang merupakan upaya menggembosi suara PDIP. Hal ini 
disebabkan cara pemberian suara dengan centang akan menyulitkan kader PDIP yang 
kebanyakan warga desa yang masih sangat awam. "Oleh sebab itu, ini merupakan 
tugas kita semua agar semua kader PDIP bisa mencentang. Harus ada sosialisasi 
yang lebih baik lagi dalam hal mencentang ini," ujar Murdoko.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo mengritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski 
tidak secara jelas menyebut nama Yudhoyono, ia meyebutkan ada calon presiden 
yang dulu menjanjikan akan mengurangi pengangguran dan menambah lapangan 
pekerjaan. "Namun, apa yang terjadi? Sekarang pengangguran masih banyak. Oleh 
karena itu, bila PDIP nanti menang dan calon presiden dari PDIP, yaitu Ibu 
Megawati menjadi presiden, kami akan menciptakan lebih ba-nyak lapangan 
pekerjaan," ujarnya.Tjahjo juga meminta agar para kader PDIP mewaspadai adanya 
tanda-tanda mirip centang di surat suara. Ada dugaan hal itu memang disengaja 
untuk memenangkan partai tertentu.


Di sisi lain, salah satu calon anggota legeslatif dari PDIP untuk Daerah 
Pemilihan IV Jawa Tengah, Afnan Malay, nekat berkampanye dengan cara mengamen 
di dekat Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, Semarang. Hiruk-pikuk kampanye 
terbuka di Lapangan Tri Lomba Juang yang berjarak sekitar 300 meter dari 
Bundaran Air Mancur itu tidak ia pedulikan.
(su herdjoko)

Kirim email ke