Refleksi : Agaknya sekalipun Al Amien dihukum 10 tahun, tetapi tidak mengapa 
karena kalau keluar penjara sudah pasti simpanan hasil tagihan sana sini yang 
dideposit di bank atau berbagai cabang bisnis sudah berkembang biak bertambah 
lebih banyak lagi jadi bisa menimakti hari bebebasan dan pensiunan nan  indah 
sepuas-puasnya.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0904/04/huk01.html


Perempuan Jadi Pemberat Hukuman Al Amien


Jakarta - Anggota Komisi IV DPR Al Amien Nur Nasution dihukum lebih lama 
menjadi 10 tahun. Hukuman tersebut lebih lama dua tahun dari putusan pengadilan 
tingkat pertama. Uniknya, "kedekatan" Amien dengan seorang perempuan saat 
menerima uang yang dinilai suap, dinilai hakim sebagai pertimbangan yang 
memberatkan hukuman.

"Hukuman lebih lama karena meminta uang dengan jabatan sebagai DPR dan saat 
menerima dia ditemani seorang wanita dipertimbangkan hakim juga," urai juru 
bicara PT Tipikor Madya Suhardja, Jumat (3/4).

Putusan tersebut ditetapkan majelis banding pada 2 April 2009. Komposisi 
majelis hakim dipimpin Yanto Kartonomuljo. Selanjutnya anggota majelis adalah 
Madya Suhardja, Hadi Widodo, Suryawijaya, dan Abdurrahman Hasan. Pada 
pengadilan tingkat pertama, Al Amien Nur Nasution divonis delapan tahun penjara.

Amien, suami penyanyi dangdut Kristina, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK) atas dugaan suap dalam proses alih fungsi hutan lindung dan proyek 
pengadaan alat di Departemen Kehutanan. Ia tertangkap tangan pada 9 April 2008 
di sebuah pub di Hotel Ritz Carlton Jakarta bersama Sekretaris Daerah Kabupaten 
Bintan Azirwan. KPK menyita uang senilai Rp 4 juta saat penangkapan dan Rp 67 
juta di mobil Al Amien. Penyidik juga menemukan uang US$ 30.000 dari Azirwan.

Majelis hakim tingkat banding juga meminta Amien mengembalikan uang yang sudah 
dinikmati sebesar Rp 2,957 miliar. Namun, hakim tak meminta Amien untuk 
membayar uang pengganti karena PT DKI Jakarta tidak menemukan kerugian negara 
dalam perkara Al Amien.

Di tingkat pertama, majelis hakim menyatakan Amien meminta Sekda Bintan, 
Kepulauan Riau, Azirwan menyediakan dana Rp 3 miliar untuk proses alih fungsi 
hutan lindung. Selain itu, Amien juga meminta Rp 100 juta untuk biaya kunjungan 
kerja anggota DPR ke India dan Rp 150 juta untuk kunjungan kerja anggota DPR ke 
Bintan. Mantan politisi PPP ini terbukti meminta dan menerima uang dari rekanan 
Departemen Kehutanan dalam proyek pengadaan GPS Geodetik, GPS Handheld, dan 
Total Station. 

Sebaliknya, kuasa hukum Amien, Sirra Prayuna, mempersoalkan pertimbangan 
majelis banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta itu. Permintaan perempuan oleh 
kliennya, tidak dapat menjadi alasan dalam tindak pidana korupsi. 
(leo wisnu susapto)

Kirim email ke