http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=54283&ik=6


Di Jakarta 2,8 juta Golput 


Sabtu 4 April 2009, Jam: 6:39:00 
JAKARTA (Pos Kota) - Pada pesta demokrasi kali ini Panwaslu DKI memperkirakan 
akan terjadi ketidakpercayaan publik terhadap partai politik. Akibatnya angka 
golput dapat mencapai 40 persen di Jakarta. 

Pada pemilu kali ini peluang golput masih tinggi, mencapai 40 persen. Dari 
jumlah DPT di DKI yaitu 7.026.772 yang akan terjadi golput sebanyak 2.810.708. 

Ramdansyah menyebutkan beberapa faktor penyebab dari golput antara lain 
lalainya petugas dalam pendataan pemilih yang tidak cross check, kesadaran 
masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya, hari libur yang panjang digunakan 
masyarakat untuk liburan. 

Ramdansyah juga mengasumsikan dengan golput by design adalah untuk daerah 
Cakung Timur dengan kepadatan penduduk dan imigrasi yang tinggi berpeluang 
menciptakan hilangnya pemilih secara tidak sengaja. 

Dia mengungkapkan enam wilayah kelurahan DKI dengan DPT di atas 50.000 pemilih 
yang rawan golput adalah Kelurahan Kapuk, Penjaringan, Jatinegara, Penggilingan 
, Penjagalan dan Tegal Alur. 

POTENSI CHAOS 
Bila pemilu gagal, Ketua Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis 
mengungkapkan potensi chaos pasca Pemilu memang sangat banyak. Misalnya saja 
soal parliamentary threshold (PT), suara terbanyak dan situasi ekonomi yang 
memburuk dengan diikuti meningkatnya PHK. "Itu kalau digabung potensi chaosnya 
sangat tinggi. 

Dari masalah PT saja, kata Roy, akan ada jutaan suara yang hangus bahkan kalau 
suara itu dari lima sampai sepuluh partai pasti jumlahnya bisa mencapai puluhan 
juta. "Bayangkan kalau satu partai mendapat 2,4% atau sekitar 4 juta saja tetap 
tidak lolos, bisa saja ini menyulut kemarahan," katanya. 

(lina/untung/nk/B) 

Kirim email ke