Lha kok poseng2 mas analisanya.
Mesjid gak roboh ya karena pondasi n tiang2nya kuat. Bangunan juga punya 
jendela2 tebuka dan pintu2/lorong, jadi banyak bolongan untuk larinya air. 

Tapi to be honest dari dulu selalu geli baca komentar Muskitawati ini: 


> > Demikianlah, kualitas beton untuk tanggul Situ Gintung ini menurun cuma 
> > 50-60%, tapi gantinya justru lebih berharga yaitu berdirinya mesjid megah 
> > yang jadi kebanggaan warga dan tentu terutama kebanggaan pejabat yang 
> > memungkinkan berdirinya mesjid ini. Apalagi tanggulnya juga berdiri dengan 
> > megah dan tidak ada yang bisa melihat bahwa kualitasnya cuma 40-50% saja.
> > 


Bendungan itu urugan tanah lama yang tidak pernah dirubah2 dibangun 
1932-1933.
Mesjid itu baru saja berdiri dan nggak ada ngambil2 batu dari bendungan :))

Dari dulu saya sudah tidak percaya kalo dia doktor.
Tingkat logikanya sangat rendah dan tidak pernah menulis sdengan analisa dan 
standard ilmiah. haa..ha..

salam

















--- In zamanku@yahoogroups.com, Lusy Anita <looshy...@...> wrote:
>
> Saya heran dengan tulisan Muskitawati yang ngakunya sebagai seorang Doktor. 
> Tulisan seorang Doctor tentunya dilandasi oleh analisa yang berdasarkan 
> keilmuannya. Saya maklum jika Muskitawati bukan seorang doctor dalam bidang 
> teknik sehingga Mus tidak mampu menganalisa secara keteknikan kenapa masjid 
> tidak roboh. Tetapi sebagai seorang doctor seharusnya Mus tidak gegabah 
> membuat analisa yang bukan bidang keilmuannya.
>  
> Sebuah pondasi bangunan apapun nama bangunannya dibuat untuk mendukung beban 
> vertical bangunan diatasnya. Volume dan konstruksi pondasi dibuat berdasarkan 
> beban yang diterima dengan memperhitungkan mekanika / daya dukung tanah 
> dimana bangunan tsb berdiri. Jika sifat mekanika tanah tsb berubah dari 
> kondisi awalnya maka sekokoh apapun pondasinya maka pondasi tsb tidak mampu 
> mendukung beban diatasnya.
>  
> Dalam kasus masjid yang tidak roboh di Situ Gintung tidak ada hubungannya 
> dengan tulisan provokatif Mus yang menyebutkan sebagai hasil manipulasi 
> bangunan tanggul dialihkan menjadi pondasi masjid. Masjid tsb tidak roboh 
> karena struktur tanah di bawah masjid tidak berubah atau dengan kata lain 
> tidak tergerus oleh aliran air bah dari jebolnya tanggul Situ Gintung. Kalau 
> toh ada struktur tanah yang tergerus oleh aliran air maka volumenya sangat 
> kecil dibandingkan jumlah luas permukaan tanah yang tertutup oleh dasar 
> banguinan masjid tsb. Itupun hanya terjadi pada sisi masjid yang menghadap 
> arah aliran air sedang bagian samping masjid struktur tanahnya relatif tidak 
> berubah karena kecepatan aliran air menurun dan hanya terjadi putaran air 
> dengan kecepatan rendah. Selain itu dengan luasnya dinding masjid yang 
> menghadap aliran air menjadikan bagian ini menjadi hambatan bagi material2 
> yang hanyut sehingga material2 tsb memumpuk pada bagian dinding ini. Dengan
>  menumpuknya material2 tsb akan menurunkan kecepatan aliran air.
>  
> Aliran air bah memberikan gaya horizontal terhadap bagunan masjid, maka gaya2 
> ini hanya bekerja pada dinding masjid bukan terjadi pada pondasi masjid. 
> Berbeda halnya jika terjadi gempa bumi maka gaya vertikal akibat gempa bumi 
> tsb akan bekerja pada pondasi masjid. Dalam hal masih utuhnya bangunan masjid 
> akibat jebolnya tanggul Situ Gintung bukan karena kokohnya pondasi masjid 
> melainkan kuatnya dinding masjid menerima gaya horizontal aliran air selain 
> luasnya bangunan masjid dan tidak tergerusnya struktur tanah sekitar 
> masjid menjadikan masjid menjadi bangunan yang stabil.
>  
> Dengan demikian tulisan Muskitawati selain ngawur tanpa dasar keilmuan juga 
> bersifat provokatif. Sangat disayangkan bahwa tulisan tsb berasal dari 
> seseorang yang mengaku  seorang doctor dimana hasil pemikiran seorang doctor 
> seharusnya bisa dijadikan rujukan.
> 
> --- On Sun, 3/29/09, Hafsah Salim <muskitaw...@...> wrote:
> 
> 
> From: Hafsah Salim <muskitaw...@...>
> Subject: [zamanku] Re: Tanggul Situ Gintung Jebol Gara2 Bangun Mesjid !!!
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Sunday, March 29, 2009, 9:40 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > "tawangalun" <tawangalun@ ...> wrote:
> > Memang kok setiap ada musibah biasanya
> > sekitarnya ambrol tapi masjidnya tetep
> > kokoh.Di tsunami Aceh itu dulu juga gitu.
> > Opo anda belum ke Masjid Banda Aceh ,itu
> > kan deket laut tapi rapopo,kalau Allah
> > melindungi maka gelombang yang mau
> > menghantampun tersibak.Tapi ada juga
> > beberapa masjid yang gak pernah utk
> > jamaah solat 5 waktu kena juga.
> > 
> 
> Mana yang lebih penting? Melindungi umatnya atau melindungi mesjidnya atau 
> melindungi dua2nya ???
> 
> Kalo memang sudah bisa dipastikan semua mesjid dilindungi Allah, seharusnya 
> membangun mesjid tak usah pakai semen karena semen itulah yang membuat biaya 
> jadi mahal. Tanpa semenpun mesjidnya enggak bakalan roboh karena ada kekuatan 
> Allah yang melindunginya.
> 
> Bisa gampang dibuktikan, bahwa Mesjid itu dibangun dengan semen sedangkan 
> tanggul Situ Gintung itu karena sudah tua maka semennya sudah hilang 
> sedangkan pasir dan batu2nya digunakan untuk memperkuat fondasi mesjidnya.
> 
> Memang, batu dan pasir itu bukan cuma untuk digunakan membangun mesjid saja.. 
> Agar tidak kelihatan batu dan pasirnya sudah berkurang, maka bendungan itu 
> diratakan se-olah2 sengaja dibuat tempat jogging untuk rekreasi.
> 
> Makanya, anda boleh saksikan sendiri, fondasi mesjid itu dibandingkan dengan 
> fondasi tanggulnya, baru jelas ketahuan, bahwa fondasi mesjid itu terbuat 
> dari batu2 beton sebaliknya fondasi tanggul itu udah berubah menjadi cuma 
> karung2 pasir. Wajar dong kalo Mesjidnya tetap utuh tapi tanggulnya yang 
> jebol, seharusnya Mesjid itulah yang dijadikan tanggulnya, dan karung pasir 
> itu dibuat untuk mesjid.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> > 
> > - In islamkristen@ yahoogroups. com, "Hafsah Salim" <muskitawati@ > wrote:
> > >
> > > Tanggul Situ Gintung Jebol Gara2 Bangun Mesjid !!!
> > > 
> > > Soal korupsi di Indonesia sudah mendarah daging karena dihalalkan dalam 
> > > Islam. Namun para ulama selalu mengartikan korupsi itu sebagai mencuri 
> > > sehingga tidak pernah tindakan korupsi bisa ditindak, bukan cuma tidak 
> > > bisa ditindak bahkan juga tidak bisa tindakan salah ini ditafsirkan 
> > > sebaggai tindakan korupsi.
> > > 
> > > Demikianlah, sewaktu tanggul Situ Gintung dibangun kebetulan bersamaan 
> > > dengan pembangunan sebuah mesjid didekatnya. Pemborong atau kontraktor 
> > > pembangunan tanggul ini dipaksa memberi sumbangan untuk menambah dana 
> > > pembangunan mesjid ini agar bisa memenangkan kontrak pembangunan tanggul 
> > > ini. Akhirnya si kontraktor setuju, 50% dana besar untuk pembangunan 
> > > tanggul ini akhirnya disumbangkan untuk membantu pembangunan mesjid.
> > > 
> > > Sang Kontraktor berpikir tidak ada salahnya kalo jumlah semen untuk 
> > > membangun tanggul ini dikurangi 50-60%, toh enggak ada yang bisa 
> > > memeriksa-nya !!!
> > > 
> > > Seharusnya adukan semen untuk tanggul ini sekelas dengan beton2 kelas 
> > > satu agar tanggulnya jangan jebol. Tetapi biarpun adukan semen-nya 
> > > dikurangi hingga 90% sekalipun masih kualitasnya sekelas tembok2 bangunan 
> > > sekolah Inpres dijaman Suharto yang hanyut setiap ada banjir.
> > > 
> > > Demikianlah, kualitas beton untuk tanggul Situ Gintung ini menurun cuma 
> > > 50-60%, tapi gantinya justru lebih berharga yaitu berdirinya mesjid megah 
> > > yang jadi kebanggaan warga dan tentu terutama kebanggaan pejabat yang 
> > > memungkinkan berdirinya mesjid ini. Apalagi tanggulnya juga berdiri 
> > > dengan megah dan tidak ada yang bisa melihat bahwa kualitasnya cuma 
> > > 40-50% saja.
> > > 
> > > Singkat cerita, akhirnya tanggul Situ Gintung ini jebol dan semua nya 
> > > hancur luluh dihantam banjir. Tapi mesjid yang berdiri ini ternyata tetap 
> > > bisa bertahan karena bangunan mesjid inilah yang kualitas betonnya adalah 
> > > kualitas yang harusnya dibangun untuk tanggul Situ Gintung itu.
> > > 
> > > Artinya, kalo saja kualitas beton mesjid itu dipindahkan untuk kualitas 
> > > tanggul, dan kualitas beton tanggul dipindahkan untuk beton mesjidnya, 
> > > maka tanggul tidak jebol dan mesjidnya tidak runtuh.
> > > 
> > > Tapi dasarnya memang kaum muslimin selalu suka akan keajaiban Islam, 
> > > sehingga runtuhnya tanggul dan kokohnya mesjid justru menjadi dakwah 
> > > tentang keajaiban mesjid itu tersendiri yang menjadi berkah bagi umat 
> > > dalam meningkatkan keimanan.
> > > 
> > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>


Kirim email ke