Janganlah Melanggar HAM Dengan Memaksakan Poligamy !!!
                                              
Larangan Poligamy sama dengan larangan Pelacuran, jadi tidak perlu lagi 
berdebat kusir.  Artinya kalo mau melegalisir Poligamy maka harus juga 
melegalisir pelacuran karena kedua profesi ini sama tujuannya cuma berbeda 
istilahnya saja.

Memang dulu raja2 dan orang2 kaya bebas berpoligamy, tapi juga bebas melacur.  
Tetapi zaman sekarang dunia makin maju, kesadaran makin tinggi, hak azasi makin 
dilindungi, dan kebebasan individu dilindungi sebatas tidak menyentuh hak 
kebebasan individu lainnya.

Demikianlah salah satunya adalah kemajuan didunia etika dan moral yang akhirnya 
melarang pelacuran dan poligamy beserta segala bentuk2 terselubung praktek ini 
misalnya kawin muta, kawin siri, dan berbagai bentuk kawin2 yang artinya sama 
dengan pelacuran dan poligamy ini.

Pelarangan ini bukan asal2an bukan karena keimanan, karena memang sudah matang 
dilakukan penelitian dari berbagai bidang psikologi, seperti psikologi anak, 
psikologi keluarga, psikologi pendidikan, dan juga termasuk penelitian 
psikologi pekerja.

Tidak ada satupun negara2 didunia ini yang bersedia memberi tunjangan kepada 
pegawai2nya untuk tunjangan lebih dari satu isteri.

> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Larangan polygami jelas melanggar
> HAM alasannya:
> 1.Wedok memang gak karem sex
> buktinya Ratu Yuliana Ratu Elizabeth
> Ratu Kalinga,Benazir Butho suaminya
> gur satu,berarti wedok itu tidak
> karem sex,padahal mereka itu rojo
> ning wedok.


Poligamy sudah dalam study yang ketat selama ratusan tahun, dan hasilnya 
dinyatakan bahwa Poligamy hanyalah variasi dari pelacuran.  Jadi tidak peduli 
dizaman dulu banyak raja2 yang melakukan poligamy, karena juga pelacuran juga 
tidak dilarang dizaman dulu.

Tetapi kita bukan berbicara zaman dulu tapi zaman sekarang, dulu belum ada HAM, 
dulu belum ada penelitian, dulu hak2 wanita belum mendapatkan perlindungan.

Jadi ikuti saja kemajuan dizaman sekarang, kalo dilarang mencuri janganlah kita 
mencuri, kalo dilarang Poligamy janganlah berpoligamy, kalo dilarang melacur 
janganlah jadi pelacur.

Demikian juga dulu tidak ada larangan dalam menjajah, namun sekarang dilarang 
adanya penjajahan.

Lalu buat apa saling berbantahan khan???  Ini bukan aturan dari saya melainkan 
sudah peraturan dari HAM.  Jadi kalo anda sudah mau melawan dan menentang 
peraturan, maka semuanya juga jadi berhak melawan dan menentang peraturan dan 
akhirnya anda sendiri yang rugi.  Bayangin, yang kuat akan menjajah yang lemah 
karena dianggapnya hak yang tidak boleh dilarang.  Pelacuran terjadi di-mana2 
karena hak azasi yang tidak boleh dilarang.

Demikianlah, kalo memang Poligamy itu dilarang karena merupakan variasi 
pelacuran....  lalu kenapa harus ngotot menentangnya???  Kalo anda setuju 
pelacuran dilarang, setuju penjajahan dilarang, setuju selingkuh itu 
dilarang.....  kenapa harus tidak setuju dilarangnya Poligamy ???  Karena kalo 
Poligamy tidak dilarang, maka semuanya juga tak perlu dilarang !!!!


> 2.Begitu Sultan Yogya atau Sunan Solo
> selirnya 40,Kaisar China bahkan 100.
> Tidak ada rojo lanang didunia ini yang
> bininya gur satu.Berhubung rojo mau
> opo2 bisa.

Anda benar2 goblok, meskipun dulu sultan Yogya dan raja Cina banyak selirnya, 
tidak bisa diartikan sekarang ini dibolehkan.  Dulu boleh sekarang dilarang.

Sama halnya dulu Belanda menjajah Indonesia, bukan berarti sekarang juga boleh 
seenaknya menjajah karena sudah ada aturan bahwa sekarang tidak boleh ada 
penjajahan.  Dan kalo masih ada yang melakukan penjajahan dianggap pelanggaran 
HAM dan semua pelanggaran HAM pasti ada sanksinya.

> 3.Tapi Clinton memang istrinya
> gur satu,nyatane dia kurang dan
> akibatnya secara gelap2-an nyelingkuh
> dikantornya dg Monica.PM Inggris
> dulu juga yang berskandal dg Pamella
> Bordes.Memang beliau2 ini karena
> pendukung HAM gak berani polygami
> nah beraninya main curang.

Sorry, hubungannya apa poligamy dengan Clinton ???  Clinton berselingkuh bukan 
ber Poligamy, dan selingkuh bukan pelanggaran HAM karena selingkuh itu justru 
memiliki perlindungan HAM, namun tetap selingkuh itu melanggar etika pejabat 
negara, dan tetap ada sanksinya karena pelanggaran etika tetap mendapatkan 
hukuman etika.

Clinton tetap diadili, hukumannya dia dipecat, tetapi tetap dia boleh bela diri 
dan dilakukan voting.  Ternyata dalam voting dia menang dan bisa melanjutkan 
tugasnya hingga selesai tetapi namanya ternoda.

Lalu apakah bisa dianggap perbuatan Clinton itu tidak dilarang ????  Goblok 
bukan ???

Selingkuh bukanlah pelacuran, sebaliknya Poligamy adalah pelacuran, karena itu 
kalo pelacuran merupakan kejahatan kriminal begitulah Poligamy juga merupakan 
kejahatan kriminal.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke