BANG TAWANG dan sementara orang Islam selalu seletive dlm menunjukkan
bukti2 kepedulian Allah SWT. Tawang dg bangga mengatakan bhw Masjid
Agung Aceh tetep berdiri megah krn dipake sholat 5 waktu, dan karenanya
dilindungi oleh Allah!

Tanpa mereka sadari mnrt mereka Allah SWT lebih melindungi madjid
(banguman) daripada ratusan ribu Muslim, Muslimah yg mati konyol dlm
terpaan Tsunami. Aku pasti bhw sebagian besar dari korbanTsunami yg
beragama Islam adalah orang2 yg soleh. Sayang mnrt Tawang dan konco2nya
Allah SWT itu lebih peduli ttg bangunan masjid daripada para Muslim dan
Muslimah penyembah setia-Nya.

Tidaklah mengherankan kalo dunia dibuat bingung dg logika sementara
Muslim yg asbun dan cenderung mencoreng muka Islam sendiri.

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
>
> Memang kok setiap ada musibah biasanya sekitarnya ambrol tapi
masjidnya tetep kokoh.Di tsunami Aceh itu dulu juga gitu.Opo anda belum
ke Masjid Banda Aceh ,itu kan deket laut tapi rapopo,kalau Allah
melindungi maka gelombang yang mau menghantampun tersibak.Tapi ada juga
beberapa masjid yang gak pernah utk jamaah solat 5 waktu kena juga.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> - In islamkris...@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@>
wrote:
> >
> > Tanggul Situ Gintung Jebol Gara2 Bangun Mesjid !!!
> >
> > Soal korupsi di Indonesia sudah mendarah daging karena dihalalkan
dalam Islam.  Namun para ulama selalu mengartikan korupsi itu sebagai
mencuri sehingga tidak pernah tindakan korupsi bisa ditindak, bukan cuma
tidak bisa ditindak bahkan juga tidak bisa tindakan salah ini
ditafsirkan sebaggai tindakan korupsi.
> >
> > Demikianlah, sewaktu tanggul Situ Gintung dibangun kebetulan
bersamaan dengan pembangunan sebuah mesjid didekatnya.  Pemborong atau
kontraktor pembangunan tanggul ini dipaksa memberi sumbangan untuk
menambah dana pembangunan mesjid ini agar bisa memenangkan kontrak
pembangunan tanggul ini.  Akhirnya si kontraktor setuju, 50% dana besar
untuk pembangunan tanggul ini akhirnya disumbangkan untuk membantu
pembangunan mesjid.
> >
> > Sang Kontraktor berpikir tidak ada salahnya kalo jumlah semen untuk
membangun tanggul ini dikurangi 50-60%, toh enggak ada yang bisa
memeriksa-nya !!!
> >
> > Seharusnya adukan semen untuk tanggul ini sekelas dengan beton2
kelas satu agar tanggulnya jangan jebol.  Tetapi biarpun adukan
semen-nya dikurangi hingga 90% sekalipun masih kualitasnya sekelas
tembok2 bangunan sekolah Inpres dijaman Suharto yang hanyut setiap ada
banjir.
> >
> > Demikianlah, kualitas beton untuk tanggul Situ Gintung ini menurun
cuma 50-60%, tapi gantinya justru lebih berharga yaitu berdirinya mesjid
megah yang jadi kebanggaan warga dan tentu terutama kebanggaan pejabat
yang memungkinkan berdirinya mesjid ini.  Apalagi tanggulnya juga
berdiri dengan megah dan tidak ada yang bisa melihat bahwa kualitasnya
cuma 40-50% saja.
> >
> > Singkat cerita, akhirnya tanggul Situ Gintung ini jebol dan semua
nya hancur luluh dihantam banjir.  Tapi mesjid yang berdiri ini ternyata
tetap bisa bertahan karena bangunan mesjid inilah yang kualitas betonnya
adalah kualitas yang harusnya dibangun untuk tanggul Situ Gintung itu.
> >
> > Artinya, kalo saja kualitas beton mesjid itu dipindahkan untuk
kualitas tanggul, dan kualitas beton tanggul dipindahkan untuk beton
mesjidnya, maka tanggul tidak jebol dan mesjidnya tidak runtuh.
> >
> > Tapi dasarnya memang kaum muslimin selalu suka akan keajaiban Islam,
sehingga runtuhnya tanggul dan kokohnya mesjid justru menjadi dakwah
tentang keajaiban mesjid itu tersendiri yang menjadi berkah bagi umat
dalam meningkatkan keimanan.
> >
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>

Kirim email ke