Syariah Islam Sumber Utama Korupsi !!!
                                                        
Agama Islam adalah hanya sebatas kepercayaan karena per definisi arti Agama 
memang cuma sebatas "kepercayaan" seorang individu saja.

Syariah Islam adalah juga merupakan kepercayaan tetapi ditambah dengan 
kewajiban2 disertai sanksi dan hukuman kepada pelanggar2nya atau kepada mereka 
yang melalaikan kewajiban2 tsb.

Jadi mempraktekkan agama Islam sebatas kepercayaan adalah menunaikan rukun 
Islam yang dalam aliran sunni berjumlah lima, dan dalam aliran syiah berjumlah 
tujuh, dan yang lima dalam sunni dianggap sebagai tambahan sekunder daripada 
tujuh yang pokok sehingga jumlah kewajiban keseluruhannya ada 12.

Tapi kalo mempraktekan Syariah Islam, maka kelompok umat berhak melakukan 
hukuman kepada mereka yang melalaikan kewajiban ataupun melanggar hukum Syariah 
itu sendiri.  Dalam hal ini bisa dengan hukum penggal kepala, hukum rajam, 
potong tangan, cambuk dlsb yang kesemuanya dizaman sekarang dilarang diseluruh 
negara2 didunia ini.

Korupsi adalah merupakan penyelewengan administratif dan finansial yang 
dilakukan oleh pelaku yang bertanggung jawab atas penyelewengan tadi.  Jadi 
dalam korupsi tidak harus selalu melibatkan hilangnya dana, meskipun dananya 
tidak hilang tetap saja korupsi berlangsung.  Misalnya, budget tahun depan 
dialokasikan dana untuk membeli 7 traktor, tetapi karena dananya berlebih, sang 
kepala kantor mengambil kebijaksanaan untuk membeli 8 traktor sesuai dengan 
kebutuhan yang meningkat.  Dan hal ini dananya tidak diambil kepala kantor 
bahkan utuh bersama traktor2nya.  Tetap sang kepala kantor bisa dipecat dengan 
tuduhan korupsi.  Tetapi, apabila kepala kantor sebelum mengubah budget menjadi 
8 traktor lebih dulu meminta izin atau persetujuan atasannya sehingga budget 
dan alokasinya direvisi, maka tindakannya membeli 8 traktor tidak dianggap 
korupsi.

Demikianlah, apabila dikaitkan dengan Syariah Islam, maka penuh kewajiban2 umat 
Islam antara lain seperti infaq, zakat, sadaqoh, dlsb yang inti artinya adalah 
memberikan uang, memberikan dana, bukan cuma berupa uang, bisa berupa barang, 
bisa berupa janji, bisa berupa jasa, dan bisa juga berupa kedudukan atau 
pangkat.  Meskipun namanya ber-beda2, tetapi apabila praktek ini dijalankan 
dalam sebuah institusi bisnis ataupun dalam institusi kenegaraan, maka semua 
pemberian ini sama dengan SOGOKAN.  Padahal dalam sogok menyogok ini 
kategorinya dalam sebuah organisasi adalah termasuk dalam KORUPSI.

Demikanlah, Syariah Islam ini adalah sumber korupsi karena dijadikan praktek 
hukum dalam negara yang jadi kacau balau planningnya akibat adanya kewajiban2 
seperti ini.  Apapun label namanya, pemberian2 uang atau pembayaran uang maupun 
barang disini diluar planning dan budgetting sehingga artinya KORUPSI.  Karena 
dalam ilmu administrative manapun tidak dikenal pengeluaran2 seperti infaq, 
zakat, sadaqoh, dlsb.  Apalagi ilmu administrative ini bukanlah ilmu agama 
sehingga pemakaian istilah2 ini untuk bermacam pengeluaran sudah berarti 
korupsi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke