Soal wong mati kena musibah itu memang setiap orang kata Allah pasti akan 
dikasih ujian.Gabriel sendiri suatu saat pasti akan dikasih ujian oleh Allah 
entah berupa ditinggal bojo atau ditinggal anaknya yang disayangi,atau terkena 
PHK,atau dikasih penyakit .Kata Allah untuk menaikkan pangkat seseorang gak 
jauh beda dg kita kerja dikantor.Siapa yang lulus yo dinaikkan pangkatnya.
Bagi wong Aceh yang keluarganya disapu ombak dan dia tabah maka Allah akan 
menaikkan pangkatnya.
Bagi wong yang mati disapu ombak dia dikasih janah.
bagi masjid yang dipakai jamaah terus dan tetep berdiri ben manusia bisa 
ngambil pelajaran.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, "gkrantau" <gkran...@...> wrote:
>
> BANG TAWANG dan sementara orang Islam selalu seletive dlm menunjukkan
> bukti2 kepedulian Allah SWT. Tawang dg bangga mengatakan bhw Masjid
> Agung Aceh tetep berdiri megah krn dipake sholat 5 waktu, dan karenanya
> dilindungi oleh Allah!
> 
> Tanpa mereka sadari mnrt mereka Allah SWT lebih melindungi madjid
> (banguman) daripada ratusan ribu Muslim, Muslimah yg mati konyol dlm
> terpaan Tsunami. Aku pasti bhw sebagian besar dari korbanTsunami yg
> beragama Islam adalah orang2 yg soleh. Sayang mnrt Tawang dan konco2nya
> Allah SWT itu lebih peduli ttg bangunan masjid daripada para Muslim dan
> Muslimah penyembah setia-Nya.
> 
> Tidaklah mengherankan kalo dunia dibuat bingung dg logika sementara
> Muslim yg asbun dan cenderung mencoreng muka Islam sendiri.
> 
> Gabriela Rantau
> --- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> >
> >
> > Memang kok setiap ada musibah biasanya sekitarnya ambrol tapi
> masjidnya tetep kokoh.Di tsunami Aceh itu dulu juga gitu.Opo anda belum
> ke Masjid Banda Aceh ,itu kan deket laut tapi rapopo,kalau Allah
> melindungi maka gelombang yang mau menghantampun tersibak.Tapi ada juga
> beberapa masjid yang gak pernah utk jamaah solat 5 waktu kena juga.
> >
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
> > - In islamkris...@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@>
> wrote:
> > >
> > > Tanggul Situ Gintung Jebol Gara2 Bangun Mesjid !!!
> > >
> > > Soal korupsi di Indonesia sudah mendarah daging karena dihalalkan
> dalam Islam.  Namun para ulama selalu mengartikan korupsi itu sebagai
> mencuri sehingga tidak pernah tindakan korupsi bisa ditindak, bukan cuma
> tidak bisa ditindak bahkan juga tidak bisa tindakan salah ini
> ditafsirkan sebaggai tindakan korupsi.
> > >
> > > Demikianlah, sewaktu tanggul Situ Gintung dibangun kebetulan
> bersamaan dengan pembangunan sebuah mesjid didekatnya.  Pemborong atau
> kontraktor pembangunan tanggul ini dipaksa memberi sumbangan untuk
> menambah dana pembangunan mesjid ini agar bisa memenangkan kontrak
> pembangunan tanggul ini.  Akhirnya si kontraktor setuju, 50% dana besar
> untuk pembangunan tanggul ini akhirnya disumbangkan untuk membantu
> pembangunan mesjid.
> > >
> > > Sang Kontraktor berpikir tidak ada salahnya kalo jumlah semen untuk
> membangun tanggul ini dikurangi 50-60%, toh enggak ada yang bisa
> memeriksa-nya !!!
> > >
> > > Seharusnya adukan semen untuk tanggul ini sekelas dengan beton2
> kelas satu agar tanggulnya jangan jebol.  Tetapi biarpun adukan
> semen-nya dikurangi hingga 90% sekalipun masih kualitasnya sekelas
> tembok2 bangunan sekolah Inpres dijaman Suharto yang hanyut setiap ada
> banjir.
> > >
> > > Demikianlah, kualitas beton untuk tanggul Situ Gintung ini menurun
> cuma 50-60%, tapi gantinya justru lebih berharga yaitu berdirinya mesjid
> megah yang jadi kebanggaan warga dan tentu terutama kebanggaan pejabat
> yang memungkinkan berdirinya mesjid ini.  Apalagi tanggulnya juga
> berdiri dengan megah dan tidak ada yang bisa melihat bahwa kualitasnya
> cuma 40-50% saja.
> > >
> > > Singkat cerita, akhirnya tanggul Situ Gintung ini jebol dan semua
> nya hancur luluh dihantam banjir.  Tapi mesjid yang berdiri ini ternyata
> tetap bisa bertahan karena bangunan mesjid inilah yang kualitas betonnya
> adalah kualitas yang harusnya dibangun untuk tanggul Situ Gintung itu.
> > >
> > > Artinya, kalo saja kualitas beton mesjid itu dipindahkan untuk
> kualitas tanggul, dan kualitas beton tanggul dipindahkan untuk beton
> mesjidnya, maka tanggul tidak jebol dan mesjidnya tidak runtuh.
> > >
> > > Tapi dasarnya memang kaum muslimin selalu suka akan keajaiban Islam,
> sehingga runtuhnya tanggul dan kokohnya mesjid justru menjadi dakwah
> tentang keajaiban mesjid itu tersendiri yang menjadi berkah bagi umat
> dalam meningkatkan keimanan.
> > >
> > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>


Kirim email ke