Coba Baca Berita JAKARTA GLOBE edisi  Senin, 6 April 2009, berjudul "SBY's Son 
Is Accused of Vote-Buying. " Berita itu menceritakan temuan Bawaslu akan 
pelanggaran selama kampanye dan trik-trik memenangkan pemilu. Setelah berita 
itu diturunkan, DUA WARTAWAN  Jakarta Globe, Selasa (7/4) dipanggil Polda Metro 
Jaya.
 
SBY sangat alergi dengan pers. Beberapa media ditekan secara langsung agar 
jangan memberitakan keburukan Partai Demokrat, SBY dan caleg Demokrat. 
Pemberitaan diarahkan harus Partai Demokrat yang teratas dalam berbagai hal, 
seperti polling, dsb.
 
Seorang teman senior di sebuat koran menuturkan, SBY lebih kejam dari Soeharto 
dalam hal pemberangusan pers. Kalau dulu, Soeharto langsung menutup pers, 
tetapi saat ini, di era SBY, dia atau orang-orangnya langsung menelepon ke 
redaksi meminta jangan memuat berita miring soal Demokrat dan 
Presiden. Ini sangat mengertikan. Untuk apa kita memiliki presiden seperti ini, 
yang diam-diam membunuh kreativitas pers, memelintir berita dan sebagainya.
 
Kalau belum ingin mengetahui lebih jauh persoalan ini, coba call ke Jakarta 
globe. Tks

 Randy Renata


      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! 
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke