Tawang,

1. Islam itu tidak satu ideologi.  Islam Arab berbeda dengan Islam Persia.  
Bangsa Persia walaupun beragama Islam akan tetapi kebudayaan dan toleransi 
mereka jauh lebih tinggi dari Arab.  Itu sebabnya di wilayah-wilayah Persia 
agama-agama Non-Islam masih bisa berkembang walaupun sangat dibatasi dan 
dikenakan pajak yang tinggi.  Justru penganut agama yang sejati lebih ditemui 
di negara-negara tersebut daripada di negara-negara barat, karena mereka tetap 
bertahan dalam keyakinannya walaupun tekanan lingkungan sangat kuat.

2. Bangsa Palestina bukanlah bangsa Filistin yang telah mendiami wilayah 
tersebut beribu-ribu tahun yang lalu, karakteristik Bangsa Filistin lebih 
mendekati orang Lebanon sekarang dibandingkan bangsa Palestina.  bangsa 
Palestina yang sekarang adalah pendatang Arab saat penaklukan wilayah tersebut 
oleh tentara Islam.  Oleh sebab itu baik orang Israel dan orang palestian 
kedua-duanya berhak untuk tinggal di wilayah tersebut.  Kita seharusnya lebih 
mengedepankan masalah kemanusiaan tersebut daripada masalah agama, sehingga 
seharusnya isyunya juga diperluas dengan pembantaian dan pengusiran warga Islam 
asli Afrika oleh warga Islam Arab-Afrika di Darfur Sudan.  Jadi konflik 
Palestina bagi Arab bukanlah konflik kemanusiaan tapi konflik kebangsaan yaitu 
sesama Arab.  Dan juga bukan konflik agama, karena tak ada satupun negara Arab 
perduli terhadap pembantaiaan warga Islam asli Afrika di Darfur.

3. Mengaitkan Israel dengan kerajaan Daun memang tak sah.  Tapi mengaitkan 
dengan Israel yang kemerdekaannya telah diakui oleh banyak negara sejak 1947, 
juga menunjukan bahwa Israel sah berada di sana secara kekinian.  Sedangkan 
negara Palestina belum pernah diakui ada.

4. Tanah Palestina merupakan tanah yang unik, dan selalu menjadi rebutan para 
pendatang.  Yang pertama kali tercatat sebagai penghuni Palestina adalah bangsa 
Kanaan yang merupakan bagian dari Kerajaan Akadia.  Kemudian sebagian wilayah 
dikuasi bangsa Filistin yang merupakan pendatang dari Misenia Yunani dan 
sebagian dikuasi oleh bangsa Mesir saat Ramses III.  Lalu menyusul dikuasi 
bangsa Yahudi yang merupakan pendatang dari Ur Turki pada masa kerajaan Daun 
dan keturunannya.  Selanjutnya penguasaan jatuh pada bangsa Assyria pada masa 
Tiglath-Pileser III (Tukultī-apil-Ešarra), diikuti oleh Babilonia saat 
Nebuchadnezzar II, berpindah ke Persian saat Cyrus II (Kurose Bozorg), dikuasai 
Yunani saat Alexander III dari Makedonia, dan ditaklukan Romawi oleh Jendral 
Pompey, lalu kembali ke Persia saat Khosrau II, kembali ke Romawi saat 
Heraclitus, dan jatuh ke Arab saat Umar ibn Al Khattab, lalu jatuh ke tangan 
Umayyad (Siria) setelah pembantaian keluarga Ali,
 berikutnya ditaklukan oleh Abbasid (Baghdad), disusul oleh Fatimid (Cairo), 
lalu jatuh ke tangan bangsa Franka di bawah Godfrey yang mendirikan Kerajaan 
Yerusalem, kemudian jatuh ke tangan Mamluk (Mesir) saat Saladin, direbut oleh 
Ottoman (Turki) pada masa Selim I.  Kemudian diberikan dalam mandat Kerajaan 
Inggris setelah Perang Dunia I, dan terakhir menjadi Negara Israel dan Calon 
Negara Palestina.  Proses yang panjang, mereka yang mengklaim tanah palestima 
adalah pendatang, dan semuanya berhak hidup di kawasan tersebut.





________________________________
From: tawangalun <tawanga...@yahoo.com>
To: zamanku@yahoogroups.com; islamkris...@yahoogroups.com; 
prole...@yahoogroups.com; debat_islam-kris...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 8, 2009 4:06:22 AM
Subject: [zamanku] Re: AS rupanya sarang teroris juga



Buana101 ; Teroris islam sudah ada sejak jaman nabi muhammad, bahkan nabi 
muhammad menerapkan cara2 teror dalam penyebaran / memaksa bangsa lain untuk 
memeluk islam. Jadi teror bukan hal yang baru bagi islam.
 
Budak Angon : Kalau Islam menggunakan cara-cara teror seperti pasukan salib dan 
bangsa Spaniard kepada umat Islam, kenapa masih ada yang disebut Kristen Koptik 
di Mesir, Kristen Ortodoks Syria di Syam (Suriah,Yordania, Palestina), Kristen 
Maronit di Libanon, Kristen Ortodoks Armenia di Kaukasia, Kristen Ortodoks 
Yunani di Balkan, Turki dan Cyprus, Kristen Katholik Roma di Spanyol dan 
Portugal, Hindu di India, Kalau ada teror pastilah kita tidak akan menemukan 
mereka ditempat2 yang pernah dikuasai kaum muslimin berabad-abad lamanya 
kecuali dalam catatan sejarah saja

Buana101 : Kedua, mengenai Palestina, pada dasarnya bangsa Arab dan islam 
khususnya tidak ada kepentingan dengan bangsa Palestina, bangsa Palestina 
adalah Palestina, mereka bukan bangsa Arab, dan mereka juga bukan penganut 
islam, hanya orang2 Arab-Palestina saja lah yang menganut islam. Jadi pada 
dasarnya Arab dan islam tidak ada kepentingan dengan Palestina.

Lalu kenapa Arab dan Islam ngotot membantu Palestina ? Apa yang ingin dicapai 
oleh Arab dan Islam ? jawabannya adalah : Jerusalem.

Arab dan islam merasa berkepentingan dengan kota Jerusalem, Arab dan islam 
tidak sudi Jerusalem berada dibawah kekuasaan Yahudi, sehingga digunakannya 
issue bangsa Palestina agar Jerusalem dapat dikuasai oleh Arab dan 
islam......itu pointnya
 
Budak Angon : Masalah Palestina bukanlah masalah kepentingan Arab atau non Arab 
tapi ini tentang kemanusiaan, disana terjadi pengusiran, pembunuhan dan 
penjajahan terhadap suatu bangsa, bangsa Palestina saat ini tinggal 
dipengungsian dan tanah airnya direbut oleh bangsa Yahudi padahal bangsa 
Palestina telah tinggal disana sejak ribuan tahun yang lalu, lantas kenapa 
mereka diusir dari kampung halamannya sendiri??? Apakah bangsa Yahudi lebih 
berhak daripada bangsa Palestina atas tanah Palestina? 
Ketika Romawi masuk agama Kristen kenapa bangsa Yahudi tidak dikembalikan ke 
Palestina setelah mereka usir, malah dikejar-kejar untuk disembelih? Dan kenapa 
Kuil Sulaiman yang mereka dulu runtuhkan tidak dibangun kembali malah dijadikan 
tempat pembuangan sampah oleh umat Kristen?, padahal banyak waktu untuk 
melakukannya. Sekarang setelah 14 Abad Palestina dibawah pemerintahan Islam dan 
menikmati kebebasan beragama. Barat Kristen sibuk membantu mengembalikan orang 
Yahudi ke Palestina, kenapa? Cemburu yaa? Karena Barat Kristen tidak mampu 
kembali ke tanah kelahiran Yesus yang dijaga baik oleh kaum muslimin yang 
toleran, jadi siapa sih sebenarnya yang berkepentingan di Palestina dan 
Jerusalem itu? Arab Muslim kah? Atau Kristen Barat? 

Buana101 :Seharusnya orang2 islam sadar siapa pemilik sah dari Jerusalem, 
dimasa jayanya kerajaan Yahudi dulu, Raja Daud menjadi penguasa tunggal 
Jerusalem, dan Jerusalem menjadi ibu kota dari Kerajaan Israel Raya.....dan 
alquran mengakui ini dengan signifikan. 

Jadi....sia- sia lah napsu bangsa arab dan islam yang ingin menguasai 
Jerusalem, perang salib sudah lama berlalu, arab dan islam sudah dikalahkan dan 
di usir dari Jerusalem, dan Jerusalem dikembalikan kepada pemiliknya yang 
sah....biarlah yang terjadi sekarang tetap terjadi.
 
Budak Angon : Baru-baru ini kita mendengar ada yang mengaku-ngaku pewaris 
kekaisaran Sunda Nusantara, mereka mengklaim sebagian atau seluruh wilayah RI. 
Dahulu memang pernah eksis Kerajaan Sunda, Jakarta didirikan dan menjadi bagian 
kerajaan ini selama berabad-abad, Sedangkan hari ini anda tinggal di Jakarta  
dan warga negara Indonesia, kemudian mereka menuntut Jakarta dikembalikan, 
seluruh warga Jakarta termasuk anda diusir keluar dari Jakarta, apakah anda 
dengan sukarela akan melakukannya? Sama sekali anda tidak akan melakukannya 
karena kerajaan itu adanya dizaman dulu. Begitu juga dengan kerajaan Yahudi, 
yang sudah tidak eksis lagi selama hampir 2.5 millenium, jadi klaim bahwa tanah 
Palestina itu milik Yahudi adalah tidak sah.

Tisna


      

Kirim email ke