Suara Merdeka
10-04-2009, 

      Pemilu Kacau

      Ditulis Oleh DR Ir Drs Arnauly Aminullah, MBA     
     
      Perilaku ini diikuti oleh masyarakat lingkungannya termasuk di 
lembaga-lembaga pemerintahan, misalnya: bawahan yang melihat atasannya 
mengambil komputer  di kantor, maka ia bawahannya juga ikut mengambil TV di 
kantor seenaknya. Kondisi ini meluas hingga kini, bahkan sampai ke masyarakat. 
Hal tersebut juga dilakukan dalam bidang Politik, berbagai cara dihalalkan 
untuk mencapai tujuan .

      raja-raja kecil yang lahir dari 'ketiak' Suharto itu masih ada hingga 
kini, bahkan setelah Suharto lengser. Sejak itu keluarlah ide mengadakan 
Reformasi seolah-olah untuk merubah kondisi kea rah yang lebih baik, tetapi 
kenyataannya malah sebaliknya.

      Semuanya semakin kacau. Pemilu Legislatif 9 April contohnya. 

      Sebagai contoh, DPT yang dikeluarkan oleh pemerintah banyak sekali 
keganjilan penyimpangannya sehingga banyak suara-suara partai minta diusut 
untuk dituntaskan. Padahal, anggaran Pemilu 2009 pada KPU sangat besar, 
mencapai Rp 3 Triliun, padahal pada tahun 2004 hanya Rp 400 milyar. Itu pun 
sudah ada penyimpangan Korupsinya, bahkan Anggaran Belanja Negara itu juga 
jumlahnya sangat tinggi, dikupas oleh berbagai Media TV. Ada apa ini?

      Secara tekhnis, pemilu kali ini juga kacau. Mengapa peraturan pencoblosan 
dihapuskan, padahal cara ini paling aman karena tidak bisa diperbaiki 
dibandingkan dengan sekarang hanya dengan Coretan saja, kita tahu bahwa Coretan 
atau tinta bagaimana pun baiknya bisa dihapus, maka itu dilarang dalam 
penandatanganan di kertas berharga ceque Bank tidak dibolehkan harus ada tanda 
goresan.

      Presiden SBY sudah menyadari ada kemungkinan terjadi kerusuhan dalam 
Pemilu 9 April 2009 ini, maka diminta semua pihak untuk menjaga diri dan Negara 
akan bertindak atas berbagai pelanggaran dan penyimpangannya.

      Di beberapa negara pengaruh subversif asing sangat dijaga ketat, tetapi 
di Indonesia UU Subversif dihilangkan . Di negeri China sendiri untuk 
melindungi Negara dan pemerintah selalu diikut sertakan para tokoh-tokoh yang 
berusia di atas umur 80 tahun, karena mereka inilah yang banyak pengalaman 
untuk memproteksi negaranya dari berbagai macam tipu muslihat subversib asing, 
tetapi di Indonesia Lembaga Dewan Pertimbangan Agung dibubarkan , sehingga 
berjalanlah pemerintahan bagai anak kehilangan induk.

      Beberapa Negara bila pemerintah yang berkuasa melakukan kebijakan 
pemerintah yang merugikan bangsa dan Negara dilakukan dengan cara mosi tidak 
percaya. Untuk itu di masa akan datang , jika melakukan mosi tidak percaya agar 
tetap dipertahankan tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan membaca gerakan asing 
tetap harus dilindungi dan dijadikan tokoh pemimpin bangsa, agar kelangsungan 
berbangsa dan bernegara dapat berlanjut.

      Perlu anda ketahui bahwa situasi dunia sekarang ini Negara Adi Kuasa 
Kapitalis dan Komunis sedang mengalami kehancuran total. Dimana lebih dari 60 
negara menderita krisis moneter global kondisi ini harus dimanfaatkan oleh 
pemimpin-pemimpin Nasionalis Indonesia untuk muncul sebagai pemain dunia 
seperti yang diperankan oleh Bung Karno terdahulu. Dan kini Tokoh-tokoh 
tersebut sudah muncul dan siap untuk menyelamatkan dan mengangkat martabat dan 
derajat bangsa Indonesia , baik dari segi Kemampuan Intelektual maupun di 
bidang Perekonomian yang dapat menguasai dunia. 

      Marilah bergabung. " Satukan Pemikiran untuk membangun Kejayan Indonesia 
Raya ". Merdeka !!!!

     

Kirim email ke