http://www.tribun-timur.com/read/artikel/21749

Pemantu Pemilu Gresik Dilarang Awasi Pemilu
LAPORAN: Kompas.com


Jumat, 10 April 2009 | 19:19 WITA
GRESIK, TRIBUN - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Gresik menemukan 
sejumlah kejanggalan dalam pemilihan umum legislatif pada Kamis (9/4) lalu. 
Ketua KIPP Gresik Makmun dalam siaran persnya kepada wartawan menyebutkan KIPP 
Gresik menganggap Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Driyorejo mengebiri KIPP.

Oknum Panwascam tersebut mengatakan, hanya Panwaslu yang berhak mengawasi 
pemilu, pihak lain dinilai ilegal dan bisa dikenai sanksi hukum. Bahkan check 
list pemantauan KIPP yang diminta oknum Panwascam tidak dikembalikan ke KIPP. 

Intinya, KPU Gresik dan Panwaslu Gresik dinilai kurang serius menjalankan 
tugasnya. "Akibatnya, banyak keteledoran kinerja penyelenggaraan pemilu," 
katanya.

KIPP menyebar 18 relawan yang disebar ke tujuh daerah pemilihan di Gresik. 
Setiap daerah pemilihan diambil tiga sample. Di antara kejanggalan dalam 
pemungutan suara yang ditemukan tim relawan KIPP Gresik adalah tertukarnya 
surat suara DPR RI antara daerah pemilihan X (Gresik, Lamongan) dan Dapil VII 
(Pacitan, Ponorogo, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo) di TPS 03 Desa Bolo 
Kecamatan Ujungpangkah. Padahal, surat suara terlanjur dicontreng.

Keanehan lain petugas di TPS 4 dan TPS 5 Desa Peganden Kecamatan Manyar ada 
yang membolehkan pemilih mencontreng lebih dari pukul 12.00, sementara yang 
sebagian lagi menolak.(*)
 
Tribun Timur, Selalu yang Pertama 

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimur...@yahoo.com 

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

Kirim email ke