> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > Khalifah yang baik untuk umat yang baik. > Kalau kwalitas Islam di RI masih rendah > yo gak mungkin berhukum syariah dan > jelas akan sulit ekonominya karena gak > dapet berkah,
Islam itu cuma kepercayaan dan sama sekali tidak punya ukuran kualitas. Karena kualitas itu ada standard pembandingnya, misalnya untuk emas, standard pembandingnya adalah "karat", jadi kualitas emas itu ada ukuran kualitasnya yaitu karat. Sebaliknya, Islam itu macam2, ada Islam Ahmadiah, ada Islam Syiah, ada Islam Sunni, ada Islam Kurdi, ada Islam Kejawen, dan semua Islam2 ini memiliki ukuran standardnya masing2 yang tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya untuk menentukan kualitasnya. > lihat saja nanti kan sulit > untuk makmur. Padahal wis dikasih contoh > Saudi pakai syariah makmur banget. > Di Qatar pajak gak perlu ada.Listrik > ora bayar. > Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Yaman dll..... Kesemuanya ini memang menggunakan hukum Syariah, TETAPI mereka semua ini merupakan kerajaan2 yang keamanan negaranya berada dibawah perlindungan Aliansi Amerika seperti organisasi NATO. Dan mereka tidak semuanya makmur, bahkan sekarang boleh dikatakan semuanya melarat akibat krisis ekonomi global. Dulu memang Arab Saudia terkenal sebagai negara kaya dan makmur, tetapi kemakmuran dan kekayaan ini bukan milik rakyatnya tetapi milik Caliph atau rajanya dan semua kekayaan ini berasal dari Amerika yang mengolah maupun membeli minyaknya. Lepas daripada itu, hukum Syariah di negara2 ini memang sangat menguntungkan Amerika karena Syariah bisa menekan pemberontakan, bisa membunuh siapa saja yang menentang kebijaksanaan raja atau caliph. Bahkan kita semua sudah tahu bukan???? Bahwa Amerika berusaha menjadikan Indonesia juga menjadi negara Syariah melalui kaki tangannya yang berpusat di Arab Saudia. Kalo Indonesia menjadi negara Syariah, maka mudahlah semua urusan menggaruk hasil bumi Indonesia ini seperti yang dilakukannya di negara2 Arab diatas tadi. Lagi pula judul dari tulisan disini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Arab Saudia ataupun negara2 diluar Indonesia. Yang saya ketengahkan dalam judul tulisan ini adalah tentang Syariah Islam yang ditolak bangsa Indonesia, meskipun mau dipaksakan oleh Amerika melalui antek2nya orang2 Arab dari Arab Saudia agar Indonesia menjadi negara Syariah. Jadi yang kita bicarakan disini adalah hasil pemilu yang membuktikan cara bangsa Indonesia menolak Syariah. Hal ini berkaitan dengan MUI yang selalu memaksakan Syariah Islam yang se-olah2 merupakan tuntutan bangsa Indonesia untuk menjadikan hukum negaranya. Meskipun mayoritas umat Islam di Indonesia beragama Islam di ktp-nya saja, namun tidak berarti MUI ini merupakan representasi mayoritas Islam di Indonesia, hal ini bisa dibuktikan dengan kebencian MUI kepada Islam Ahmadiah malah ditolak oleh mayoritas bangsa Indonesia sehingga pemerintah sendiri tidak berani melegalisasikan keputusan MUI ini. Naaah..... sekarang ditambah lagi dengan bukti2 yang lebih kuat, ternyata pemilu juga kembali kelompok2 pendukung Syariah Islam ditolak oleh rakyat Indonesia melalui pemberian suara mereka di pemilu ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
