http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009041506370942

Rabu, 15 April 2009
RAGAM
PENYIMPANGAN ASET: Pengusutan Situ Gintung Dihentikan


JAKARTA (Lampost): Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan atas
dugaan kelalaian yang berakibat jebolnya tanggul Situ Gintung di
Tanggerang, Banten. Peristiwa itu menewaskan ratusan warga.

Tim sudah mengusut selama dua pekan. Penyelidikan yang digelar tim
khusus itu sebelumnya sempat pula mendengar keterangan tiga pejabat
dari Pemkab Tangerang Selatan dan Provinsi Banten.

Ketiganya adalah Kepala Dinas PU Tangerang Selatan Eddy Molanda, Kadis
Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi, serta
mantan Kadis PU Kabupaten Tangerang Hermansyah.

Lokasi tanggul Situ Gintung yang jebol berada di Kecamatan Cireundeu,
Tangerang Selatan. Saat peristiwa terjadi, sedikitnya dua juta kubik
air dalam tanggul tumpah dan langsung menyapu ratusan rumah berikut
isinya di sekitar lokasi itu. Sebanyak 100 warga tewas, puluhan lain
hilang, dan ratusan rumah hancur.

Menurut informasi penyidik di Polda Metro Jaya, penyelidikan Situ
Gintung dihentikan di tengah jalan atas perintah langsung Kapolda
Metro Jaya Irjen Wahyono. Pasalnya, Kapolda menilai jebolnya tanggul
itu murni bencana alam dan tidak ada unsur kelalaian.

Saat dikonfirmasi tentang penghentian penyelidikan itu, Kepala Bidang
Humas PMJ AKB Chryshnanda Dwi Laksana berujar, "Saya belum mengetahui
pasti hasil penyelidikan Situ Gintung. Tapi saya dengar (penyelidikan)
itu dilimpahkan ke Mabes Polri," ujarnya.

Chryshnanda juga menekankan pentingnya proses penyelidikan yang
berlangsung secara adil. Untuk itu, ia berharap sebaiknya dibentuk tim
ahli, termasuk dari unsur media yang berperan sebagai pengontrol
tentang apa sebenarnya yang terjadi di sana. "Dengan begitu, kita
tidak memojokkan (asal menuding) siapa pihak yang bersalah."

Sementara itu, Koordinator Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh)
Tangerang, Uyus Setia Bhakti mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) turun tangan mengusut dugaan penyimpangan pengelolaan situ-situ
di wilayah Tangerang.

Bila dugaan penyimpangan dibiarkan, ia khawatir tragedi serupa
terulang di Situ Gintung dan Cipondoh. "Kami minta KPK turun tangan
mengusut potensi penyimpangan tersebut. Situ-situ di Tangerang rusak
akibat ulah oknum."

Selama ini, menurut Uyus, di sekitar situ-situ banyak didirikan tempat
usaha ataupun permukiman. Ia yakin pembangunan areal komersial ataupun
permukiman itu tidak terlepas dari campur tangan pihak-pihak di
pemerintahan. "Inilah yang harus diusut, baik di tingkat pemerintah
pusat maupun daerah," pungkasnya. n MI/R-1

-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************

Kirim email ke