Teman-teman,


Sampai saat ini yg saya kenal sendiri pernah berjalan-jalan ke dimensi
lain cuma satu orang, sebut saja namanya Mas X yg ikut datang dalam
copy darat Milis Spiritual-Indonesia yg pertama di Jakarta, akhir
November 2007. Mas X bawaannya kalem sekali, dan frekwensinya itu
frekwensi Buddha. Kalau duduk di sebelahnya anda akan langsung mencapai
level samadhi.



Menurut cerita, Mas X ini dari kecil suka menggunakan mantera-mantera
berbahasa Jawa dan Arab. Something like kalimosodo dan berbagai laval
Arab Jawa lainnya. Lalu, suatu saat, sepulang dari kantor dia diajak
untuk mampir di sebuah warung makan oleh tiga orang berpakaian gamis
putih; gamis adalah pakaian pria Arab yg panjangnya sampai ke tumit.
Setelah itu Mas X tidak ingat apa-apa lagi, hilang selama satu bulan
penuh. Keluarganya mencari-cari kesana kemari, tapi tidak ketemu.



Satu bulan setelah itu Mas X balik kembali ke rumahnya dengan naik
taxi, mengenakan pakaian yg sama yg dikenakannya ketika menghilang satu
bulan sebelumnya, dan dengan gigi yg biasa saja, seperti baru pulang
kantor, tidak seperti orang yg kelayapan satu bulan penuh tanpa berita.



Waktu baru sampai di rumah, Mas X masih bisa melihat segala macam
makhluk halus, masih linglung, tetapi lama-kelamaan biasa lagi. Mungkin
harusnya Mas X diperiksa gelombang otaknya, sebab kalau kita duduk di
sebelahnya, kita akan langsung berasa bahwa frekwensi gelombang otaknya
itu berbeda.



Mungkin kasus-kasus seperti inilah yg dialami oleh Prabu Joyoboyo dari
Kerajaan Kediri yg konon langsung hilang begitu saja. Nabi Elia dari
Israel juga bablas begitu saja. Yesus atau Nabi Isa AS juga hilang
begitu saja. Hilang, bablas ke dimensi lain?



Mungkin juga mereka yg mengaku diculik UFO itu sebenarnya hilang ke
dimensi lain. Tapi dimensi lain itu apa kalau bukan gelombang otak kita
yg berubah sehingga kita tidak terlihat lagi di dimensi ruang dan waktu
ini?



Hipothesa saya bilang bahwa dimensi lain itu cuma gelombang otak kita
sendiri. Kita bisa jalan-jalan ke dimensi lain kalau gelombang otak
kita berubah. Ada yg berbakat, dan ada yg tidak. Jadi tidak usah
dipaksakan kalau anda memang tidak berbakat.



Berikut penuturan Mas X yg dituliskannya seolah-olah kisah orang lain.
Di tulisan berikut kita bisa melihat
tahap-tahap meditasinya, cirinya seperti apa saja. Kisah tentang
jalan-jalan ke dimensi lain tidak disebutkan secara terperinci di
tulisan itu, tetapi saya tahu karena diceritakan sendiri oleh orangnya
secara lisan.





+



LANANG, IA TAK PERNAH TAHU JAWABNYA...





Ini adalah uneg-uneg hati seorang sahabat, "Lanang" begitu saya
memanggilnya, yang kemudian saya tuangkan dalam rangkaian kalimat yang
sekiranya dapat menjadi sebuah bacaan sederhana bagi siapa saja, ini
hanyalah penggalan sebuah pengalaman hidup dan fenomena spiritual yang
dirasakan olehnya.



Konon Lanang biasa dan sering melakukan "perjalanan kedimensi lain"
yang dalam bahasa kerennya disebut astral travel, out of body
experience, rogo sukmo, atau nama-nama lain sejenis. 



Lanang sahabat saya ini tidak terlalu paham dengan nama-nama itu dan
sedikitpun ia tak pernah punya keinginan untuk sejauh itu. Tujuan
awalnya cuma ingin merasakan keheningan, berbicara pada hatinya dan
meninggalkan pikiran-pikiran sumpek yang mendera hidupnya. 



Lanang hanya menjalani apa yang ia tahu tentang meditasi dengan dzikir
dari seseorang yang ia hormati, sedikit belajar, bertanya dan membaca
agar ia punya referensi dan tahu tentang apa yang ia lakukan selama ini
menurut bahasa kekiniannya.



Lanang sendiri tidak pernah menyadari kapan awal mula ia mulai
menyebrang ke dimensi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya; ia cuma
tahu dalam meditasi yang ia lakukan selama ini, ia temukan hal indah
yang tak terbayangkan seperti nafas yang demikian teratur, perlahan
dengan jeda yg panjang di antara tarikan dan hembusan nafas, detak
jantung yang berangsur menjadi perlahan sampai tahapan ekstase yang
amat membuat ia ketagihan. 



Bahkan ia pernah amat sangat ketakutan ketika suatu saat nafas dan
detak jantungnya serasa terhenti seketika. Astagfirullah,
Allohuakbar... Lanang mengira saat itu ia telah mati, semua terasa
kosong tak ada apa-apa dan siapa-siapa, tak tahu di mana, amat
membingungkan. Serta merta ia memohon ampun istighfar berulang-ulang,
dan ia tersadar kembali. Alhamdulillah…



Dalam kesempatan meditasi berikutnya ia mulai merasakan sensasi aneh
ketika tubuhnya jadi terasa amat ringan, ada sesuatu yg seolah-olah
akan terlepas dan tercerabut dari tubuhnya... entah ia tak tahu itu
apa. 



Ia cuma merasakan suhu tubuhnya memanas, butir-butir peluh mengalir di
sekujur tubuh, perih serasa tersayat ketika peluhnya luruh mengaliri
permukaan kulit, tapi ia berusaha mengabaikan rasa itu. Tapi kepalanya
berdenyut-denyut. Kejadian itu terus berulang pada meditasi berikutnya
dan ketika ia terus berusaha mengabaikan hal itu kepalanya kembali
berdenyut hebat dan ia yakin hal itu akan hilang suatu saat, dan benar
firasatnya hal itu tidak lagi terjadi di sesi-sesi selanjutnya, namun
muncul hal lain yang juga membuat ia menjadi ketakutan setengah mati:
ia melihat dirinya tengah duduk bermeditasi…



Kembali ia panik dan berpikir ia telah mati, berusaha menenangkan diri
sedapat mungkin. Ia berusaha menyebut namaNya sebisanya meskipun
terbatabata. Astaghfirullah… Subhanallah... sekali lagi ia berusaha
yakinkan hatinya bahwa Tuhan Maha Menjaga dan takdir serta kematian
adalah MilikNya.



Lanang terkadang tersenyum sendiri ketika mengingat pengalaman pertamanya itu. 



Selanjutnya ia mulai terbiasa dan pasrahkan segalanya pada Sang Khalik pemilik 
hidup dan ia baik-baik saja…



Menurut asumsi Lanang itu adalah ketenangan dan kesunyian hakiki yang
tak mungkin ia tolak kedatangannya. Di sana tak ada beban, semua
mengalir tanpa diminta, tanpa perintah, itu saja sudah nikmat luar
biasa baginya, dan tanpa ia sadari proses lain tengah berjalan ke depan
jauh dari sekedar yang ia inginkan.



Saya juga pernah mendengar kisahnya dari orang lain tentang pengalaman
perjalanan aneh yang tak disadarinya namun telah mengubah persepsinya
tentang meditasi mendalam dan membuat ia memahami kebesaran Tuhan
dengan ragam fenomena mahluk ciptaanNya, dimensi ruang dan waktu yang
diciptakan dan banyak hal lain dalam genggaman kekuasanNya. Maha Suci
Tuhan semesta alam... Subhanallah.



Ada yang mengherankan dan masih jadi sebuah pertanyaan dalam dirinya
adalah mengapa terkadang ia tidak menyadari kalau ia "melakukan
perjalanan" ketika ia tidur, bahkan berkunjung ke suatu tempat atau
datang kepada seseorang atau lebih pada waktu yang sama secara
bergantian tanpa diawali meditasi seperti yang biasa ia lakukan dengan
sengaja atau jika memang ia inginkan tapi selalu saja ada satu kesamaan
dasar dari keduanya yaitu "ia sadar dan bisa mengingat apa yg telah ia
lakukan".



Lanang mengakui terkadang ia tak bisa menuju ke tempat atau seorang
yang ia inginkan dan ia berusaha tidak kecewa serta meyakini jika hal
itu terjadi berarti ia tidak dijinkan olehNya, ia menyadari manusia
penuh keterbatasan, bahwa Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik buat
mahlukNya, atau selalu berprasangka baik kalau Tuhan melindungi dari
sesuatu yg kurang baik buatnya.



Tuhan pemilik semesta alam dan isinya, semua adalah milikNya termasuk
jiwa dan roh kita, Tuhan berhak melakukan apa saja pada ciptaanNya.



Lanang pernah bertanya pada beberapa orang yang mumpuni dalam hal itu,
jawabannya adalah itu terjadi karena dipicu oleh ingatan akan
"sesuatu", bisa saja ingatan akan suatu tempat, peristiwa, seseorang,
saudara, teman, kerabat bahkan orang-orang yang baru saja ia kenal hari
ini atau sejam yang lalu, selebihnya itu merupakan "hadiah" dari Tuhan
agar kita mau lebih bersyukur atas nikmat hidup yang tak terhingga.



Ia juga tak pernah tahu bagaimana ia bisa berkomunikasi dengan mereka
yg tak kasat mata, bagaimana ia kehilangan rasa takut manusiawinya saat
itu. Bagaimana ada orang lain yang menyatakan kalau ia didampingi
"mereka yang tak kasat mata", bagaimana ia merasa nyaman-nyaman saja
berdampingan dengan mereka, bagaimana ia bisa terhubung dengan
orang-orang yang ia pikirkan, bagaimana ia bisa menghampiri mereka,
bagaimana ia bisa dirasakan kehadirannya, bagaimana ia bisa menyentuh
benda apapun yang ia mau ketika berada disana, bagaimana ia bisa
mempengaruhi suhu ruangan, bagaimana ia menimbulkan bau khusus
disekitar org yg terhubung, dan fenomena lain yang membuat ia bingung?



Lantas pertanyaannya, dari mana ia tahu semua itu?



Lanang mendengar pengakuan dari beberapa orang yang konon "berilmu"
atau mereka yang memang sudah dikenal atau tidak sengaja bertemu di
suatu tempat, padahal ia tidak mengenal siapa mereka sebelumnya, atau
fenomena itu muncul saat melakukan meditasi bersama-sama di satu tempat
atau berbeda tempat dengan janji atau bahkan tanpa meditasi sekalipun.



Segala sesuatunya berjalan tanpa ia minta... Aneh, ini sungguh aneh buatnya!



Belum lagi hal-hal aneh yang ia alami satu demi satu, pengalaman demi
pengalaman, tapi ia tak tahu harus apa, merasa terbebani atau
bersyukur, ia hanya ingin berbagi tapi terkadang ada hal yang memang
tak boleh ia ceritakan; entah siapa yang mengatakan tapi hatinya
berkata begitu.



Pengalaman ini akan jadi bahan tertawaan kalau saja ia bercerita pada
mereka yang amat mengedepankan pemikiran logika dan modern science.



Entahlah, Lanang sahabat saya ini terkadang berpikir lurus-lurus saja,
tak ada yg tak mungkin jika Tuhan menghendaki. Ia jalani apa adanya
tanpa berusaha mencari tahu apa dan bagaimana itu bisa terjadi, apa
misi hidupnya. 



Semuanya ia pasrahkan padaNya, ia syukuri sebagai suatu anugerah. Ia
tak pernah merasa bahwa ia bisa lakukan itu, ia merasa biasa-biasa saja
sama seperti yang manusia lainnya, semua mengalir dan terjadi begitu
saja, ia hanya meyakini semua terjadi karena kehendakNya.



Lanang tak pernah tahu jawabannya...



+



Dan Mas W, seorang yg disinyalir menganut Atheisme dan terkenal sangat
sok tahu ikut menanggapi tulisan saya di bagian awal, sbb:



He he he, masne memang oye... Contonya dalam pencarian UFO ini, orang
dari SETI bilang belum ketemu, belum ada bukti konkret obyektive, tapi
banyak pilot, astronout, kosmonot yang "melihat" penampakan UFO.



Akhirnya DR. Rick Strassman mencari UFO tidak keluar kemana-mana, tapi
mencari di gelombang otak manusia-nya sendiri. Dan dia simpulkan, itu
gejala namanya psychedelics. UFO sementara disimpulkan oleh DR. Rick
Strassman berada di otak manusianya sendiri... :)



+



Sampai saat ini saya sendiri tetap berpendapat bahwa mungkin saja
manusia bisa hilang bablas ke dimensi lain sehingga tidak telihat lagi
di dimensi ruang dan waktu ini. Tetapi bablasnya lewat kesadaran kita
sendiri ketika gelombang otak kita berobah. Gelombang otak kita berobah
sedikit saja, kita sudah akan bisa melihat penampakan berbeda. Ada yg
namanya malaikat, jin, nabi, Buddhas, dan segala macam makhluk yg
sebenarnya merupakan bagian dari kesadaran kita sendiri saja.



Kesadaran kita masuk ke dalam kesadaran kita sendiri saja.



+



Leo

@ Komunitas Spiritual Indonesia 
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.





Kesadaran
kita cuma masuk ke dalam kesadaran kita sendiri saja. Mungkin nanti
akan terbuktikan secara ilmiah bahwa kita bisa juga menghilang dari
dimensi ruang dan waktu ini ketika frekwensi gelombang otak kita
berubah. Ada yg pernah menghilang dan tidak balik kembali, dan ada yg
pernah menghilang dan balik kembali seperti kasus di tulisan ini.


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke