PERCAKAPAN 1: PENGALAMAN PAS NGUMPUL SAMA PA' CHODJIM




T = Share di note dunk Om, pengalaman pas ngumpul sama Pa' Chodjim !



J = Pengalaman apa yah, saya kan duduk persis di belakang Achmad
Chodjim yg ngasih ceramah tentang sembilan ajaran Syekh Siti Jenar. Ada
sekitar 40 orang teman yg berkumpul saat itu, semuanya duduk lesehan
dengan rapi, sempit-sempitan. Ada juga yg tidak kebagian tempat di
dalam dan terpaksa duduk di teras.



Uraian yg diberikan sangat detil, teratur, sistematis. Achmad Chodjim
mengerti Bahasa Jawa dan Bahasa Arab, dan referensinya sangat banyak.
Penjelasannya sangat masuk akal, terbuka dan sama sekali tidak
dogmatis. Gayanya memang konservatif, tapi gaya bisa deceptive juga.



Saya melihat essensi dan bukan gaya, so secara essensial saya merasa
bahwa uraian dari Achmad Chodjim itu tidak berbeda dari pengertian saya
selama ini bahwa agama-agama tidak lain dan tidak bukan cuma metode
belaka. Metode itu alat, sarana, untuk mencapai keseimbangan dalam
kehidupan pribadi dan masyarakat.



Tentu saja kita di sini melihat Syekh Siti Jenar seperti ditafsirkan
oleh Achmad Chodjim. Bisa juga disebut sebagai Syekh Achmad Chodjim yg
sedang berbicara tentang seorang warga nusantara masa lalu yg bernama
Siti Jenar. What's the difference ?



Yg sangat menarik adalah penjelasan gamblang dari Mbah Chodjim bahwa
agama adalah alat dari penguasa sejak jaman dahulu kala. Itu benar.
Bukan hanya di Jawa, melainkan di semua tempat di muka bumi ini. Dan
para penguasa itu menggunakan para ulama untuk memaksakan berjalannya
sistem feodalisme di masa lalu. Sampai saat ini bahkan masih ada
penguasa yg menggunakan agama dan para ulamanya sebagai alat kekuasaan.



Ada simbiosis mutualisma antara penguasa dan ulama. 



Ketika itu terjadi, maka yg rugi adalah masyarakat umum seperti kita
semua yg akan menjadi sapi perah belaka, pedahal jelas kita bukan sapi
melainkan manusia. Kita manusia yg bisa berpiikir dan menentukan
sendiri apa yg kita inginkan dalam hidup. 



Penguasa membutuhkan tenaga dan uang dari kita demi kelanggengan
kekuasaan mereka. Dan ulama membutuhkan tenaga dan uang dari kita juga
untuk melanggengkan kedudukan mereka sebagai ulama. Cocok bukan? Dan
ber-simbiosis mutualisma lah mereka. 



Tetapi sejak abad pencerahan di Eropa, mulailah ditelanjangi segala
kebobrokan dalam simbiosis mutualisma antara penguasa dan ulama. Abad
pencerahan di Eropa itu sejaman dengan masa hidup Syekh Siti Jenar di
Jawa. Apa yg dicapai di Eropa ternyata bisa dicapai juga oleh manusia
nusantara. Banyak manusia yg dipenggal dan dibakar hidup-hidup oleh
gereja di Eropa. Kesalahannya kurang lebih sama dengan Syech Siti
Jenar, yaitu mereka mencoba menggunakan otak mereka untuk berpikir.



Kalau kita menggunakan otak untuk berpikir, maka simbiosis mutualisma
antara penguasa dan ulama akan ambruk. Di Eropa Barat sekarang ini
sudah tidak ada lagi penipuan massal atas nama agama. Tetapi di
Indonesia masih ada, at least masih diupayakan oleh sebagian ulama.
Untungnya banyak dari kita sudah sadar bahwa kita memiliki HAM. 



Dan HAM yg dimiliki oleh kita tidak lebih dan tidak kurang daripada HAM
yg dimiliki oleh penguasa politik dan ulama. Kalau penguasa dan ulama
bisa berbicara, kita juga bisa berbicara. Bicara saja!



Penjelasan tentang paralelisme antara sejarah Eropa Barat dan Syekh
Siti Jenar di beberapa alinea di atas bukan dari Achmad Chodjim
melainkan dari saya pribadi. Intinya adalah saya melihat dalam
penjelasan Achmad Chodjim sesuatu yg paralel dengan pengertian saya
selama ini, yaitu bahwa kita manusia di mana-mana memang tidak ada
bedanya. 



Ada paralelisme dalam pola berpikir manusia di Eropa Barat dan di Jawa
500 tahun lalu. Eropa Barat mengalami Abad Pencerahan, dan kita di Jawa
memiliki Syekh Siti Jenar yg walaupun didzolimi oleh para ulama yg
berkoalisi dengan penguasa, tetap saja memiliki ribuan pengikut di
seluruh nusantara sampai saat ini. 



Segala macam simbol yg digunakan oleh agama itu memiliki essensi yg
jauh sekali dari pengertian yg mau dipaksakan oleh para%2


      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke