Bom Bunuh Diri di Marriott dan Ritz Carlton Malaysia: Noordin M Top Tidak Ada Disini Malaysia mengklaim telah menangkap tiga tersangka terorisme. Terkait dengan bom Jakarta?
Elin Yunita Kristanti *VIVAnews* - Warga negara Malaysia, Noordin M Top diduga ada di belakang aksi pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat 17 Juli 2009. Intelijen Malaysia menyatakan pimpinan grup sempalan Jamaah Islamiyah (JI) itu tak ada di Malaysia. "Saya tidak tahu ada dimana dia saat ini. Saya hanya bisa mengonfirmasikan dia tak ada di sini saat ini," kata Menteri Dalam Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, seperti dimuat laman /The Star/, Selasa 21 Juli 2009. Ditambahkan Hishammuddin, intelijen Malaysia bekerjasama dengan intelijen Indonesia untuk melacak keberadaan buron teroris nomor satu di Asia Tenggara tersebut. Polri menyatakan bahwa bom di dua hotel elit identik dengan bom di Bali dan Palembang. Dugaan keterlibatan Noordin M Top pun menguat. Meski demikian, Hishammuddin berpendapat belum ada indikasi nyata keterlibatan Noordin. Menurut dia, terorismen adalah kejahatan global yang melibatkan banyak jaringan," kata dia. Ditambahkan dia, pemerintah Malaysia terus memonitor pengikut Noordin M Top di seluruh negeri. Saat ini, ujar, Hishammuddin aparat Malaysia telah menahan tiga orang berdasarkan Undang Undang Keamanan Dalam Negeri atau /Internal Security Act/ (ISA), sebelum peristiwa pemboman di Jakarta terjadi. "Intelijen Malaysia telah bekerja dengan baik," kata dia. Apakah orang-orang yang ditahan terkait dengan pemboman di Jakarta? " Saya tidak dalam posisi bisa menjelaskan apakah mereka terkait bom di Jakarta, tapi saya bisa katakan mereka adalah teroris," tambah dia. Tiga orang diduga teroris yang ditangkap di Malaysia berusia 43 sampai 53 tahun. Mereka ditangkap pada 25 Juni 2009. Ketiganya diyakini sebagai bagian dari Jamaah Islamiyah yang beroperasi di Malaysia. Dua gembong terorisme yang terlibat dalam sejumlah aksi bom bunuh diri di Indonesia yakni Azahari dan Noordin M Top adalah warga negara Malaysia. Bersama Azahari bin Husin yang tewas dalam penggerebekan polisi di Malang, 9 November 2005, Noordin adalah otak dibalik beberapa serangan terorisme di Indonesia termasuk Bom Bali 2002. Dalam kasus ini 202 orang tewas, sebuah kejadian bom bunuh diri paling fenomenal di Asia Tenggara. Jika Azahari bertanggungjawab dalam perakitan bom, Noordin berperan merekrut relawan bom bunuh diri dan menentukan strategi. Pendanaan untuk operasional kegiatan Jamaah Islamiah juga jadi tanggungjawabnya. Jejak Noordin pertama kali terlacak dalam penemuan bahan peledak di Palembang, Sumatera Selatan Selasa, 1 Juli 2007. Sebanyak 21 bom waktu ditemukan, 16 bom siap digunakan. Belakangan jejak Noordin kembali menguat. Densus 88 menangkap beberapa orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata. Saefudin Zuhri adalah keponakan Baridin. Baridin diduga kuat sebagai mertua Noordin M Top. Anak perempuan Baridin, Ariani Rahma pada 2006 menikah siri dengan orang yang sama sekali tak dikenal warga, bahkan sampai pasangan tersebut dikaruniani dua anak. Di lokasi kediaman baridin, Densus 88 menemukan sebuah jerigen yang berisi alat-alat pembuatan bahan peledak. Menurut Kepala Kepolisian, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, bahan-bahan peledak yang digunakan untuk mengebom Marriott dan Ritz Carlton identik dengan bahan peledak yang ditemukan di Cilacap. • VIVAnews http://nasional.vivanews.com/news/read/76664-malaysia__noordin_m_top_tidak_ada_disini http://media-klaten.blogspot.com/ http://seizetheday-cloth.blogspot.com/
