[BUKU INCARAN]

Orang Biasa Menulis Kehidupan Langka
---Anwar Holid


Vinondini Indriati pernah menulis di muka Facebook saya: "Ordinary people write 
unordinary life."

Ungkapan itu cukup pas mewadahi kesan umum atas autobiografinya, Nyi Vinon 
(Daun Buku, 398 hal., Rp.60.000), yang terbit dalam kemasan cantik-mungil, 
sehingga sangat enak untuk dibawa-bawa sepanjang waktu sampai habis dibaca. 
Saya membolak-balik buku itu, menandai bagian yang asyik dan mengesankan, 
akhirnya berani bilang betapa seorang individu yang tampak biasa-biasa saja, 
ternyata memiliki isi kepala, pandangan hidup, dan komentar terhadap dunia 
beserta segala halnya, yang begitu ramai, unik, bahkan kadang-kadang aneh dan 
mencengangkan. Seperti keberaniannya menulis "unordinary", dan bukan memilih 
"unorthodox", "extraordinary", atau "uncommon" meski artinya serumpun.

Setelah dalam beberapa minggu agak tekun membaca-baca autobiografi tersebut, 
terasa betapa buku ini asyik, lucu, jujur, lancar, sederhana, sekaligus 
mendasar. Memang ada kala tulisannya merembet ke mana-mana, akibat ingin 
mengomentari banyak hal, tapi dia terus berusaha fokus dari bagian ke bagian. 
Karakter dirinya nyata dan jelas-jelas tampak di setiap fase kehidupan dan 
pemikiran. Dari segi penuturan, buku itu melesat berhasil menghindari klise 
autobiografi yang membosankan. 

Publik yang skeptik mungkin akan bertanya-tanya, siapakah Vinon sampai 
berani-berani bikin autobiografi di usia awal tiga puluhan? Apa dia membuat 
terobosan sejarah? Mengalami drama kemanusiaan begitu hebat? Bila itu 
pijakannya, orang akan kecewa. Karena menulis tentang kehidupan "biasa" itu, 
yang terasa pada bukunya bukan heroisme, menghebatkan diri,  atau mencela orang 
lain, melainkan mengamat-amati dan berketapan hati. Meski ada-ada saja, 
perjalanan hidup Vinon pada dasarnya masih terbilang biasa untuk ukuran orang 
kebanyakan. Dia menghabiskan sekolah dengan ikut Pramuka, ekstrakurikuler, 
aktif di banyak kegiatan, atau membentuk peer group yang solid. Bagi sebagian 
anak SMA, terpilih sebagai peserta AFS mungkin terbilang istimewa. Tapi bukan 
itu poinnya. Yang paling berharga dari bukunya ialah proses penemuan diri, 
bahwa hidup merupakan serangkaian pilihan dan tanggung jawab, dan itu akan 
berlangsung terus memasuki periode baru.

Sebagai anak dari keluarga pengelola pabrik gula di Cirebon, masa kecil Vinon 
berlangsung menyenangkan, penuh permainan dan kegiatan, sebagian mengandung 
balutan mitos agama Islam setempat. Meski mengakui bahwa lingkungan pabrik gula 
merupakan subkultur, Vinon bukan tipe anak sok atau pertentangan kelasnya 
meruncing jadi permusuhan. Keluarganya memperlihatkan moral dan toleransi 
tinggi. Di sebelah rumahnya ada asrama zending, tempat kawan-kawan ayahnya main 
catur, sementara Vinon bersama kakak dan adik main ketangkasan bernama 
"jembatan sirotol mustakim" untuk menentukan apa mereka akan masuk neraka atau 
surga.

Dia mengutip sebuah hadis Qudsi, salah satu teks suci dalam agama Islam: 
Barangsiapa mengetahui dirinya, sesungguhnya ia mengetahui Tuhan yang 
menjadikannya. Itulah tujuan besar dari autobiografi tersebut: dia ingin 
memahami diri sendiri. Kehidupan Vinon banyak cerita, penuh interaksi dengan 
orang lain, dan karena itu membuat buku ini berharga. Dia cukup utuh 
menceritakan perkembangan kesadaran pemikiran dan emosional dirinya. Berkisah 
dari masa kecil bersama keluarga, sekolah, kuliah, aktivitas, keyakinan, tempat 
tinggal, kawan, dan pekerjaan dengan bahasa riang. 

Bab paling menarik dalam buku ini ialah mengenai kepercayaan. Komentarnya 
tentang keyakinan, agama, sisi spiritualitas manusia, pandangannya tentang 
Tuhan, jangan-jangan bisa membuat orang yang beriman secara dogmatis jadi 
tambah putus asa. Mengherankan betapa orang awam bisa menemukan keyakinan 
pribadi yang begitu lain dengan orang kebanyakan. "Penemuan" seperti itu 
sungguh luar biasa, apalagi bila kita bandingkan dengan ajaran maupun mitos 
yang dia terima sejak kecil.

Konon, sebelum terbit seperti sekarang, autobiografi ini sudah beredar dari 
tangan ke tangan (bukan tertangkap tangan) di kalangan teman-teman dan keluarga 
dekatnya. Namun rupanya aspek dalam buku ini---mulai dari kekayaan budaya, 
perkembangan pemikiran, hingga uraian psikoanalisis terhadap 
dirinya---melebarkan distribusinya hingga sampai ke tangan dosen antropologi 
maupun psikologi untuk dijadikan bahan kajian. Atas desakan kakaknya, akhirnya 
buku ini terbit dengan pantas, mendapat sentuhan editing dan desain yang bagus. 
Vinon sendiri terinspirasi menulis biografi setelah membaca autobiografi karya 
seorang kerabat tuanya.

Setelah buku pertama ini, bila nanti berniat dan berhasil menuntaskan, Vinon 
akan menulis pengalamannya memasuki periode pernikahan, membentuk keluarga, 
menjadi orangtua. Subjudul "sastra pranikah" mengindikasikan hal itu. Buku ini 
berakhir dengan pertanyaan: "Dengan siapa saya menikah nanti?" Buku ini 
menunjukkan betapa untuk mengetahui diri sendiri individu belajar banyak kepada 
keluarga, warisan budaya, sekolah, teman, dan mempelajari diri sendiri.

Autobiografi ialah buku yang mempertaruhkan kejujuran kepada publik. Vinon 
telah memilih dalam hal apa saja dia jujur mengungkapkan dirinya dengan cara 
yang sangat langka.[]

Anwar Holid, bekerja sebagai editor dan penulis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku 
Bandung, blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

Copyright © 2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Vinondini Indriati maupun sebagai Nyi Vinon bisa ditemui di 
http://www.facebook.com

Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: war...@yahoo.com | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B 
Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.visikata.com
http://www.gramedia.com
http://halamanganjil.blogspot.com 

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones


      

Kirim email ke