Australia Gagalkan Persiapan Serangan Teroris
http://www.suaramerdeka.com/ dibawah ini memberitakan bagaimana polisi
Australia berhasil menggagalkan serangan terrorist Jihad Islam yang mematikan
yang dilakukan oleh muslimin2 dari Somalia yang pada mulanya diterima Australia
dengan penuh kemanusiaan.
Satu hal yang perlu anda semua ketahui, bagaimana mungkin polisi Australia bisa
berhasil menggagalkannya ????
Inilah salah satu kuncinya, yaitu jauh sebelum kejadian ini, banyak sekali
agen2 dinas rahasia Australia yang menyamar pura2 masuk Islam rame2, mereka
menjadi anggauta mesjid2 diseluruh Australia sebagai umat yang soleh. Hasilnya
mereka menemukan serombongan umat Islam yang ingin menunaikan kewajibannya
dalam mengejar pahala yang dijanjikan Allah berusaha meminta fatwa sebelum
melakukan serangan terrorist ini. Fatwa inilah yang berhasil ditelusuri oleh
para agen rahasia polisi ini untuk menyelamatkan banyak nyawa manusia dari
korban kebiadaban terrorist jihad Islam yang diracuni oleh dogma agamanya.
Kita khan sering membaca berita adanya orang2 bule Australia yang masuk
Islam.... dan hasilnya bisa kita saksikan, betapa pentingnya bagi orang2 bule
untuk masuk Islam meskipun tak perlu mempercayainya, tetapi tentunya perlu
sekali pura2 percaya bahkan pura2 fanatik.
http://www.suaramerdeka.com/
Brisbane, CyberNews. Operasi antiteror terpadu Australia yang melibatkan
sekitar 400 petugas kepolisian dan Organisasi Intelijen Keamanan Autralia
(ASIO), Selasa pagi, berhasil menggagalkan apa yang diklaim polisi sebagai
persiapan sekelompok teroris menyerang asrama militer di negara bagian Victoria.
Ratusan petugas keamanan menggeledah 19 rumah warga di kawasan Glenroy, Meadow
Heights, Roxburgh Park, Broadmeadows, Westmeadows, Preston, Epping (Melbourne
utara), daerah Carlton, dan Colac (Victoria baratdaya) yang dicurigai terlibat
dalam rencana penyerangan tersebut.
Berbagai media Australia mengutip penjelasan polisi menyebutkan, setidaknya
empat orang tersangka yang semuanya merupakan warga negara Australia ditangkap.
Mereka adalah seorang pria berusia 26 tahun asal Carlton, pria berusia 25 tahun
asal Preston, pria berusia 25 tahun asal Glenroy dan pria berusia 22 tahun asal
Meadow Heights.
Harian "The Australian" menyebut para anggota kelompok yang menjadi sasaran
operasi investigasi antiteror ini dituduh terinspirasi oleh Gerakan
"Al-Shabaab" yang berbasis di Somalia.
Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung Stasiun TV "Channel Seven" Selasa
pagi, Kepala Polisi negara bagian Victoria Komisioner Simon Overland
menegaskan, mayoritas umat Islam di Australia adalah warga yang baik dan
terintegrasi dengan komunitas Australia. "Mereka bukan teroris," katanya.
Ia juga menekankan bahwa Victoria dalam kondisi aman dengan tingkat kewaspadaan
keamanan "medium". Menanggapi operasi antiteror di Victoria itu, Perdana
Menteri Kevin Rudd menegaskan upaya serangan teroris terhadap barak militer
tersebut tidak ada hubungannya dengan insiden bom bunuh diri di dua hotel mewah
di kawasan Mega Kuningan Jakarta 17 Juli lalu.
Investigasi bernama "Operasi Neath" yang melibatkan ratusan anggota Polisi
Federal Australia (AFP), Polisi negara bagian Victoria, New South Wales (NSW),
Komisi Kejahatan NSW, dan ASIO itu sudah berjalan sejak akhir Januari 2009.