La Luna a la EloProgo Edisi Agustus 2009
¨di antara air dan bulan¨
Rumah Seni EloProgo, Bejen, Borobudur

Happy Fullmoon, Happy People…

“Bulan purnama adalah salah satu fase bulan di mana bulan terletak di belakang 
bumi ditinjau dari matahari. Karena satu siklus bulan lamanya 29.5 hari, maka 
bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke-14 dan 15 dalam kalender 
lunar. Kalender lunar atau kalender bulan adalah sistem penanggalan yang 
didasarkan atas perhitungan fase bulan. Setiap hari dalam penanggalan ini 
menandakan satu lokasi bulan dalam berevolusi terhadap bumi. Mayoritas kalender 
lunar adalah kalender yang bukan murni mendasarkan perhitungan tanggalnya pada 
fase bulan saja, melainkan juga memperhitungkan pergantian musim yang 
dipengaruhi oleh peredaran bumi terhadap matahari. Kalender sejenis ini disebut 
sebagai kalender lunisolar. Satu dari sedikit kalender yang murni mendasarkan 
perhitungannya pada fase bulan adalah kalender Arab dan kalender Jawa Islam. 
Bila jumlah hari dalam kalender solar atau lunisolar berkisar antara 354 hari 
sampai 366 hari pertahunnya, maka dalam
 kalender lunar, jumlah hari pertahunnya tetap 354 hari.” (Wikipedia)

Meski di Indonesia tidak ada serigala, tapi saya pikir kita sama-sama tahu 
bahwa serigala melolong di bulan purnama, dan hal ini selalu menjadi misteri 
para penyuka mistisisme, meskipun secara ilmiah sudah ditemukan kenapa setiap 
bulan purnama serigala melolong, bahkan berdasarkan mitos yang datang dari 
Eropa manusiapun bisa berubah menjadi serigala pada saat bulan purnama, mereka 
menyebutnya werewolf. Dari sudut pandang psikologis, pembicaraan tentang 
werewolf berarti mengarah pada sebuah kelainan mental yang dinamakan 
lycanthropy, yaitu sebuah kecenderungan manusia merasa dirinya menjadi binatang 
dan diikuti oleh perubahan perilaku menjadi seperti binatang itu. Dan bulan 
purnama diyakini sebagai penyebab dari kecenderungan ini. Berdasarkan 
keterangan yang saya dapatkan dari Wikipedia, istilah lunatic, lunacy dan kata 
loony dalam Bahasa Inggris yang berarti ‘gila’ berasal dari kata Luna atau 
Bulan dalam Bahasa Indonesia. Menurut beberapa folklore,
 bulan purnama menyebabkan kegilaan yang periodik serta insomnia kambuhan.

Tanpa mengabaikan hal-hal tersebut, di berbagai belahan dunia, pada suku-suku 
purba maupun orang-orang modern banyak yang merayakan bulan purnama dengan 
bermacam-macam alasan yang berbeda, misalnya dalam tradisi Hindu, penyembahan 
terhadap Wisnu dan Laksmi dilaksanakan pada bulan purnama.

Kami, Rumah Seni EloProgo kemudian bermaksud merespon seluruh wacana dan 
fenomena dari purnama tersebut dengan membuat sebuah kegiatan rutin bulanan 
setiap purnama dengan gaya kami sendiri, dan karena tempat kami berada di 
pinggir sungai maka tema yang kami angkatpun akan menjadi dekat dengan elemen 
lain yaitu air, kami percaya segala hal ‘gila’ yang ditimbulkan purnama yang 
sedikit banyaknya sudah saya ceritakan di atas, akan menjadi seimbang dan 
pantas bila digabungkan dengan elemen air yang bersifat menyejukkan. Kegiatan 
ini kami beri nama La Luna a la EloProgo.

Teater Arena Mbah Beji, salah satu panggung yang ada di Rumah Seni EloProgo, 
adalah tempat yang akan digunakan untuk ajang ini, dengan beberapa alasan yang 
simbolik dan konseptual. Tepat di tengah-tengah teater akan digali sebuah sumur 
sebagai simbol mata air dan pada titik tertentu saat purnama kita bisa melihat 
bayangan bulan di dalam sumur. Ajang ini kemudian menjadi suatu ruwatan 
pemanasan atas maksud kami tersebut.

Poetry Camp, sebuah perhelatan puisi yang baru-baru ini diadakan di Rumah Seni 
EloProgo ternyata meninggalkan banyak bekas yang positiv, salah satunya adalah 
semakin banyaknya teman yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan kami. Beberapa 
peserta Poetry Camp ternyata memutuskan untuk lebih lama tinggal di rumah Seni 
EloProgo dengan tujuan untuk berproses kesenian atau residensi. Ajang ini 
kemudian kami pakai untuk mempresentasikan karya teman-teman yang terlibat 
dalam residensi ini. Konsep karya yang kami pilih dalam residensi ini 
disesuaikan dengan tema La Luna a la EloProgo edisi Bulan Agustus 2009 ini, 
yakni Diantara Air dan Bulan.

Seniman dan penyair yang terlibat dalam residensi ini dan yang akan 
mempresentasikan karyanya di ajang La Luna a la EloProgo edisi Agustus 2009 
adalah Catur Stanis (Monolog), Andre ‘bayang’ Topo (Performance Art), DJ p0p 
(Performance Poetry), Gank Harmonika EloProgo (Music Performance) , The Jakarta 
Band (Puisi Musikal), Ervin Ruhlelana (Pertunjukan Diksi), Din Kandihawa dan 
Bidadari Bejen (Performing Art and Ritual Art), Sony Santosa (Painting 
Performance) , Budi Suro (Spiritual Poetry Performance) , Buyung Mentari 
(Poetry Performance) , Pak Ida dan Anak Matahari (Performing Art). Selain itu 
di tempat lain, yaitu di Small Wall Exhibition, salah satu galeri di Rumah Seni 
EloProgo, akan dibuka sebuah pameran lukisan kaca karya Ardi Gunawan.

Berdasarkan perhitungan kalender bulan, Purnama bulan Agustus 2009 ini jatuh 
pada tanggal 7, maka acara ini akan diadakan pada tanggal tersebut dan akan 
dimulai pada jam 19.30 WIB.

Kami mengundang anda untuk berpartisipasi dan mengapresiasi acara ini.

Terimakasih…

Selamat Pulang ! 


 

apa ide Mu??? mari wujudkan dalam KAOS,
http://media- klaten.blogspot. com/
http://seizetheday- cloth.blogspot. com/
my facebook: 
http://id-id. facebook. com/people/ Wahyudi-Yudi/ 1484406851


Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
















      

Kirim email ke