Bang Tawang, Di Malaysia berkat peninggalan tatanan hukum yg rapi oleh Inggris, negaranya alebih teratur. Polisi dan aparat juga digaji mencukupi jadi tidak mudah tergiur sogokan. Selain itu rakyat Malaysia pada umumnya kecukupan hidupnya sehingga tidak mudaha dihasut oleh mereka yg bodoh dan menggunakan Islam sebagai alat mengacau masyarakat.
Teroris spt Nurdin Top dan Dr. Ashari mendapatkan lahan subur bagi penyebaran faham fundamentalis di antara orang2 kelaparan, kesrakat dan bodoh yg mudah sekali di-imingi2 sorga dengan 72 bidadari. Soalnya mereka boro2 dapat bidadari di dunia, dpt bini yg tidak bopengpun sukar. Gabriella --- In [email protected], "tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > > Baik Dr Azhari,Nurdin Ngetop yang dicari cari sekarang adalah wong Malaysia.Kenapa kok harus jauh2 2 ngebom bule di JKT padahal di Malaysia juga lebih banyak bule,kan jumlah turis kita kalah banyak. > Untuk pembom dalam negeri yo memang ada tapi Amrozy masih kalah ndol dg Dr Azhari kan.La yg saya heran sudah jelas NGRUCKY selalu terlibat tapi kok gak dibubarkan? Malah anehnya sing diurusi Shech Pudji. > Kalau pertanyaan sederhana tsb belum bisa njawab jangan harap bisa menuntaskan masalah teroris. > > Shalom, > Tawangalun. >
