BULAN PUASA vs SANG AKU
Bulan Puasa adalah bulan yang indah untuk belajar mengesampingkan sejenak "Sang 
AKU". Masalahnya dari brol lahir s/d Mati; Sang AKU adalah VVIP di dalam 
kehidupan kita, yang selalu kita manjakan setiap saat. Pada umumnya kita 
bersedia untuk melakukan apa saja hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dari 
Sang Aku, walaupun ini bertentangan dengan hari Nurani sekalipun juga, tetap 
saja kita labrak. Bahkan pada saat tidur sekali pun kita ingin mimpi yang dapat 
menyenangkan dan memuaskan Sang Aku!

Kita tahu bahwa merokok itu tidak sehat, tetapi demi untuk kebutuhan Sang Aku, 
tetap saja kita abaikan. Kita juga tahu, bahwa selingkuh itu Dosa, tetapi 
inipun tetap kita abaikan, hanya sekedar untuk memuaskan Sang Aku. Tidak ada 
pengorbanan yang terlalu mahal, maupun berbahaya untuk memenuhi kebutuhan dari 
Sang Aku. Bahkan kalau perlu Sang Pencipta pun kita lawan, kagak percaya, 
tanyalah sama diri sendiri berapa banyak Dosa yang kita perbuat dalam masa 
hidup ini ? 

Tidak ada manusia di kolong langit ini yang paling kita manjakan dan kasihi di 
selainnya dari Sang Aku, maka dari itulah juga hampir di dalam setiap ajaran 
agama selalu ditekankan: "Kasihilah sesamamu seperti juga kamu mangasihi Sang 
Aku !" 

Agar dapat mengetahui dan mengukur berapa persen Anda bersedia untuk memenuhi 
ajaran tsb diatas:  Mudah ! Tanyalah sama diri sendiri berapa persen Anda 
besedia untuk memberikan bagi sesamamu uang tabungan ataupun harta yang Sang 
Aku miliki?

Kita dikejar oleh Debt Kolektor siang-malam, karena adanya tagihan Kredit Card 
yang berjibun, semuanya ini adalah akibat dari kebutuhan Sang Aku ! Masalahnya 
mulai dari ujung rambut s/d ujung kaki; mulai dari salon s/d alas kaki untuk 
Sang Aku harus selalu yang The Best. Apa bedanya sepatu Bally vs Baduyut ? Apa 
bedanya baju Paris vs Tanah Abang ? Yang jelas harganya bisa beda jutaan Rp.

Tanyalah sama diri sendiri, berapa banyak sudah uang yang kita keluarkan hanya 
sekedar untuk alat pembungkus (pakaian) Sang Aku? Begitu juga untuk biaya salon 
maupun kosmetik bagi Sang Aku? Santapan makanan pun harus selalu dijaga, agar 
selalu yang terbaik dan tersehat! Badan bau ketek sedikit saja sudah harus di 
kecerotin Parfum yang jutaan, padahal besok juga udah bau lagi. Bahkan untuk 
sekedar alas duduk baca Pantat pun kita bersedia bayar jutaan Rp; hanya untuk 
bisa duduk lebih nyaman selama 30 menit, misalnya naik pesawat Business Class 
daripada Ekonomi. Maka dari itu wajarlah kalau bisa beli Mercy atau Jaguar; 
kenapa harus Kijang untuk Sang Aku ! 

Tidak bisa dipungkiri salah satu contoh hidup nyata yang telah memanjakan Sang 
Aku sebagai VVIP adalah mang Ucup, karena kesombongan Sang Aku sehingga 
kemana-mana ingin selalu diperlakukan sebagai VIP. Makan & tidur ingin selalu 
di hotel berbintang, bahkan ibadah pun hanya ingin di tempat ibadah yang 
bergengsi. Setiap tiga bulan sekali Medical Check Up, bahkan fitness setiap 
hari. Hasilnya bisa dilihat di Kaca ! Alias tetap saja Botak, Peot, Jelek dan 
sudah Aki-aki. Tidak ada bedanya dengan Kakek Gaek atau Lansia yang ada di 
Rumah Jompo. Jadi segala pemeliharaan maupun pengorbanan bagi Sang Aku itu 
semuanya sia-sia belaka. 

Oleh sebab itu percuma saja kita memanjakan Sang Aku, sebab hasilnya pasti NOL 
besar. Masalahnya Anda tidak akan bisa merawat Sang Aku, sebab ini sama seperti 
juga melawan Takdir Usia maupun Maut. Sang Aku yang Anda pelihara sedemikian 
hebatnya sekarang ini, tidak lama lagi akan menjadi seongok Daging Busuk alias 
tidak akan ada gunanya lagi; entah bagi siapapun juga terkecuali untuk Cacing 
tanah !

Maka dari itulah saya sambut sepenuhnya ajakan untuk berpuasa di bulan suci ini 
dan ini berlaku bagi siapapun juga termasuk mang Ucup sendiri. 

Marilah kita kesampingkan sejenak Sang Aku, daripada makan Nasi Goreng di resto 
berbintang, makan di Kaki Lima dengan cara demikian kita bisa membantu berbagi 
rezeki dengan pedagang Kaki Lima; disamping itu bisa menghemat uang puluhan 
ribu Rp. Begitu juga daripada naik Business Class, lebih baik naik Ekonomi, 
daripada naik taxi Silver Bird, naik Taxi Tarif Bawah, toh semuanya pakai AC 
dan tiba ditempat tujuan juga. Daripada beli sepatu Italy, lebih baik memilih 
sepatu made in Indonesia.

Perbedaan dari penghematan uang tsb diatas, bisa kita amalkan bagi mereka yang 
jauh lebih membutuhkannya. Terlebih dari segalanya marilah kita lupakan Sang 
Aku sejenak; dimana kita bersedia untuk saling Memaafkan satu dengan yang lain. 
Tanyalah sama diri sendiri, kenapa kita luka batin ? Jawabannya mudah, karena 
Sang Aku yang merasa tersinggung berat!

Orang yang mampu melupakan Sang Aku itu; adalah orang yang bahagia, karena ia 
tidak akan membutuhkan apa-apa lagi dan dapat mensyukuri apa saja yang ia 
terima. Dan jawablah dengan jujur, apabila masa hidup Anda hanya tinggal 30 
hari lagi, apakah Sang Aku ini masih penting ???

Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail.com
Hompage: www.mangucup.org
Facebook









Kirim email ke