Berita-berita tentang Tommy  ini juga disajikan di website
http://umarsaid.free.fr/
            Berbagai ocehan Tommy Soeharto

            yang aneh-aneh

Sudilah kiranya para pembaca menyimak sebentar sejumlah berita-berita di
bawah ini mengenai Tommy Soeharto, yang dengan resmi telah mendeklarasikan
diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar baru-baru ini, dan
ucapan-ucapannya yang “menarik”, karena aneh-aneh serta bisa mencengangkan
bagi banyak orang,

Umpamanya, ia mengatakan bahwa “Belakangan ini, suara Golkar selalu menurun.
Jika saya menjadi ketua umum, semoga perolehan suara Golkar pada pemilu
(2014) minimal 60 persen, atau bahkan 74 persen seperti yang pernah diraih
pada masa Orde Baru”. (Komentar kecil : Apa tidak terlalu gede kepala yang
begini ini ? Banyak orang tahu bahwa Golkar pada masa-masa Orde Baru bisa
meraih suara sampai 60 persen, bahkan 74 persen (!) , karena rakyat digiring
dengan todongan pistol dan bedil, intimidasi lewat KORPRI atau lurah, camat,
bupati dan gubernur dan macam-macam praktek busuk lainnya. Di samping itu
dana gelap atau uang haram yang bisa digalang –juga dengan paksa -- untuk
memenangkan Golkar adalah luar biasa besarnya. Sekarang ini, golongan
militer sudah tidak bisa lagi main  “backing” sepenuhnya seperti dulu.
Karena itu,  dalam pemilu 2009 Golkar hanya peroleh 19 % suara)

Atau, jawabannya atas pertanyaan wartawan mengenai motivasinya mencalonkan
diri, Tommy mengaku prihatin dengan persoalan bangsa yang terus
menyengsarakan rakyat. "Tidak mungkin saya berdiam diri semata," ujarnya.
(Komentar kecil : sejak kapan Tommy Soeharto “prihatin dengan persoalan
bangsa yang terus menyengsarakan rakyat” ? Sejak mendekam di Nusakambangan ?
Persoalan bangsa yang terus menyengsarakan rakyat itu justru adalah diktatur
yang dikepalai oleh ayahnya, dengan bantuan penuh selama 32 tahun dari
Golkar. Bukanlah apa-apa lainnya. Sekarang, kalau Tommy berdiam diri saja,
malahan lebih baik untuk negara dan rakyat. Karena, jadi berkuranglah sampah
dan kotoran.)

Atau ucapannya yang lain lagi, yang menyatakan ““Golkar adalah partai yang
mementingkan kepentingan rakyat” Karena itu ia berjanji bahwa nantinya
Golkar lebih merakyat. (Komentar kecil : Omong kosong besar !!! Sudah 45
tahun lamanya (sejak 1964) justru Golkar sudah melupakan atau mengkhianati
kepentingan rakyat. Itu sebabnya kebanyakan pengurus utamanya gendut-gendut
kantongnya, atau banyak simpanan di bank-bank mereka, atau punya dua tiga
mobil, atau rumah mereka serba mewah-mewah).

Tommy  juga mengklaim menjadi korban berbagai kasus hukum yang melilitnya,
termasuk kasus pembunuhan hakim agung Syaifudin Kartasasmita. Ia menyatakan
bahwa semua orang tahu kalau itu sandiwara. (Komentar kecil : Tommy rupanya
berusaha “membersihkan diri” dari kasus hukum yang melilit-lilit sekitar
persoalan Cengkeh, mobil Timor, Humpuss, dan seabreg-abreg kasus kotor
lainnya. Namun, kasusnya yang berkaitan dengan pembunuhan hakim agung
Syafiudin Kartasasmita,adalah sudah begitu jelas bukti-bukti dan
kesaksian-kesaksiannya, sehingga sulit dikatakan sebagai sandiwara saja.
Tommy sama sekali  bukanlah korban kasus hukum, melainkan justru perusak
hukum atau penyalahgunaan hukum, yang besar dan  lihay pula).



A. Umar Said



Paris, 12 September 2009





Harap baca berita-berita yang berkaitan, yang  selengkapnya sebagai berikut
:

=  = = = = = =


Jawa Pos, 11 September 2009

Tommy Janjikan Golkar Lebih Merakyat dan Independen
JAKARTA - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akhirnya resmi
mencalonkan diri. Putra mantan Presiden Soeharto itu kemarin mendeklarasikan
diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar di Gedung Granadi, Kuningan.
Dalam pernyataan politiknya, Tommy berjanji akan membawa Golkar lebih
merakyat dan independen.

''Partai Golkar harus menjadi partai yang independen. Artinya, Golkar bukan
partai koalisi pemerintah. Golkar adalah partai yang mementingkan
kepentingan rakyat. Kalau pemerintah baik, didukung. Kalau tidak baik, harus
dikritisi,'' tegas Tommy di depan puluhan undangan.

Acara deklarasi tersebut sepi dari pejabat teras partai beringin. Yang
terlihat, antara lain, Ketua DPP Partai Golkar Endang Agustini, Syarwan
Hamid, Yuddy Chrisnandi, dan sejumlah perwakilan ketua DPD II Golkar. Hadir
pula mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI-AD Mayjen TNI (pur) Saurip
Kadi dan cucu Soeharto, Ari Sigit.

Mantan terpidana kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita itu
mengaku tak bisa melepaskan diri dari partai yang kelahirannya dibidani
ayahnya tersebut. Sebab, Golkar adalah bagian dari hidupnya. Karena itu,
kendati tidak secara langsung terjun di kepengurusan Golkar, Tommy mengaku
aktif di Dewan Pembina MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong), salah
satu organisasi pendiri Golkar.

Itu pula yang menjadi kartu truf Tommy untuk lolos dari ganjalan AD/ART.
Dalam pasal 112 AD/ART Partai Golkar disebutkan bahwa calon ketua umum harus
pernah aktif di kepengurusan DPP dan atau DPD I atau pada organisasi pendiri
atau yang didirikan Golkar. Nah, MKGR adalah salah satu organisasi pendiri
Golkar.

''Lagi pula, calon-calon lain pun tidak memungkinkan lolos dari syarat itu.
Jadi, wajar saja kalau saya lewat jalur ini,'' kata Tommy. Dia merujuk pada
langkah Aburizal Bakrie alias Ical yang memperoleh surat keputusan (SK)
bukti kepengurusan dari SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri
Indonesia) dan Surya Paloh yang mungkin bakal masuk dari Angkatan Muda
Pembaruan Indonesia (AMPI).

Tommy juga berjanji bakal menghidupkan kembali budaya konvensi menjaring
sosok capres di internal Golkar. Budaya konvensi dirintis Golkar pada 2004.
''(Pada) 2004, konvensi ini sudah baik, kenapa tidak dilakukan di 2009 ini?
Ini karena semata-mata elite partainya yang membuatnya tidak terjadi. Kalau
perlu, konvensi bukan hanya di tingkat capres, tapi juga di tingkat gubernur
atau wali kota,'' papar mantan suami Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias
Tata itu.

Soal sejarah kelam kasus hukumnya, Tommy tak ambil pusing. Dia balik
mengklaim menjadi korban berbagai kasus hukum yang melilitnya, termasuk
kasus pembunuhan hakim agung. ''Semua orang tahu (kalau itu sandiwara, Red).
Masyarakat sudah bisa memilih. Saya akan serahkan sepenuhnya kepada DPD
II,'' kata Tommy.

Dia juga menegaskan, targetnya saat ini adalah menjadi ketua umum Partai
Golkar, bukan jabatan lain. ''Kalau saya kalah dan ada yang menawari menjadi
pengurus, lebih baik program saya saja yang dibawa. Saya akan kembali ke
habitat saya, ke bisnis,'' ujarnya.

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono menyambut baik kepastian Tommy ikut
maju sebagai ketua umum. Dia berharap, majunya Tommy dapat meramaikan bursa
ketua umum pada Munas Golkar di Riau, Oktober mendatang. ''Saya kira semua
orang punya hak untuk itu. Ini akan menambah suasana demokratis di Golkar,''
kata Agung kemarin.

Sementara itu, tadi malam, 24 pimpinan DPD I Golkar mengunjungi kediaman
kandidat ketum Golkar lainnya, Aburizal Bakrie alias Ical. Mereka
menyerahkan surat pernyataan dukungan kepada anggota Dewan Penasihat Golkar
itu sebagai bentuk dukungan untuk maju menjadi ketua umum. Deklarasi
dukungan tersebut dihasilkan dalam pertemuan para pimpinan DPD I di Hotel
Gran Mahakam, Jakarta, malam sebelumnya, Rabu (9/9). (aga/dyn/agm)

* * *
Belum Apa-apa, Tommy Soeharto Sudah
Dicalonkan sebagai Presiden
Jumat, 11 September 2009

JAKARTA, KOMPAS. - Belum resmi calon ketua umum Partai Golkar periode
2009-2014 Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto terpilih memimpin partai
berlambang pohon beringin, ternyata sudah ada suara yang menghendakinya maju
sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Hal tersebut misalnya disampaikan
oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Daerah (DPD) Maluku Tengah
Agustinus Rarsina pada acara silaturahmi dan buka bersama jajaran petinggi
DPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi,
Jakarta.


"Kita harapkan pada tahun 2014, Bung Tommy bisa jadi calon presiden RI,"
pekik Agustinus begitu diberikan kesempatan untuk bersuara. Hal ini langsung
disambut tepuk tangan oleh sebagian tamu dan undangan yang hadir.
Agustinus menambahkan, "Kami percaya dengan sungguh-sungguh pernyataan
(deklarasi) Bung Tommy (untuk memajukan Golkar). Semoga Bung Tommy diberkati
Allah."


Beberapa petinggi DPD lainnya juga tidak ketinggalan menunjukkan dukungannya
kepada putra bungsu Presiden HM Soeharto tersebut. "Saya siap mendukung dan
memfasilitasi Pak Tommy menjadi ketua umum Partai Golkar," ujar Ketua DPD
Sukoharjo Rusmanto.


Mendengarkan dukungan-dukungan dari sekian DPD yang hadir sore itu, Tommy
Soeharto, yang pernah divonis penjara selama 15 tahun terkait kasus
penembakan terhadap hakim agung Syafiuddin Kartasasmita, hanya tersenyum.
Namun dirinya mengakui, tentang usulan pencalonan diri sebagai presiden
terlalu dini.
Menurut Tommy, dirinya hendak fokus kepada Musyawarah Nasional ke-VIII
Partai Golkar yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, pada tanggal 4-7 Oktober
mendatang. Tommy, pada kesempatan tersebut, berharap masa lalunya tidak akan
mengganjal pencalonannya sebagai ketua umum Partai Golkar, yang saat ini
tengah diemban oleh M Jusuf Kalla.


"Kita ini negara hukum. Semua ini saya serahkan kepada DPD untuk menilai,
apakah (vonis penjara) itu dipolitisir atau tidak," imbuhnya. Sementara itu,
menanggapi rencana Jaksa Agung Hendarman Supandji yang akan mengajukan
peninjauan kembali terkait kalahnya pemerintah Indonesia di Guernsey,
Inggris, dalam perkara uangnya di rekening Garnet Investment Limited di
Banque Nationale de Paris dan Paribas cabang Guernsey, Tommy yakin
pemerintah akan gagal.
Kemenangan, kata Tommy, tinggal masalah waktu saja. "Kita harapkan Kejaksaan
Agung, ke depannya, lebih mengetahui hukum. Di Inggris tidak mengenal
istilah peninjauan kembali," ujarnya.

* * *
Tommy Soeharto Resmi Calonkan Diri sebagai Ketum Golkar

Kamis, 10 September 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Partai Golkar Hutomo Mandala Putra alias Tommy
Soeharto, Kamis (10/9) sore di Gedung Granadi, Jakarta, secara resmi
mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar.

"Dengan mengucap bismillah hirahman nirahim, dan atas restu para sesepuh
serta permintaan dan dukungan dari daerah-daerah, maka, saya, Hutomo Mandala
Putra, dengan ini mendeklarasikan pencalonan diri sebagai ketua umum Partai
Golkar periode 2009-2014," ujar Tommy di hadapan para petinggi Dewan
Pimpinan Daerah Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Seusai mendeklarasikan diri, Tommy Soeharto langsung mendapat sambutan
meriah dari para tamu dan undangan. Ditanya mengenai motivasinya mencalonkan
diri, Tommy mengaku prihatin dengan persoalan bangsa yang terus
menyengsarakan rakyat. "Tidak mungkin saya berdiam diri semata," ujarnya.

++++

Tommy Berharap Masa Lalunya Tak Mengganjal

Kamis, 10 September 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon ketua umum Partai Golkar Hutomo Mandala Putra
alias Tommy Soeharto berharap masa lalunya tidak mengganjal pencalonannya
sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2009-2014.

Seperti diberitakan, Tommy Soeharto pernah dijatuhi vonis hukuman penjara
selama 15 tahun pada tahun 2002 karena telah terbukti tanpa hak menguasai,
menyimpan, dan menyembunyikan senjata api dan bahan peledak di Apartemen
Cemara, Jakarta.

Selain itu, dirinya dinilai terbukti membujuk seseorang untuk membunuh Hakim
Agung Syafiuddin Kartasasmita, serta dengan sengaja melarikan diri. "Kita
ini negara hukum. Semua ini saya serahkan kepada DPD untuk menilai, apakah
(vonis penjara) itu dipolitisasi atau tidak," ujarnya di hadapan petinggi
DPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi,
Jakarta.

Terkait dana untuk membiayai pencalonan dirinya, Tommy mengatakan, hal itu
bukanlah yang utama. Sementara itu, syarat formal bahwa seorang calon ketua
harus pernah menjadi pengurus DPP atau organisasi sayap Golkar selama satu
periode, Tommy mengatakan, dirinya memenuhi hal tersebut. "Saya pernah
menjadi Ketua Dewan Pembina MKGR (Musyawarah Kerja Gotong Royong)," ujarnya.

++++

Tommy Soeharto: Partai Golkar Akan Dikte Pemerintah
Kamis, 10 September 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Hutomo
Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengatakan, partainya tidak akan
berkoalisi dengan pemerintah. Sebaliknya, partai berlambang pohon beringin
tersebut akan mengkritisi dan memperjuangkan hak rakyat yang tidak dipenuhi
pemerintah. "Partai Golkar akan mendikte pemerintah melalui gagasan-gagasan
dan solusi cerdas yang bisa diimplementasikan," ujar Tommy pada acara
silaturahim dan buka puasa bersama dewan pengurus daerah tingkat provinsi
dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta.

Selain itu, Partai Golkar juga akan membangun budaya politik akal sehat dan
menjunjung tinggi etika moral. Di atas segalanya, kata Tommy, Partai Golkar
tidak akan memperdagangkan kepercayaan rakyat dengan jabatan atau materi.
Dengan kata lain, tidak ada praktik politik dagang sapi di masa mendatang.

Selain itu, lanjut Tommy, Partai Golkar juga akan berubah menjadi partai
modern, di mana kadernya diwajibkan memperjuangkan demokrasi politik sebagai
alat untuk mewujudkan demokrasi ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan semua
aspek kehidupan lainnya sehingga keberadaan partai akan dirasakan langsung
oleh rakyat

* * *

Jika Tak Terpilih, Tommy Kembali Jadi Pengusaha



Kamis, 10 September 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon ketua umum Partai Golkar Hutomo Mandala Putra
alias Tommy Soeharto, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta, mengatakan,
dirinya akan mencurahkan waktunya untuk mengurus partai jika terpilih
menjadi ketua umum pada Musyawarah Nasional ke-VIII Partai Golkar di
Pekanbaru, Riau, pada bulan Oktober mendatang.

"Usaha saya sendiri sudah diurus oleh orang-orang profesional," ujarnya pada
acara silaturahim dan buka puasa bersama jajaran petinggi dewan pengurus
daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Tommy sendiri menargetkan dirinya memenangkan pemilihan ketua umum sehingga
mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar, terutama pada saat pemilihan
umum mendatang.

"Belakangan ini, suara Golkar selalu menurun. Jika saya menjadi ketua umum,
semoga perolehan suara Golkar pada pemilu minimal 60 persen, atau bahkan 74
persen seperti yang pernah diraih pada masa Orde Baru," ujarnya.

Lantas, bagaimana jika tidak terpilih? "Saya akan kembali menjadi pengusaha,
dan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia," ujarnya sambil tersenyum.

 * * *








Kirim email ke