sebetulnya sangat gampang mencegah PRESIDEN KITA adalah orang yg jahat..!!!
bikin UU status calon presiden & wakilnya HARUS orang yg bersih.... tanpa 
cacat....
artinya Bukan BEKAS TAHANAN baik POLITIK maupun NARAPINDANA lainnya...
gampangkan.... DPR agar membuat UU tsb, itupun kalo DPR kita adalah orang-2
yg bersih dan sehat... ya khan... mas....

--- On Mon, 8/24/09, Umar Said <kon...@club-internet.fr> wrote:


From: Umar Said <kon...@club-internet.fr>
Subject: [zamanku] Harap baca Google tentang Tommy Soeharto
To: "Zamanku" <zamanku@yahoogroups.com>
Date: Monday, August 24, 2009, 5:54 PM


  




Tulisan berikut ini juga disajikan di website http://umarsaid
 

Catatan A. Umar Said
Harap baca Google tentang Tommy Soeharto
Mohon para pembaca untuk menyimak berita dari Kompas tentang Tommy Suharto 
seperti di bawah ini, di samping juga diharapkan sekali membaca kembali 
kumpulan berita mengenai persoalan yang sama yang tercantum dalam rubrik “Aneka 
berita utama terkini” dalam website  http://umarsaid. free.fr 
Dari berita-berita itu semuanya makin jelaslah bagi kita semua bahwa Tommy 
Soeharto memang sedang mempersiapkan diri untuk berusaha menjadi Ketua Umum 
Partai Golkar dalam Munas Oktober yang akan datang di Riau, untuk kemudian 
berusaha merebut kedudukan Presiden/Kepala Negara dalam tahun 2014.
Berita dalam Kompas (22/8/09) tersebut singkatnya adalah sebagai berikut :
“Keinginan putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy 
Soeharto untuk menggantikan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Golkar, ternyata  
sudah dengan persiapan matang. Salah satu orang dekat Tommy Soeharto, Yusysafri 
Syafei  menyatakan posisi Ketum Golkar adalah target awal untuk mencapai target 
utama, menjadi calon Presiden  di tahun 2014 mendatang. Kini, Tommy Soeharto, 
diakuinya sedang melakukan operasi senyap, menggalang dukungan di berbagai 
daerah untuk bersaing sehat bersama para kandidat ketum Golkar lain, termasuk 
Aburizal Bakrie, atau Ical.

Tommy, ujarnya, sudah mempersiapkan tim pemenangan yang memang tidak diungkap 
kepada publik. Ia memberikan alasan, hal ini karena  masing-masing kandidat 
memiliki cara serta taktik sendiri-sendiri dalam bersaing sehat di Munas Golkar 
4-7 Oktober mendatang di Pekanbaru, Riau.   

"Mas Tommy  sebagai warga negara ingin berkiprah di dunia politik melalui 
partai politik. Yaitu, ingin merebut kursi Golkar 1.  Soal dukungan,  berarti 
harus ada pernyataan di atas kertas, berupa surat dukungan. Mengenai ini, 
memang sudah masuk beberapa surat dukungan dari beberapa daerah. 
Ingat, Mas Tommy punya team work dibidang bisnis yang sudah running well," 
Syafei menandaskan.

Syafei kemudian menjelaskan merebut kursi Golkar 1 adalah keinginan Tommy 
Soeharto awal saja. Ke depannya, Tommy Soeharto diakuinya memang ingin menjadi 
salah satu calon presiden di 2014 nanti, bisa menjadi pengisi Istana Negara.

"Apapun ceritanya, Tommy adalah anak Soeharto. Yang jenius di dalam strategi 
yang secara genetik diturunkan kepada Tommy Soeharto. Jadi, target maksimalnya 
adalah menuju Istana, bertarung menjadi capres di 2014. Memperebutkan kursi 
Golkar 1, adalah target jangka pendeknya. Istilah orang Minang, bajanjang naik, 
batangga turun," ungkapnya lagi. (Kutipan yang disingkat selesai).
Persoalan Tommy adalah masalah besar dan serius
Persoalan Tommy Soeharto ingin merebut kedudukan Ketua Umum Golkar adalah 
persoalan besar dan serius, yang pasti akan banyak sekali dibicarakan, ditulis, 
atau dianalisa oleh berbagai  kalangan. Apalagi (!), ia ingin juga  jadi 
presiden atau kepala negara RI di tahun 2014. Ini adalah persoalan besar yang 
gawat sekali (!!!), yang menandakan bahwa bangsa dan negara kita akan  menjurus 
ke ”jaman édan”.
Terbetiknya berita itu saja sudah menimbulkan reaksi yang macam-macam, seperti 
yang bisa disimak oleh siapa saja dalam kumpulan berita di website tersebut di 
atas. Dengan makin dekatnya Munas Golkar, maka akan makin sangat ramai jugalah 
persoalan Tommy Soeharto. Sebab, keinginan Tommy menjadi ketua Golkar (apalagi 
jadi presiden !) adalah bukti bahwa ia tidak bercermin diri, dan mengira bahwa 
banyak orang masih bisa ditipu dengan macam-macam cara dan jalan, atau bahwa ia 
selalu bisa membagi-bagikan  uang (yang haram itu !!!) untuk melakukan 
terus-menerus banyak kejahatan di berbagai bidang.
Dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar dan juga menginginkan jadi 
Presiden RI, Tommy mengira bahwa banyak orang sudah lupa bahwa dalam masa yang 
lalu seluruh koran, majalah,  televisi Indonesia pernah menyoroti berbagai 
peristiwa kejahatan yang berkaitan dengannya. Sejarah Tommy Soeharto sudah 
terlalu banyak dikotori oleh segala hal yang berbau busuk, dan mengandung 
najis, sebagai sikap moral yang tidak luhur.
Tommy ingin jadi presiden : sungguh keterlaluan (!!!!!)
Bahwa Tommy ingin terjun dalam dunia politik itu adalah haknya yang sepenuhnya. 
Juga, bahwa ia ingin jadi ketua umum Golkar adalah satu hal yang bisa 
dimengerti. Sebab, Golkar adalah alat golongan militer yang pernah dibesarkan 
oleh bapaknya Tommy selama lebih dari 30 tahun.. Golkar adalah alat pemukul dan 
penindas selama pemerintahan Orde Baru, bersama-sama golongan militer, dalam 
melindungi kepentingan- kepentingan Suharto dan konco-konconya. Jadi, keinginan 
Tommy untuk membangun kembali Golkar (yang sudah mulai ambruk sekarang ini) 
adalah sesuai dengan  jati dirinya; karena Golkar adalah habitatnya
Namun, bahwa ia menginginkan jadi presiden kepala negara RI dalam tahun 2014  
adalah betul-betul keterlaluan !!!!! (lima tanda seru). Mungkin ada orang yang 
menganggapnya kelewatan  “tidak tahu diri” sehingga bisa disangsikan kesehatan 
jiwanya atau dipertanyakan “kenormalan” cara berfikirnya. 
Tommy Soeharto mungkin memang banyak bakatnya (termasuk “bakatnya” yang lihay  
dalam hal-hal yang remeng-remeng, abu-abu atau atau bahkan gelap – di bidang 
“bisnis” maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan urusan pribadi - yang tidak 
perlu dan tidak patut dibongkar, karena menyinggung soal moral pribadinya, yang 
tidaklah bisa dikatakan tinggi atau mulia). 
Untuk tidak terjerumus dalam gossip yang bukan-bukan, atau penilaian yang 
sembarangan, atau pendapat yang awur-awuran, kita perlu melihat kasus  Tommy 
Soeharto –sebisa mungkin – dari banyak segi atau sudut pandang yang 
berbeda-beda.  Makin banyak informasi mengenainya, baik yang negatif maupun 
yang positif, sangatlah diperlukan oleh kita semua untuk mengetahui apa sajakah 
dan siapakah sebenarnya itu Tommy Soeharto, yang ingin menjadi presiden RI 
melalui kedudukannya sebagai ketua umum Golkar.
Isi Google tentang Tommy Soeharto
Salah satu di antara banyak cara untuk mendapat informasi bagi pertimbangan 
kita, yang relatif mudah, murah, cepat, dan bersegi banyak  adalah dengan 
membaca bahan-bahan yang disajikan Google lewat Internet. Dengan membaca 
bahan-bahan mengenai Tommmy Soeharto yang bisa didapat dengan Google, maka kita 
akan mendapat gambaran sekadarnya apakah Tommy Soeharto memang pantas untuk 
menjadi Ketua Umum Golkar dan kemudian juga patut menjadi presiden kepala 
negara Republik Indonesia kita..
Setelah membaca Google (dalam versi bahasa Indonesia) semua orang akan dapat 
menyimpulkan sendiri bahwa Tommy Soeharto memang “hebat”sekali, karena pernah 
berurusan dalam masalah-masalah yang pelik, rumit, ruwet, semrawut, yang 
berkaitan dengan dugaan korupsi, penggelapan pajak, penyuapan, penyimpanan uang 
“haram”, kongkalikong dengan pejabat-pejabat penting, termasuk pembunuhan. 
Tidak salahlah kalau dikatakan bahwa Tommy Soeharto adalah salah satu di antara 
berbagai nama (atau “kata kunci”) yang paling banyak disebut oleh Google, yaitu 
dalam 176.000 halaman. (Dengan sendirinya, namaTommy tidak disebutkan sebanyak 
nama ayahnya, Soeharto,  yang mengangkangi negara dan bangsa selama 32 tahun, 
yaitu sebanyak  1.320.000 halaman  !).
Kalau kita buka Google di computer (Internet)  dan kita ketik kata kunci :
Tommy Soeharto – kejahatan,  maka ada 12 000 halaman bahasa Indonesia 
Tommy Soeharto – kriminal , maka ada 18.400 halaman bahasa Indonesia          
Tommy Soeharto – pelanggaran hukum, maka ada  13 000 halaman bahasa 
Indonesia                      
Tommy Soeharto – hukuman pidana, maka ada 15.500 halaman bahasa 
Indonesia          
Tommy Soeharto – korupsi, maka ada 50.400 halaman bahasa Indonesia          
Jadi, bacaan tentang Tommy Soeharto di Google adalah banyak sekali dan mengenai 
macam-macam soal yang pernah diberitakan dalam berbagai media atau ditulis. 
Karena banyaknya jumlah halaman, dan juga karena isinya yang macam-macam, maka 
siapapun yang ingin membacanya agak teliti, memerlukan kesabaran atau 
ketekunan, waktu, dan tenaga untuk memilah-milahnya. Silakan mencobanya!
Namun,  begitu banyaknya halaman di Google itu tidak hanya berisi yang bersifat 
negatif saja tentang Tommy Soeharto, melainkan juga hal-hal yang positif. Ini 
disebabkan karena sebagian terbesar dari media cetak dan televisi (tidak 
semuanya, memang !) terlalu lama ada dalam kekuasaan atau pengaruh kubu 
Soeharto dan simpatisan-simpatis annya. Sejak lama, dan sampai sekarang. Karena 
itu,  walaupun citra rumah jalan Cendana sudah rusak oleh banyaknya korupsi, 
penyalahgunaan kekuasaan, dan berbagai pelanggaran hukum (dan moral !!!) yang 
begitu banyak, maka masih saja ada pengagum-pengagumny a
Kekuatan uang haram Tommy Soeharto
Uang haram yang berjumlah besar sekali atau kekuatan dana (yang mungkin 
beratus-ratus triliun Rupiah) yang bisa dimainkan oleh Tommy Soeharto adalah 
senjata utamanya untuk “membeli” pengaruh di kalangan Golkar, merekayasa 
perpecahan dan pertentangan, memojokkan atau melumpuhkan lawan-lawan atau 
saingannya. Kemenangan Tommy untuk merebut kedudukan Ketua Umum Golkar adalah 
syarat utama yang mutlak untuk merebut jabatan presiden dan penghuni Istana 
Negara.
Justru inilah yang harus dicegah oleh semua kalangan dan golongan dari sebagian 
terbesar dari rakyat Indonesia, tidak peduli dari aliran politik yang mana pun 
juga, (termasuk oleh kalangan Golkar sendiri), dan tidak peduli juga dari suku 
dan agama yang apa pun juga. Mencegah Tommy Soeharto (dengan berbagai cara, 
jalan dan bentuk) menjadi ketua umum Golkar (untuk kemudian menjadi presiden) 
adalah urusan semua orang yang tidak menginginkan negara kita dipimpin orang 
yang dalam hidupnya selama ini sudah begitu banyak cacadnya yang serius sekali. 
Tommy Soeharto sudah terkenal sekali dengan tudingan korupsi besar-besaran, 
pelanggaran hukum (dan moral), dan pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin 
Kartasasmita.
Kita tidak bisa  (dan tidak boleh sama sekali  !!!) membiarkan seorang pembunuh 
yang sudah pernah dihukum berat di Nusakambangan (dan yang dituding sebagai 
maling harta negara dan rakyat lewat berbagai bentuk korupsi dan 
penyalahgunaan) merebut kedudukan sebagai kepala negara kita. Bangsa kita 
membutuhkan kepala negara yang bisa menjadi panutan, yang bisa mengangkat 
derajat atau martabat bangsa, bukannya kepala negara sejenis Soeharto yang 
justru malahan sudah memerosotkan martabat dan kehormatan  bangsa.
Memblejedi Tommy Soeharto adalah  tugas besar dan mulia
Negara dan bangsa kita  yang sebanyak 240 juta jiwa, tidak boleh dihina, atau 
diaduk-aduk dan diobok-obok oleh seorang Tommy Soeharto (beserta konco-konco 
dan para pendukungnya, terutama di kalangan bisnis). Pencalonan dirinya sebagai 
Ketua Umum Golkar sebagai jalan menuju Istana Negara adalah penghinaan terhadap 
nalar sehat bangsa, Tommy Soeharto mengira bahwa dengan uang haramnya yang 
melimpah-limpah itu, ia bisa terus-menerus menipu kesedaran sebagian terbesar 
rakyat, dan menutupi cacad-cacadnya atau dosa-dosanya yang banyak, untuk 
selama-lamanya.
Karena itu, segala macam kegiatan untuk memblejedi Tommy Soeharto, dalam segala 
bentuknya ataupun caranya, merupakan sumbangan atau partisipasi dalam mencegah 
kemungkinan dijerumuskannya negara dan bangsa lebih lanjut ke dalam kehinaan. 
Memblejedi Tommy Soeharto bukanlah hanya sekadar menyajikan sensasi, atau 
mengumbar gossip rendahan, atau melampiaskan dengki dan dendam, atau 
melancarkan fitnah terhadap pribadinya dan bukan pula hanya untuk semata-mata 
menyakiti hatinya (beserta para pendukungnya) .
Memblejedi  Tommy Soeharto adalah demi kepentingan ratusan juta warganegara RI, 
demi menyelamatkan negara RI dari kerusakan dan pembusukan yang lebih parah 
lagi dari pada sekarang ini. Jadi, menggagalkan usaha-usaha Tommy Soeharto 
dalam melaksanakan rencana-rencananya yang bisa merugikan kepentingan orang 
banyak adalah hal yang benar, sah, dan mulia. Segala perjuangan terhadap Tommy 
Soeharto adalah bagian yang penting dari tugas bersama kita untuk mengikis 
habis sisa-sisa busuk rejim militer Orde Baru, dan juga punya peran penting 
dalam perlawanan kepada segala yang berbau Soeharto, pengkhianat besar terhadap 
tokoh terluhur bangsa kita, yaitu Bung Karno.
Paris, 24 Agustus 2009 
 















      

Kirim email ke