Miris hati ini rasanya melihat penderitaan saudara-saudari kami yang berada di Padang, Sumatra Barat maupun di Jambi. Begitu besar dampak kerusakan yang terjadi akibat gempa. Saya melihat begitu banyak kesedihan, tangis penderitaan dan kesakitan, kehilangan yang amat besar. Saya turut merasa sedih melihat mereka yang kehilangan sanak keluarganya maupun kehilangan rumah tempat dimana mereka harus berteduh.
Kita percaya, bahwa tidak ada satu kejadianpun bisa terjadi di dunia ini tanpa sepengetahuan dan tanpa seijin dari Sang Pencipta, tetapi kok kenapa Allah masih juga bisa kecolongan, dimana umatnya ketimpa musibah, apakah mungkin karena ini disengaja? Sebab hal itulah yang dikehendaki oleh Allah! Mau atau tidak timbulah pertanyaan: Kenapa Tuhan mengijinkan semuanya ini terjadi? Apakah Tuhan itu baik? – Disamping itu bukankah Tuhan itu mengasihi manusia? Dan apakah Tuhan itu serious dengan janjinya “Sampai masa tuamu, Aku akan menggendong kamu”. Bagaimana saya harus menjawabnya semua pertanyaan-pertanyaan tersebut; setelah melihat semua berita-berita buruk yang hampir setiap hari ditayangkan sebagai berita utama di berbagai macam media. Mang Ucup tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sama seperti juga yang ditulis oleh Paulus: Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Roma 11:33-34 Ayub maupun Abraham tidak mengerti jalan-Nya Tuhan, tetapi mereka tetap setia dan percaya kepada-Nya. Ketika Abraham disuru mengorbankan Ishak anak tunggal dan anak kesayangannya, apakah ia bisa mengerti keinginan Tuhan ? (Kejadian 22:1-14) Saya yakin tidak. Tanyalah sama diri sendiri apabila Tuhan mengajukan permohonan yang sama seperti yang Ia ajukan kepada Abraham, apakah Anda akan manut secara begitu saja tanpa protest ataupun bertanya kepada-Nya ? Sukar ! Tuhan memberikan kegelapan diwaktu malam hari, tetapi apakah Tuhan meninggalkan kita secara begitu saja di dalam kegelapan ? Tidak, Ia masih tetap menyediakan sinar bintang maupun cahaya bulan. Bagaimana gelapnya sekalipun di malam hari, saya yakinTuhan tetap berada disana beserta dengan kita. Ia akan tetap membimbing dan memegang tangan kita, seperti layaknya seorang ayah. Ia tidak akan meninggalkan anaknya sendirian. Memang terkadang terkesan seakan-akan doa yang kita panjatkan itu tidak dijawab oleh-Nya, tetapi saya yakin haqul yakin, bahwa Ia telah mendengar doa kita. Pada saat mang Ucup kena musibah entah itu kehilangan kesehatan, pekerjaan, kehilangan rumah ataupun orang yang saya kasihi selalu saya berusaha untuk menghibur diri sendiri. Dimana saya bertanya apakah mungkin saya ini sedang di test oleh Tuhan. Dimana Ia ingin mengetahui: “Apakah saya ini lebih mencintai pemberian Tuhan ataukah Sang Pemberinya?” Abraham telah lulus test dimana ia bersedia mengorbankan puteranya, tetapi bagaimana dengan Anda dan saya. Tidak bisa dipungkiri terkadang kita ngambek bahkan ingin mendemo Tuhan, karena kita lebih mengasihi “pemberian-Nya” daripada “Sang Pemberi”. Melalui bencana gempa di Padang ini saya tidak kehilangan sesuatu apapun juga, tetapi saya yakin, bahwa ini juga merupakan satu test bagi mang Ucup. Saya sekeluarga telah mendapatkan lebih dari apa yang saya butuhkan. Maka dari itu apa salahnya sebagian dari apa yang saya miliki tersebut kita bagikan sebagai sumbangan untuk korban gempa. Disinilah saatnya dimana kita dapat membuktikan, bahwa kita juga bisa menjadi BUAH bagi sesama umat manusia yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Jadi bukan hanya sekedar bertanya ataupun mengucapkan ucapan kesian di mulut saja, tetapi melalui perbuatan aksi nyata. Biarlah kita jadi bintang kecil, walaupun sinarnya kecil dan kelap-kelip sekalipun, tetapi saya yakin ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang pada saat ini berada dalam kegelapan. Sekecil apapun bantuan yang bisa kita salurkan pasti akan sangat berharga bagi mereka yang membutuhkannya. Marilah kita bersama-sama membantu saudara-sauara kita, seperti layaknya apabila saudara kandung kita sedang kena musibah. Mang Ucup Email: mang.ucup<at>gmail.com Homepage: www.mangucup.org Facebook ------------------------------------ Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: [email protected] Klik: http://zamanku.blogspot.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/zamanku/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/zamanku/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
